Horor And Misteri Stories

Horor And Misteri Stories
Ternyata


__ADS_3

Aku berjalan menelusuri rumah tua tersebut. Aku memandangi foto foto besar yang ada di dinding rumah berwarna putih tersebut. Dinding putih yang catnya sudah berkelupasan. Di antara foto foto besar yang semuanya berwarna hitam putih tersebut pandanganku tertuju ke salah satu foto seorang pria tua. Pria tersebut memiliki kumis yang tebal, dengan menggunakan jas hitam dan berdasi kupu kupu. Pria itu terlihat keren dengan rambut yang klimis dan disisir ke arah kiri. Di bagian dada dari jas pria tersebut terlihat warna yang memudar karena terkena air hujan yang menetes dari atap rumah yang sudah bocor mengenai foto tersebut.


Rumah tersebut terlihat sangat mewah. Akan tetapi sangat terlihat kotor. Banyak daun dan helaian rambut yang berserakan di lantai rumah tersebut.


“ganteng yang neng?”


Tiba tiba aku dikejutkan oleh suara pria tua yang menggema di rumah besar tersebut dan memecahkan keheningan malam itu.


“iya pak ganteng” Sahutku sambil menolehkan wajah ke arah bapak tadi yang berada tepat di belakangku.


“itu foto bapak waktu muda”


“oh iya pak”


“iya neng. Ngomong ngomong ke sini mau ngapain?”


“oh iya pak saya mau mencari ibu. Ibu ada?”

__ADS_1


“oh ibu, ada itu di halaman belakang”


“oh iya pak makasih ya”


Aku menelusuri rumah tersebut dan berjalan ke arah halaman belakang. Aku menapaki kaki di keramik putih yang sudah buram karena tertutup banyak tanah, daun kering dan helaian rambut.


Ketika sampai di halaman belakang aku melihat seorang wanita tua dengan rambut yang sudah putih yang menggunakan baju selayar ala pengantin sedang duduk di sebuah kursi goyang dan menghadap ke sebuah kolam yang kosong. Aku berjalan mendekati wanita tersebut dan menyapanya lalu mencium tangannya.


“bu aku datang”


“oh iya, tau dari mana ibu ada di halaman belakang?”


“oh itu almarhum suami ibu.”


Hal tersebut sontak membuatku kaget. Karena tadi aku baru saja berbicara kepada orang yang sudah mati.


“udah gak apa apa. Hal itu memang sering terjadi di sini”

__ADS_1


Kata ibu tersebut menenangkanku. Mendengar ucapan tersebut aku pun mulai tenang.


Aku mencoba mengalihkan pikiran takutku dengan melihat lihat isi sekeliling halaman belakang rumah tersebut. Ketika melihat sekeliling rumah tersebut pandanganku tertuju ke sebuah batu yang berada tepat di bawah sebatang pohon rimbun yang bagian batangnya tertutupi oleh akar yang berasal dari ranting pohon tersebut.


“bu itu batu apa?”


“sana lihat la batu apa itu?”


Karena penasaran aku mendekati batu tersebut. Lalu ketika aku sudah mendekati batu tersebut ternyata itu adalah sebuah batu nisan. Sontak aku kaget dan bulu kudukku berdiri.


“bu kok di sini ada batu nisan? Teriakku ke arah ibu”


Namun tak ada jawaban.


“bu kok ada batu nisan?”


Namun tak ada juga jawaban.

__ADS_1


Ketika aku menolehkan wajah dari batu tersebut dan melihat ke arah ibu tua tersebut, ibu tersebut sudah hilang. Hanya ada kursi goyang yang sedang begoyang. Lalu aku kembali melihat batu tersebut dan membaca namanya. Dan di batu nisan tersebut ternyata adalah namaku.


__ADS_2