HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 19


__ADS_3

Setelah menelpon seseorang dia duduk disisi Esy. Dan memandang Esy, lalu dia mengambil kedua kaki Esy lalu dia letakan keatas pahanya dan memijit dan mengurutnya.


" capek ya. Biar aku pijit dan urut biar sedikit hilang capeknya, bersabarlah sebentar dan tahan rasa hausnya" Rey


" Mengapa kamu tak melepaskan aku saja. Semua ini tak akan sesulit ini untukmu, kita sudah jelas berbeda, sepantasnyalah orang tuamu menginginkan menantu dan berbesanan dari kalangan yang sama dan kaya raya mempunyai segalanya. Lebih baik kau kembali kekehidupan nyatamu, sampai bilapun aku tak akan perna sempurna, karena dari keluarga sederhana yang tak akan perna sebanding dengan keluargamu. Mengapa kau mau meninggalkan kemewahan hanya demi aku" Esy


Rey mengambil napas dalam-dalam lalu melepasnya dan memandang Esy


" Dah selesai kuliahnya berapa SKS yang kamu beri, Apa butuh alasan, atau butuh berapa banyak uang untuk mencintai. Aku juga tak tahu dengan alasan apa aku mencintaimu, sebarapa banyak hartamu baru pantas untuk bersanding denganku, aku tak tahu. Yang aku tahu aku menginginkanmu melebihi apapun, alasanku hanya satu aku ingin hidup denganmu" Rey


Esy terdiam dan memandang Rey sang suami yang terus memijit kakinya yang pegal


" Baru sadar suamimu ini ganteng" Rey


"Mengapa kau memilihku. Aku yakin banyak wanita yang relah melakukan apapun demi mendapatkanmu, baik dikalang artis atau anak pejabat, mengapa kamu membuang hidupmu denganku, aku beri kamu waktu untuk berpikir merenungi keputusan konyolmu ini sampai besok pagi, sebelum semua ini menjadi penyesalanmu, karena diantara kita belum terlambat untuk berpisah" Esy


Rey kesal dengan apa yang diucapkan Esy


" Mengapa kamu ingin melepasku... Kamu ingin mengejar pengecut keparat itu, ingatlah sampai matipun aku tak akan melepasmu, saat kau jadi milikku jangan harap aku akan melepasmu, apa bila ada orang yang ingin merampas apa yang jadi milikku akan aku masukan keneraka sekalia" Rey


Esy memandang Rey, "**mengapa aku ha**rus menikah dengan boca ini, aahh... permain apa yang takdir mainkan denganku, hingga aku harus menika dengan lelaki 7 tahun lebih mudah dariku. Membawah aku kedalam pusaran kenyataan yang mesti aku lalui baik suka maupun tidak suka, mau maupun tidak mau mesti aku jalani. Apa ini yang Allah tencanakan untukku. Kalau ini yang memang digariskan, aku akan menjalaninya. Allah bimbing aku dalam menjalaninya, dan juga dia yang Engkau pilihkan untuk hamba" monolok Esy


Esy kembali mengambil napas dan membuangnya, Dia membuang pandangannya dari pada Rey


" Kau hanya terobsesi denganku bukan cinta, saat obsesimu sudah tercapai, hatimu akan berubah. Saat itu tibah jangan sakiti hati dan pisikku, kembalikan aku kepada orang tuaku. Aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku, lepaskan aku kembalikan aku secara baik pada orang tuaku" Esy


" Aku menginginkanmu dan mencitaimu melebihi apapu, aku tak akan menjanjikan apa-apa tapi aku akan melakukan dengan tindakkan, aku akan mengisi hidupmu dengan kebahagiaan dengan segala kemampuan dan kesanggupanku, hingga tak ada tempat yang kosong disisi hatimu untuk yang lain" Rey


Rey mengenggam tangan Esy dan menciumnya


" Tetaplah disisiku, berlajarlah menerimaku. Buka hatimu, cintai aku dengan berlahan saja. Tuk saat ini biarlah aku yang mencintaimu dengan sepenuh hati, lihat aku lihat hatiku hanya kaulah tujuanku" Rey


Esy terdiam, dia memegangi dahinya lalu memegang dahi Rey


" Tidak panas, apa tadi kepalamu terbentur hingga kamu banyak bicara dan kata2 mu banyak yang tak bisa dicerna oleh otakku" Esy

