
Ini sedikit kisah tentang Mak Lampir. Nama aslinya adalah Siti Lampir Maimunah. Ia adalah murid dari Nenek Serintil yang sakti mandraguna, seorang pendekar dari aliran hitam di dataran tanah Jawa. Saat masih muda, Mak Lampir tergolong wanita baik-baik dan sangat pemalu. Tidak ada catatan yang jelas kapan dan dimana Mak Lampir dilahirkan. Namun banyak sumber yang mengatakan dia lahir di Pulau Jawa.
Sejak kecil, hidup Siti Lampir selalu berpindah pindah, karena kedua orang tuanya miskin yang menyebabkan hidup Siti Lampir harus berpindah-pindah. Sampai suatu hari ia bertemu dengan Nenek Serintil dan ia dirawat olehnya yang sekaligus menjadi gurunya.
Nenek Serintil adalah seorang pendekar yang hidup menyendiri di lereng Gunung Merapi. Dan sejak saat itu Siti Lampir hidup menetap di lereng Gunung Merapi bersama Nenek Serintil. Saat ia bertemu Nenek Serintil, usia Siti Lampir baru beranjak dewasa.
__ADS_1
Setiap hari ia dilatih dan digembleng oleh Nenek Serintil. Siti tergolong wanita yang cerdas, oleh sebab itu ia bisa dengan mudah dan cepat dalam menerima ajaran dari gurunya.
*****
Asal Usul Mak Lampir
__ADS_1
Ia dipanggil Datuk Panglima Kumbang, seorang bangsawan yang bergelar Datuk. Sebutan Panglima Kumbang, karena ia adalah Panglima dari pasukan alam kegelapan. Saat itulah cinta pertama Siti jatuh pada seorang pemuda yakni Datuk Panglima Kumbang. Tidak ada yang tahu pasti siapa nama asli pemuda itu.
Singkat cerita, akhirnya Siti menikah dengan Datuk Panglima Kumbang. Mereka hidup bahagia layaknya suami istri. Namun setelah bertahun-tahun menikah, mereka tidak juga dikaruniai anak. Akhirnya Datuk Panglima Kumbang pergi meninggalkan Siti dan tidak pernah kembali lagi.
Sejak Siti ditinggalkan oleh suaminya, hidup Siti jadi berubah total. Ia sering mengurung diri, bahkan menjadi seorang wanita yang pemarah. Setiap hari Siti selalu memikirkan Datuk Panglima Kumbang sehingga wajahnya menjadi cepat tua dan rambutnya menjadi putih. Dan sejak saat itulah orang-orang memangil Siti dengan sebutan Mak Lampir.
__ADS_1
Karena frustasi, akhirnya Mak Lampir pergi ke sebuah gua dan bertapa untuk memperdalam ilmunya. Dan sejak saat itulah Mak Lampir menjadi jahat. Dia akan membunuh siapa saja yang memasuki wilayahnya tanpa izin. Bahkan Mak Lampir selalu mencari seseorang untuk dijadikan tumbal guna menambah kesaktiannya.