Horor And Misteri Stories

Horor And Misteri Stories
SINGGAH DI WARUNG SETAN


__ADS_3

Namaku Sobirin. Aku seorang supir truk yang biasa mengangkut dan membawakan barang-barang ke luar kota.


Cerita yang benar-benar aku alami ini berawal saat aku diberi tugas oleh majikanku untuk mengantarkan barang ke daerah Jawa Tengah. Saat itu aku bersama tiga orang teman lainnya, Sofyan, Rohman dan Ali ikut serta dalam satu truk yang aku kemudikan. Perjalanan dari Jawa Barat ke Jawa Tengah sangat panjang, apalagi barang bawaan yang ada di dalam truk penuh sesak, membuat truk yang kami tumpangi menjadi tambah berat dan lambat. Ditambah lagi kalo siang, panasnya minta ampun. Tapi ya, apa mau dikata? Sudah pekerjaan kami seperti ini. Dijalani saja lah.


Saat itu tengah malam, kami melewati jalan yang sepi. Ada yang lewat juga paling cuma beberapa kendaraan, itu pun kendaraan besar semacam truk kami.


''Eh, lu pada tau nggak? Kabarnya di daerah sini tempatnya angker loh?", cerita Ali pada kami.


''Angker apaan? Orang biasa kaya gini kok?'', kataku.


''Ih, lu nggak percaya. Di sini tuh banyak orang yang katanya diliatin penampakkan dedemit lagi nyebrang jalan", kata Ali.


''Beneran Li?'', tanya Rohman.


''Iya beneran. Ini jalan kan bekas jalan buatan jaman Belanda. Banyak yang mati gara-gara pembuatan jalan ini. Makanya itu hantu pada penasaran'', kata Ali.


''Udah ah, jangan membahas kaya gitu. Pamali tau? Setau gue sih di sini nggak ada demit, kalo jablay banyak di tepi jalan, hahaha.....'', tawa Sofyan.

__ADS_1


''Geh, pikiran lu mesum aja. Inget tuh istri ama anak lu yang udah 3, hahaha.....'', canda Ali.


Saat kami berempat sedang ketawa, eh tiba-tiba aku dikejutkan oleh sosok seorang wanita yang menyebrang jalan. ''Wah celaka, bisa bisa nabrak nih!!'', kataku dalam hati. Karena kagetnya, aku jadi ngerem mendadak. Ckiiiiiiiiiiiiit...!!!! Dug!!!


''Heh Birin! Mabok lu ya??? Kalo ngerem pelan-pelan dong! Kejedot nih gue!'', kata Rohman.


''Sory sory.... Kayaknya tadi gue nabrak sesuatu deh. Coba lu periksa Man!'', perintahku pada Rohman. Tapi setelah kami selidiki ternyata nggak ada apa apa.


''Wah, mabok lu Rin! Orang nggak ada apa-apa juga?'', kata Rohman kesal.


''Sumpah Man, tadi gue kaya liat ada orang lewat, terus gue tabrak. Masa nggak ada sih?'', jawabku.


Kami pun sepakat untuk melanjutkan perjalanan.


Belum sampai di jalan raya, tiba-tiba truk yang kami tumpangi mogok. Mogoknya tepat di depan sebuah warung kecil. Sambil memperbaiki truk, kami juga mampir ke warung itu untuk beristirahat sejenak.


''Perasaan di sini nggak ada warung? Kok sekarang ada ya? Apa warung baru mungkin ya?'', tanya Ali.

__ADS_1


''Alaaah, kebanyakan mikir. Yuk lah istirahat dulu! Siapa tau ada jablaynya kan lumayan, hahaha.....'', kata Sofyan.


Mereka pun menghampiri warung tersebut setelah selesai memperbaiki truk.


''Bu, bikin kopi item 4 ya!'', kataku.


Ibu warung itu cuma mengangguk, kemudian pergi untuk membuatkan kami kopi hitam. Dan tanpa dikomando lagi, kami berempat melahap apa aja makanan yang ada di meja. Ada lontong, gorengan, kerupuk dan jajanan lainnya. Setelah itu kami minum kopi yang sudah disiapkan sambil menikmati sebatang rokok.


Namun tiba-tiba...


''Man, lu nyium bau bangke nggak?'', tanyaku pada Rohman.


''Iya nih, bau banget. Bau apaan ya? Kaya bangke tikus deh'', jawab Rohman sambil ngendus-ngendus.


Lalu aku pun menanyakannya pada ibu pemilik warung. ''Bu, bau bangke apaan sih nih? Ada tikus mati ya?'', tanyaku.


Setelah kutanya, ibu pemilik warung itu berbalik arah menghadap kami. Dan... ASTAGA...!!! Ibu pemilik warung itu berubah menjadi sosok yang menakutkan!!! Wajahnya kusut penuh darah, rambutnya putih acak-acakan dan ketawanya itu yang bikin merinding.

__ADS_1


"Cabuuuuuuut..........!!!!!!!", perintahku pada kawan-kawan yang lainnya agar segera pergi dari tempat itu.


Ketika kami sampai di dalam truk, samar-samar kami perhatikan kalau tempat itu berubah menjadi tempat pemakaman, dan warung yang kami singgahi tadi ternyata gubuk tempat keranda mayat di pemakaman itu!


__ADS_2