Horor And Misteri Stories

Horor And Misteri Stories
MISTERI LABORATORIUM SEKOLAHKU


__ADS_3

Cerita ini baru saja terjadi siang tadi, saat saya dan teman saya sedang membenahi laboratorium IPA yang telah lama tidak terpakai.


Saya dan teman saya berprofesi sebagai guru IPA di sebuah yayasan Islam di Tangerang. Sebenarnya saya tidak sanggup menjalani tugas sebagai pengurus laboratorium, mengingat saya belum ada pengalaman. Saya baru saja lulus dari perguruan tinggi dan belum ada pengalaman mengajar, apalagi menjadi pengurus laboratorium. Tetapi untuk peningkatan akreditasi sekolah, saya harus siap menjalani tugas ini.


Siang tadi saya dan teman saya mengunjungi laboratorium yang sudah lama tidak terpakai. Benar-benar kotor, gelap, pengap dan sangat tidak layak untuk jadi laboratorium. Saya dan teman saya memisahkan barang-barang yang sudah tak layak dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dipakai. Ketika sedang asyik bersih2, tiba-tiba datang seorang siswi SD. Kehadirannya mengagetkan kami, karena kami tidak tau kapan dia masuk lab ini, tak terdengar suara pintu terbuka. Karena melihat anak tersebut batuk parah (maaf, seperti batuk orang TBC), saya menyuruhnya keluar ruangan.


Saya: "Sayang, kamu jangan ikut di dalam ya! Kamu lagi batuk. Di luar aja ya! Nanti batuknya makin parah"


Siswi: "Gak apa2 kok bu. Aku biasa di sini. Aku kan yang suka merapihkan dan membuat berantakan LAB ini"


Saya: "Iya, tapi kamu batuk2. Ibu aja yang sehat masuk ruangan ini langsung batuk2. Keluar aja ya! Di kelas aja sana! Lagi bagian pelajaran siapa?" (sambil mengusap rambutnya yang terasa kasar dan dingin)

__ADS_1


*****


Saking sibuknya saya tak memperhatikan anak itu keluar. Tak lama kemudian ada seorang siswa SD masuk dan berkata aneh kepada saya.


Siswa: "Ih ibu ga takut apa, di sini kan angker?!"


Saya: "Angker gimana? Ini LAB kotor. Jin kan suka yang kotor2, makanya ini nanti ibu suruh petugas sekolah supaya LAB ini berguna lagi. Kamu keluar gih, pengap loh!"


Saya: "Astaghfirullah, jangan2 yang tadi?!" (dalam hati)


Teman saya yang mendengar percakapan saya dan siswa itu langsung menjerit seketika, dan kami bertiga segera lari ke luar dari LAB itu. Kami menceritakannya kepada guru kurikulum. Akhirnya guru itu bersedia menemani kami membereskan LAB lagi.

__ADS_1


Ketika sampai di LAB, siswi misterius itu kembali datang. Kali ini saya melihatnya seolah-olah dia itu sangat menyeramkan, padahal sebenarnya tidak. Hanya memang tubuhnya sangat kurus dan pucat seperti penyakitan. Pakaiannya juga tidak terurus. Mungkin karena deskripsi dari siswa tadi yang membuat saya takut dengan sosok yang memang bukan manusia itu. Kemudian dia bertanya lagi kepada kami, "ibu masih di sini?"


Saya jawab, "Udah, kamu keluar ya! Jangan di sini! Pengap! Nanti tambah parah batuknya" (sambil menggamit erat kedua teman saya)


Kami sangat ketakutan karena menyadari bahwa siswi itulah yang sering diyakini sebagai penampakkan dari arwah siswi yang meninggal akibat penyakit kanker.


Siswi tersebut menjawab, "Aku biasa di sini bu, siang dan malam. Menjaga lab ini, merapihkan kalo ada benda yang jatuh dan rusak. Tempatku memang di sini" (sambil jalan menembus tembok)


Astaghfirullah, tubuhnya yang tadi nyata seperti manusia kemudian berubah seperti samar2 atau berbayang. Wajahnya menjadi pucat menyeramkan, sebelum akhirnya menembus tembok LAB itu. Tidak lama setelah itu, “gubrak”, torso (patung) bagan tubuh wanita jatuh dari atas rak peralatan LAB.


"Mungkinkah kamu tak senang kalo Laboratorium yang telah kamu anggap sebagai rumahmu ini hendak kami dayagunakan kembali dik?"

__ADS_1


__ADS_2