HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 9


__ADS_3

Rey tak bisa memalingkan pandangannya melihat makluk cantik dengan gaun indah, walau tertutup tak mengurangi kecantikan Alami yang di miliku Esy


"Tutup mulutmu boca, kamu ileran tu. bagaimana cantikkan" Esy berputar-putar di depan Rey, seperti orang bodoh menyentu bibirnya dia percaya dengan apa yang Esy katakan.


Lalu kariawan membilang


" Bak, mas kita photo dulu ya untuk jadikan reperensi nantiknya"


" Maaf aku bu..." Esy langsung menginjak kaki Rey


"Diam jangan banyak bicara" Kata Esy


"aaawww... Kamu ingin membunuhkuuu..." gumam Rey dengan wajah lucu menahan sakit.


Esy langsu mengandeng tangan Rey, mengancam Rey. hingga terdiam


" Ayo... Kita poto dulu ya calon suamiku yang ganteng, iiiis gemes de...!" Esy sambil mencubit pipi Rey.


kariyawan butik yang melihatnya tersenyum melihat kelakuan Esy yang bar-bar. Rey mengikuti Esy keruangan dimana dilakukan sesi pemotretan.


"Masnya kok kaku sekali sih. Lebih dekat lagi mas, jangan kayak perpaksa gitu..." kata bak pengambil photo itu


Rey memang kelihatan begitu kaku saat begitu dekat dengan Esy sang wanita yang di pujanya sejak lama dan dalam diamnya


"Ya elah Mas, Kok bengong mas" kata tukang photonya.


Dengan sedikit kesal bak tukang ambil potonya maju menuju Esy dengan Rey. Untuk mengatur pese dan gaya mereka berdua


"Mas tanganya memeluk pinggang baknya, yang satunya di punggung baknya, dan lingkarkan tanganya ditengkuk masnya. Masnya jodongkan badannya kebelakang dan saling menatap dengan penuh cinta" kata baknya lalau kembali ketempat kemeranya


dia mengamati dengan seksama melihat kemistrinya


"senyum ... Lebih merapat lagi, ya...ya begitu. Tahan"


Rey terbawa suasana, dia merasakan dia yang sedang meprinting baju dengan Esy dengan wanita yang dicintainya

__ADS_1


*Tuhan, bolehkah aku egois. aku ingin melarikannya dan akan aku jadikan miliku dengan caraku sendiri. Tapi cinta itu melepaskan untuk dia bahagia. Walau demikian aku mohon jadikan dia milikku... Bagaimanapun caranya tunjukan lah keajaibanmu*


Rey menenangkan debaran hati dan jantungnya agar tak dirasakan oleh Esy. Mati-matian dia menetralisnya hingga menapas saja dia sangat sulit bernapas.


"Mas dan baknya ganti baju yang alinya lagi, dan sepuluh menit kemudian kembali melakukan sesi pemotretanya"


mereka berdua kembali kekamar ganti untuk memasang baju berikutnya


Rey terduduk dikamar ganti lelaki sambil memegai dadanya


" Tuhan apakah memang dia tak ingat denganku, sebagitu parahnya kecelakaan itu. Ya tuhan apa saja yang telah aku lewatkan rentangnya, wanita gilaku ini. wanita yang telah mengambil ciuman pertama, kedua, dan sekaligus mengambil debaran hatiku. Sekuat aku melupakannya seolah aku memupuknya menjadi subur, semakin aku coba menerima dan membuka hati untuk wanita lain tuk menghilangkan banyangannya pakin. Semakin hati ini menolaknya, ya tuhan apa yang mesti aku lakukan, bagai mana dan apa yang harus aku lakukan dengan hati dan hidupku ini. Aku juga ingin bahagia" Rey masi terduduk di depan kaca.


