Horor And Misteri Stories

Horor And Misteri Stories
ANGSA PUTIH MISTERIUS


__ADS_3

Nama saya Adi Pamungkas. Saya akan berbagi cerita tentang seekor angsa putih yang menyeramkan.


Saat itu saya dan teman-teman sedang bermalam di sekolah untuk melakukan gladi resik, karena besok lusa akan ada acara pagelaran pentas kesenian dan drama antar kelas di sekolah kami. Malam sudah cukup larut, namun hujan yang lebat pada malam itu benar-benar membuat udara sangat dingin di tempat itu.


Saya bersama kedua teman saya, Fani Ahmad Zakaria dan Sony Pratama sedang berlatih untuk persembahan kami besok lusa. Pada malam itu kami sedang memikirkan bagaimana agar penampilan kami di atas panggung nanti jadi semakin menarik dan enak untuk ditonton oleh teman-teman dan para guru.


Sambil bercanda tawa kami pun lantas membuat secangkir kopi hitam dan mengeluarkan sebungkus rokok. Malam pun sudah mulai larut, jam tanganku sudah menunjukkan pukul 23.30, tapi hujan masih saja lebat. Kami pun terdiam di ruangan kelas paling pojok.


Tiba-tiba salah satu temanku mempunyai usul untuk berbagi cerita dan saling bertukar pengalaman agar kondisi kelas tidak terlalu hening. Kami semua pun setuju, dan mulai untuk saling mendengarkan cerita masing-masing sambil menunggu hujan reda.

__ADS_1


Lama kami bercerita, tiba-tiba teman saya Sony bercerita tentang pengalaman dari temannya yang pernah bertemu dengan seekor angsa putih yang berubah menjadi sesosok kuntilanak yang sangat menyeramkan. Kami pun lantas mendengarkan ceritanya dari awal hingga akhir.


Karena pada saat itu saya sangat tidak percaya dengan hal-hal takhayul yang sangat membosankan seperti itu, maka selepas Sony bercerita seperti itu, dengan nada yang sombong dan sompral saya pun berkata, "Mana bisa seekor angsa tiba-tiba berubah jadi kuntilanak? Ngehayal aja itu. Gue kagak takut sama makhluk-makhluk jelek kayak gitu", ucap saya.


Namun, baru saja saya berbicara seperti itu, tiba-tiba terdengar suara keras seperti benda jatuh dari arah gudang sekolah yang tempatnya berada di paling pojok sekolah kami. Tanpa curiga sedikit pun, kami menganggap itu hanyalah suara kucing atau tikus saja yang menjatuhkan barang di gudang, dan kami pun melanjutkan cerita kami.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 00.00. Kami pun memutuskan untuk menginap di sekolah dikarenakan hujan yang tidak kunjung reda. Makin malam hujan turun semakin deras, dengan disertai angin kencang dan petir, membuat suasana kelas menjadi sangat tidak nyaman. Dan entah jam berapa, kami pun akhirnya tertidur pulas di pojok kelas dengan hanya beralaskan tikar.


"Huh, cemen lu pada!", ucap saya dengan kesal kepada mereka.

__ADS_1


Dan karena sudah tak tahan ingin buang air kecil, tanpa pikir panjang saya pun bergegas menuju toilet yang tempatnya bersebelahan dengan gudang sekolah kami itu. Saat membuka pintu kelas, terasa hembusan angin dingin yang membuat bulu kuduk saya merinding. Namun saya tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju ke toilet.


Sesampainya di toilet, saya pun lantas masuk ke dalam. Saat saya sedang buang air kecil, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah belakang atau tepatnya pada pintu toilet. Pada saat itu saya berpikir mungkin itu hanyalah ulah usil dari teman-teman saya saja yang iseng. Saya pun berkata dengan nada keras "DIEM! GANGGU AJA LO...!!!".


Namun, pada saat saya membuka pintu toilet, ternyata tidak ada seorang pun di luar. Dan ketika saya menengok ke sebelah kiri, sekitar 20 meter dari tempat saya berdiri, samar saya melihat seperti ada sesuatu yang bergerak. Semakin saya perhatikan semakin jelas bentuk dari benda tersebut. Bentuknya menyerupai angsa putih, namun ukurannya lebih besar dari seekor angsa pada umumnya. Angsa itu sedang berjalan membelakangi saya. Sontak saya pun teringat dengan cerita Sony tentang angsa putih yang menyeramkan itu.


Dan ASTAGA!!! Semakin lama kulihat angsa tersebut berubah. Kini bentuknya menjadi sesosok makhluk dengan memakai baju putih berambut panjang, dan dia terbang menuju pohon beringin yang berada tepat di depan gudang sekolah. Makhluk itu kemudian tertawa dengan nada yang sangat menyeramkan sambil berbalik dan memandang sinis kepada saya. Wajahnya hancur, matanya merah dan terus melotot seperti ingin membunuh saya.


Ingin rasanya saya pergi dari tempat itu. Namun tubuh saya mendadak kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Saya hanya bisa berdiri mematung dengan mulut menganga. Beberapa saat kemudian pandangan saya mulai kabur, dan lama-kelamaan mata saya tidak bisa melihat apa-apa. Dan sebelum pingsan di tempat itu, saya masih bisa mendengar suara bisikan makhluk itu di telinga saya, “NGAJAK RIBUT SIA KA AING HEUH?!!! WANI SIA KA AING?!!! HAYANG KU AING PODARAN SIA AYEUNA KENEH?!!!” (NGAJAK RIBUT ELU KE GUE?!!! BERANI ELU SAMA GUE?!!! MAU GUE BUNUH SEKARANG JUGA?!!!). Itulah kata-kata terakhir yang saya dengar, sebelum saya akhirnya tak sadarkan diri.

__ADS_1


Hingga pada keesokan harinya, saya pun terbangun di atas sofa di ruangan guru. Saya melihat teman-teman dan para guru sedang melihat saya dengan tatapan yang heran. Namun mereka bersyukur karena saya telah sadar kembali.


Menurut Fani dan Sony, tadi pagi mereka menemukan saya tertidur di depan toilet sekolah dengan posisi badan meringkuk dan kedua tangan menutupi muka. Saya pun lantas menceritakan kejadian semalam ketika saya melihat seekor angsa putih yang berubah menjadi sesosok wanita yang sangat menyeramkan. Namun mereka hanya tersenyum, dan menganggap hal tersebut hanyalah halusinasi saja karena terpengaruhi dengan cerita dari Sony malam itu.


__ADS_2