__ADS_1


" plato"


" Auu... Sakit" Esy


Rey menyentil dahi Esy


" Memang dari dulu otakmu sudah nyumen Error, Karena keerrorlanmulah aku juga ikut Error, hati dan otakku rusak total" Rey


" Enak aja bilang aku Error. Aku orang super waras, aku haus" Esy


Beberapa mobil berheti tepat di depan mereka duduk, tak lama beberapa keluar dan menundukan kepala kepada Rey


" Selamat siang. Tuan Arein Devit pernandes juga nona mudah" Asisten


" Siang, mana kuncinya dan semua keperluanku" Rey


Asistenya memberikan kunci dan dompet


" kalian kembalilah berkerja" Ray


" Tapi tuan..." Vian


" Tak ada tapi... Tapian, kamu mau aku kirim ke kutup utara" Rey


" Tuan bos. Seperti menir Jepang yang kejam dan culas. Bentar-bentar mau mengasingkan orang kekutuplah, ke Afrika, ke Plestina lah. Kenegara2 yang menakutkan aja, katanya tak setampan wajahnya... Lebih menakutkan dari hantu Palak, dan sudel bolong" Viandra


" Vian..." Rey


" Siap tuan Bos..." Vian


" Vian sekali kamu mengataiku. Aku cabut semua pasilitasmu. Selama 3 bulan" Rey


" Dasar kompeni..." gumam Vian


" Vian... ! Aku dengar...!" Rey

__ADS_1


" Iya... Iya... Telinga kaya telibga bumi aja. Masi saja bisa dengar" Vian


Viandra Devit Pernandes yang dipanggil Vian. Yang ditemukan Oleh Rey hampir membeku di tengah badai salju di Amerika latin, wakru dia Kunjungan studi disana. Kebetulan waktu itu badai salju melanda hampir seluru amerika, saat dia pulang kepenginapan dia mendengar suara tangisan anak - anak dia mencari sumber suara dan dia menemukan anak berusia 6 tahun. dia melihat anak itu dengan kaki penuh luka paju lusuh dan kelaparan serta dingin yang menusuk tulang hingga membekukan Aliran darah.


Rey menangis melihat keadaan anak itu, kalau dia tak lewat di tempat itu entah apa yang akan terjadi pada anak itu. Ternyata masih beruntung dia, dia dibuang tapi dicukupi tempat dan makanannya. Dia mengendong anak itu kepenginapan, memberi makan dan pakaian yang hangat, hingga sekarang.


" Vian... Ya elah masi aja bengong. Kembali kekantor atau aku blokir semuanya. Sampa hitungan ketiga... Satu... Dua...." Rey


" Tuan Bos... Iya... Iya dasar kompeni. ayo...." Vian


Vian pergi dengan kesal. Sebelum dia masuk dia memutar tubuhnya


" Klayen dari hongkong dan Malaysia mau bertemu besok jam 10 pagi... Dia tak mau diwakilkan, dan nona manis. kamu cantik jadilah pawang singa garang, buat hidupnya menderita... Balaskan dendamku" Vian


" Viaaan... Apa yang kamu katakan... Dia istriku" Rey


" Apa... Papa sudah nikah. Dia mamaku" Vian


Vian berjalan menuju Esy, dan memeluknya dengan erat


" Terima kasih. Mamaku yang cantik, aku takut papaku tak normal, takut dia membelok" Vian


Rey memisakan pelukan Vian. Dia tak sudih miliknya di peluk oleh orang lain. Walau itu Vian.


" Jangan peluk dan sentuh istriku. Aku patahkan tulang tulanmu" Rey


" Aiis bucinnya... ES batu ni" Vian


Vian mengeleng - gelengkan kepalanya


" Buatkan aku banyak adek biar rame. Tak sepi lagi rumah kita. Pa" Vian


" Vian... Aku tidak main-main. Kamu mau jadi orang kere selama tiga bulan" Rey


" Iya... Iya bawel. Jangan sampai lupa tuan bos besok jam 10. Dan ada fail2 yang mesti di tanda tangani. Dah mama cantikku" Vian

__ADS_1


Viandra benar pergi dengan anak buahnya yang lain.


__ADS_2