HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
penasaran


__ADS_3

Esy biari ramuja, yang mempunyai seorang adek yang mempunyai sesuatu yang bisa diasa dalam bidang seni. tapi dia tak punya bakat untuk mengasa kemampuan adeknya, karena keterbatasan pengetahuan dan karena dirinya hanya tamatan SMA. Hingga dia bertanya pada para tetangga apa ada yang tahu tempat untuk melatih atau mengasa bakat adeknya.


Para tetangga menyarankan untuk mengantar adeknya ketempat yang disebutkan. padahal tempat itu tidak jauh dari rumahnya, dia tak kenal tempat itu dan orang yang di sebukan oleh para tetangga. Karena kesibukan dan pekerjaannya, yang menyita waktunya untuk mengenal tempat2 seperti yang disebutkan para tetangga itu.


Keesokan hari Esy mendiskusikan dengan adek yang bernama Diki pramuja yang baru berusia 8 tahun, adeknya tidak mau. hingga berbagai cara dia membujuk adeknya. adeknya mau dengan beberapa sarat




Harus bawah anak tetangga untuk temannya disana.




Esy harus menungguinya dari datang hingga pulang.




Untung masuknya malam hari 7 sampai jam 10 malam. Tidak mengganggu kegiatannya kerjanya, demi adeknya dia rela melakukannya. dia ingin melihat adeknya bisa mengali bakat yang ada dalam dirinya.


Esy tak ingin adeknya seperti dirinya yang bergelut dengan perjuangan den penderitaan untuk menjadi sepertinya sekarang. walau hidupnya tak mapan tapi setidaknya cukup untuk memperjuangkan adeknya untuk melanjukan pendidikan dan mengali bakatnya. walau dengan mengorbankan masa2 yang dimana dia harus bermain dengan teman-teman sebanya, tapi hidupnya dia apdikan menjadi pekerja yang menghasilkan uang yang halal untuk melajukan kehidupan dan pendidikan adeknya.


Dia tak ingin adeknya berpendidikan rendah sepertinya. cukup dia yang susa tapi tidak untuk adiknya, dia tak mau apa yang di alaminya akan diwariskan ke adiknya satu2nya.


Walau umurnya sudah tak mudah. suda 33 mau menuju 34 tahun usia yang sudah cukup berumur bagi seorang wanita untuk berumah tangga. Bukan dia tak memikirkan nasib hidupnya, tapi dia berprinsib jodoh, rizki, dan maut ketentuan Allah.


Dalam doa2 sepertinga malamnya dia terus meminta kepada sang robbnya agar suatu saat nanti akan ada lelaki yang menerimanya dan mencintainya denga segala kekurangan dan kelebihanyan melekat pada dirinya. Dia sadar bukan ada lebihnya yang ditanya tapi kekuarangannya tak sebanding dengan lebihnya, hingga tak terlihat lebihnya disisi manapun yang terlihat hanya kurangnya.


Satu yang bisa di anggap kelebihanya yaitu Esy mempunyai semangat baja, pantang menyerah pantang mengeluh. dia punya hati yang kuat, tak terpatakan hanya itu yang mampu membuatnya bertahan mrnjalani lika liku hidupnya yang tak mudah menguras keringat darah dan air mata.


Dia pandangi sosok munyil dengan tangan halus maja itu. Dan dia tersenyum dan mengusap pipi gembul yang mengemaskan itu, dia tersenyaum sambil berkata


"Baiklah. kakak setuju, kakak juga punya persaratan, dan adek harus penuhi rasat yang kakak berikan, bagaimana...?"

__ADS_1


"umm... Baiklah apa...?"


"Pertama adek tak boleh malas, kedua adek tak boleh nakal, ketiga adek harus rajin dan mendengarkan apa kata guru pembimbingnya... bagai mana syarat kakak... apa berat untuk kamu dek"


Diki menerawang mencerna apa yang jadi syarat kakaknya. dengan eksrisi lucu dan mengemeskan itu


" baiklah Diki setuju. Hanya itukan kak, lusi pasti bisa... saat Diki jadi yang terbaik kakak harus belikan Diki sepeda yang baru"


"Dasar... ada maunya...."