Rey terlonjak dari duduknya dikagetkan oleh suara kariyawan butik yang datang mengataka untuk pemotretan akan dimulai lagi


" Aduh mas belum juga diganti bajunya, banya dah nunggu tu, cepatin ya mas"


Rey yang masih kaget


" Aa...ya...iya... Betar lagi siap. Silahlan bak keluar dulu aku ingin ganti pakain atau bak mau ngintip ni... Ayo ngaku..." Rey bercanda dengan baknya untuk menutupi keterkejutanya


" ihh... Boleh mas. Hahaha... Mumpung barang lemitit desien, jarang ni. Tapi tamut tuh pawangnya bar bar, bisa disatenya diriku" Banya sambil menutup pintu kembali


"Apa kamu madi atau beol juga dikamar ganti itu, aku dah capek dah kapalan menantimu" Esy dengan sedikit ngegas


" Hehehe... Aku mandi keramas dan sekalian beol, tak terlalu lama,Kok. Dari pada aku menunggu 21 tahun tak terasa lama" Rey seolah bergumam di ujung kalimatnya hingga tak begitu jalas


" ais... Apa...? Cepatlah aku dah lapar dari siang belum makan, aku bisa pingsan, aku sudah mulai keringat dingin ni" Esy dengan kesal


memang kebetulan dia belum makan dari pagi.


" Iiiy... Tak sabaran kali, iya. Cepat bak. Aku tak mau dia pinsan merepotkan aja nanti, tak kuat aku mengangkat badan bèisinya nantik" sahut Rey


" Ya elah mas. Mas tak bisa memalingkan pandanganyan pada tubuh berisinya bak tukan... Padan dan berisi lo, enak di peluk loh mas.... Hahaha... Yok siap-siap".


Sepuluh menit kemudian baru selesai pemotretan. Rey dengan Esy langsung Mencari Restoran terdekat. Untuk mendamaikan cacing yang sedang melakukan demo minta sembako.

__ADS_1


Mereka duduk di tempat yang cukup yaman tak terlalu banyak orang. Tak lama datang pelayan Restoran iru membawa buku menu.


" selamat siang silahkan Bak, mas" kata pelayan dengan sangat sopan


Esy memesan banyak makanan yang ada di menu. Yang dipesan udang saus kecap, cumi pedas, ayam tampura, ayam saus pedas, dan kerang udang pedas. Lalu dia bertanya pada Rey


"Mau pesan, biar aku pesankan" kata Esy


"Itu dah banyak... Udah kamu pesankan" Timpalan Rey


" Ini buat aku sendiri. aku tak mau kasih kamu" kata Esy


"Emang muat..." Rey keheranan


" Makan kamupun masi muat. Mau pesan apa..." Sahut Esy


" Udang saus pedas..." kata Rey


"Kamu Elergi udangkan... Nanti kamu bentol, bibir itik" kata Esy


" Kau ingat aku elergi udang...?


"Emang kenapa cepat tukar yang lain. Nilah saus pedas dan Ayam tempura aja, itu aja bak"


Mereka duduk menikmati cemilan yang disediakan restoran. Tanpa segaja Rey melihat Miko Bergandengan mesra keluar dari restoran yang sama dengan mereka. Rey dengan replek menahan waja Esy dengan kedua tanganya agar tak memandang kejalan keluar restoran


" Apa... Apaan boca ini. lepaskan tidak tanganmu" Esy kaget


" Diam lah. pliss biarkan aku melihatmu seperti ini sekali saja. Aku ingin memperjelas wajahmu. Agar aku tak lupa setiap inci wajamu. Yang mungkin aku tak akan perna menatapnya sedekat ini, dan tak mungkin bisa aku menatatapmu dengan kebahagianmu" kata Rey


Esy terdiam dan bengong. Tangannya meraba kening Rey


" Kamu sakit...!? Ada apa dengamu"


" Ya aku sudah lama sakit... sakit yang tak bisa aku obati sendiri. Penawarnya dibawah olehmu.... Dan sekarang sakitnya akan bertambah para" kata Rey

__ADS_1


" Eheee... Maaf permisi. Pesanannya Bak, Mas" pelayan tidak nyaman mengganggu mereka.


Rey melihat jalan keluar dia sudah tak melihat Miko. Dia melepaskan tangannya dari pipi Esy dan mempersilahkan pelayan itu meletakan pesanan mereka berdua


__ADS_2