
Rey menatap lekat mata bening itu, mata dan rupa yang membuat dunianya baik dan juga berantak tergantu dengan orang yang ada dihadapanya ini.
" Aku selalu berharap keadaan seperti ini akan aku temukan, tenyata tuhan menjawab doa-doaku, aku ingin saat aku membuka mata melihatmu, saat kembali kerumah yang ingin aku lihat adalah dirimu, sejauh manapun aku pergi berkelana menelusuri dunia aku ingin kembali kerumah yang dimana ada cinta didalamnya yaitu dirimu" Rey
" Aku tak yakin kau berkata seperti ini lagi. Setelah 2 atau 10 tahun lagi, aku sekarang tak akan sama dengan aku sepuluh tahun lagi, aku sudah menjadi bunga yang tak menarik lagi, dengan keriput dan dan uban yang memutih di kepalaku, dan akan banyak bunga-bunga segar yang ranum akan membuatmu berpaling dariku" Esy
Esy memandang Rey yang menatap sambil membelai anak rambut wanitanya.
" kau boleh tak percaya pada apa yang aku katakan... Tapi aku akan membutikan dengan perbuatan, tapi aku berharap kau belajarlah mencintaiku, berlahan terima aku dihidupmu, terbukalah denganku apapun itu, jangan kau sembunyikan dariku" Rey
"aaaa... Gatal..." Esy
"Apanya..." Rey
Esy langsung mengigit bibir Rey. Rey yang merima serang dadakan terperanga denga mata melotot, dengan ulah konyo wanita yang semalam baru jadi istrinya, dia lupa dengan wanitanya yang memang konyol dan afrut tapa bisa di prediksi tingkah lakunya.
__ADS_1
"Aau ... Sakit tau... Kalau mau cium ya cium donk. Kok digigit..."Rey
"ucapanmu buat gigiku gatal maka aku gigit... Hehehe" Esy
Rey meraba bibirnya agak sakit dengan mencuri pandangan, Rey merengkul tekuk Esy dan menciumnya dengan rakus, namun berlahan ciumannya melembut dan menghanyutkan wanitanya, Esy melingkarkan tangannya di leher Rey menikmati cumbuan demi cumbuan sang suami yang membuatnya ingin lebih dan lebih. Walaupun dia belum perna melakukan hal seinten ini dengan lelaki lain, Baik itu dengan Miko yang dia pacari hampir 5 tahun.
Hanya sekedar peganan tangan dan kecupan singkat, tak perna lebih dari itu. Walau demikian dia tak terlalu tahu dengan urusan ranjang, dia sering baca dan temanya yang memang bocor tentang sekitar ranjang. Rey makin menuntut, dia sangat tahu dan sangat normal sebagai seorang lelaki dewasa, dia meninginkan lebih dari sekedar ciuman tapi dia tak akan memaksa Esy kalau belum siap, dia akan bersolo karil aja. Dia tak akan memaksa wanitanya untuk memenuhi keinginannya, dia akan bersabar untuk waktu lebih lagi.
Tangan itu mulai mengerayangi tiap jengkal tubuh wanitanya, menyentuh apa yang ingin disentuhnya memegang apa yang ingin dia pegang, Esy tak menyadari atau memang tak ingin protes dengan kejahilan tangan Rey. Tubuh Esy seolah meminta lebih, Rey membibing tubuh Esy berbaring dan menguasainya,Tangan yang cekatan dan linca memeloroti pakaian Esy.
Menyengir ku kuda dengan berbagai alasan, Rey lupa wanitanya penuh ke konyol dengan segala kekonyolannya
" Aku tak peduli walau kau mandi atau tak mandi sama saja buatku, aku tetap akan memakanmu..."
Rey kembali dengan kegiatanya, kembali ******* bibir ranum Esy dengan lembut, memjuat bagian atas hampir telanjang hanya tinggal sekat berwarna merah mudah yang membuat dia bertambah seksi dan membuat Rey bergaira dan menginginkannya lebih dan lebih seolah bagaikan candu buatnya
__ADS_1
"Bolehkah aku memintanya sekarang..." Rey
Rey masi mentaizin pada Esy. Dengan mentaukan dahinya pada Esy dengan nafas memburu menahan hasrat yang memuncak, saat Esy menolaknya dia yakin kepalanya akan serasa peca, karena hasratnya tak tersalurkan. Esy menatapnya seribu bahasa dengan segala kegundahan dihatinya, dia takut dilakna malaikat kalau dia menolaknya dan juga takut ini adalah pertama kalinya bagi dia.
" apa kamu sudah siap dengan resiko yang akan kau ambil. Saat kau mengambilnya dariku, kau telah memberikan hidupmu padaku. Kau tak akan perna aku lepas sebelam aku yang melepaskanmu, karena aku akan menjadi wanita posesip dan egois yang akan membelngumu dengan segala keinginanku, yang akan mencincangmu saat kau menduakanku. pikirkan sebelum terlambat..." Esy
Rey mengecup bibir merah nan ranum, lalu mengecut dahi Esy
" Aku tak akan perna menyesal apa itu tentangmu" Rey
Rey kembali dengan segala ritual malam panjang yang penuh gelora, untuk memulai awal yang baru untuk mengapai bahagia
********
pagi yang cerah sudah menujukan
__ADS_1