Dengan memangut dagunya seperti menimbang-nimbang tawaran yang diajukan Diki adek kesanyannya itu


"Oke... baiklah.... adek kesayang kakak yang tampan tak kerulangan ini"


"janji ya"


Diki mengacungkan jari kelingkinya menandakan janji tak main-main, dengan tersenyum Esy mengaikan jari kelingkinya bertanda berjanji


" Janji, untuk adek akak bulan akan aku ambilkan"


Esy memeluk Diki. Diki meronta


Esy bukannya berhenti dia mempererat pelukan "hanya kamu yang aku punya, kamu harus hidup lebih baik. Sedikitpun aku tak ingin penderitaan menyentuhmu... tapi maaf aku belum juga bisa sepenuhnya memberi bahagia padamu" Esy mempereratnya dan kemudian dia mengurai pelukannya


"Malu sama siapa. Disini tak ada orang"


Esy mencubit pipi gembul yang menggemaskan itu dan menciumnya


" Aaakak... nggak asik..."


" Apanya yang nggak asik..."


Esy terus menjahili Diki. Diki yang dijahi tak mau kala dia membalas kakaknya dengan mengelitik kaki kakaknya


" Aaampun...hahahahaaa... udah-udah adek kakak yang ganteeeng... ayuk kota makan yuk, habis makan akak temani belajar... ingat jangan malas, adek akak mau jadi apa nantinya..."


Diki menghentikan kegitan mengelitiknya

__ADS_1


" Diki mau jadi dokter, akak. Agar diki bisa jaga akak dan mengobati akak...dan jadi pelindung akak"


Esy tertegun dia pandangi waja munyil yang tampan itu. Dia kembali memeluk Diki


" Aakak..."


" Jadilah seperti yang kau inginkan, jadilah Dokter terbaik nantinya, yang menjadi tempat orang mengaduh tempat orang minta tolong, menjadi dokter untuk orang yang tak mampu, yang kesulitan uang untuk berobat... jadilah pahlawan tampa tanda jasa nantinya... Aku janji aku akan jadi temeng dan batu loncatan untukmu untukmu meraihnya... janji ya jadi dokter berhati mulia..."


Esy meraskan Diki menganggukan kepalanya. Diki mengurai pelukannya


" Akak menangis...?"


" Ah...tidak ini akibat memelukmu terlalu erat... hinga mata akak kena pasir yang menempel di bajumu..."


Esy berkila Esy sambil berdiri


" Akak bohong...Akak nangiskan..."


" Ah tidak, karna bajumu kotorkan, kamu belum ganti baju dan juga belum mandi"


Memeriksa bajunya, rasa barusan dia baru siap mandi dan ganti baju dan dia mencium bau badannya masi harum masi tersisa wangi sambun di kulitnya. Diki mengelengkan kepala melihat kakaknya dia jadi bingung


" Akak. Diki siap mandi dan wangi mana ada pasir di baju Diki"


Diki mengekori kakaknya menuju meja makan sederhana dan hidangan sederhana yang disediakan oleh Esy untuk makan malam mereka berdua.


selesai makan Diki suda pergi keruangan keluarga sekaligus ruangan tamu dan ruang nonton dan belajar. Esy membersikan peralatan sudah dipakai untuk mereka makan barusan, selesai membersikan piring kotor Esy menyusul Diki diruang keluarga dan menemani belaja.


Esy akan membantu mengajari apa-apa yang Diki tak mengerti. walau dia tamat SMA, tapi dia memiliki otak yang encer. Esy tak perna keluar dari 3 besar disekolahnya. sekolah yang terkenal dengan sekolah orang jenius dan elit. dia masuk disekolah peporit itu karena mengandalkan biayasiswa, wlau bagai manapun nasib baik tak juga berpihak padanya. setamanya SMA dia tak bisa melanjukan keperguruan tinggi karena ekonomi yang sulit, tamat SMA sudah menjadi keberuntungan baginya.


selesai membantu mengerjakan PR Diki jam telah menunjukan jam 21:29.


Esy mengendong Diki kekamarnya dan membacakan dongeng tidur dan membacakan ayat Al-Qur'an dan doa sebelum tidur dan menemaninya hingga tertidur.


Esy memandangi tubuh munyil itu dan mengusap kepalanya dengan lembut mencium keningnya, dan meperbaiki selimut dan mematikan lampu. dengan gontai dia menuju kamarnya yang sangat sederhana dan saat dia rindukan kapanpun dia jauh dirumahnya itu.


Dia rebakan tubuh yang bergelut letih seharian bercibaku bekerja untuk menyambung hidup. Esy pandangi langit-langit kamarnya dia hembuskan napas berat dan panjang, " Aku tak mesti mengeluh atas takdir yang Engkau berikan Ya Allah. kuatkan aku melaluinya dengan suka cita" Esy membatin

__ADS_1


Esy kembali duduk. kemudia menuju kamar mandi utuk membersikan wajah itu adalah kebiasaannya sebelum tidur dan memakai pelambab kulit waja. selasai ritual yang rutin dia lakukan setiap malam, sebelum dia berajan menuju dunia mimpi.


__ADS_2