HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
bab 4


__ADS_3

"hahaha... aku bisa jadi orang gila hari ini... semua seolah jadikan hidupku lelucon..."


dia menghepaskan tubuhnya ranjang king lizer yang yaman. saat dia lelah atau jauh dari rumah tempat inilah hal yang dia rindukan selain kedua orang tuanya, apa lagi seperti saat ini hatinya sangat kesal dan jengkel dengan semua orang yang ada di sekelilingnya. Esy bertanya dalam hati " siapa kampret yang mengambil photoku. ingin sekali aku membenamkannya kelaut antar tika biar dia membeku dan menjadi santapan pinguin dan ajing lau atau sekalian dimakan ikan hiyu dan paus.... hahahaha...rasakan emang enak, dapat cap gratis. capeknya lebih baik aku tidur mana tahu aku ketemu pangeran berkuda putih... capeeek..."


Tampa membutukan waktu lama Esy tertidur dengan nyenyak dan pulas, dan tak lama dia tampak sangat gelisa Esy bermimpi dalam tidurnya "hahaha... gadis bodoh" seorang memaksa dirinya membuka baju. ditengah2 keramain seolah memaksa " jangan mendekat aku akan teriak, kamu melecehkan aku bajiangan kapret, jangan coba2 menyentuhku" Esy mencoba mempertahankan bajunya dangan sekuat tenaga, namun orang itu berhasil melanjanginya dan menjadi tontonan orang2 disana. dia hanya bisa menangis dan sangat malu, datanglah seorang lelaki untuk menutupi tubuhnya dengan handuk dan membawanya pergi


Ibunya datang untuk membangunkan Esy. Ibunya melihat anaknya gelisa dan memandikan keringat dingin dia menyentuh dahi anaknya


"Esy...Esy...sy... bangun kamu kenapa... bangun sudah Asar. sholat dulu"


Ibunya terus menggoyangkan tubuhnya


dengan cepat Esy terdudu dan merba pakaiannya


" Alhamdulillah hanya mimpi... sunggu menyeramkan... eh Ibu, ada apa bu"


"Ibu kesini membangukanmu karena ibu yakin kamu belum sholatkan, dah hapir jam empat, tidak baik menunda-menunda sholat atau sholat di ujung waktu"


" Bu... aku mimpi buruk... ada orang yang menelanjang aku di tengah kerumunan, dan ada seorang lelaki yang datang menolong dan menutupi tubuhku dengan handuk dan membawa kau pergi...lalu ibu membangunkan aku. Ibu aku takut apa ada hal buruk yang akan menimpa aku"


Ibunya mengambil tangan Esy lalu mengenggamnya lalu berkata


"Itu hanya mimpi dan mainan tidur, karena kamu tidur saat orang Azan, maka kamu mimpi buruk. Ibu selalu berdoa untuk anak ibu yang terbaik, terutama kasih jodoh anak perempuan ibu, jodoh terbaik, imam yang baik, dan bisa menerima segalah ke anehan anak ibu, dan semoga dapat cucu yang bayak"


"Ibuuu... sebenarnya ibu yang lebih menyeramkan dari mimpi buruk aku tadi dan kata-kata terakhir ibu lebih horor dari fillm horor"


" Ibu hanya ingin cucu 12 udah cukup"


" Ibuuu ... ibu kira buat anak itu seperti buat adonan donat..."


" Iiiya... kurang lebih hampir sama..."

__ADS_1


Esy berdiri dan menarik tangan ibunya dan menyuruh bediri ditepi ranjang membawanya kearah pintu, membawanya keluar


" Ibu membuat hawa panas dikamarku lebih baik ibu, pecantik diri dan sambut kapten tercinta ibu pulang... jangan sampai kapten kecewa di abaikan saat pulang... aku tak ingin punya dua ibu... satu ibu sudah cukup... satu saja sudah buat telingaku panas... kapan nikah, menyuruh punya anak dua belas lagi... emang buat donat"


" Hahaha... Insaallah Ayahmu tak akan perna berpaling dari ibu. ibu wanita yang sangat bisa memanjakannya, ayo cepat nikah, kasih aku cucu"


" Ibu aja yang kasih aku adek kembar empat... biar untuk aku dua dan untuk ibu dua, itu lebih adil"


"took"


"Ibuuu sakiiit, Ibu mau buat otakku mereng ya"


"Otak kamu itu memang sudah mereng dari dulu... maka ibu benerin"


"Udalah bicara dengan ibu buat aku pusing... lebih baik aku mandi dan sholat"


"Tukan letak otanya mulai bener karena sentilan ibu, dah mandi sana...!?"


dengan mengarakan tangannya seperti pistol ke ibunya berlalu masuk kamar dan menutup pintu sambil ketawa. dia menghilang di balik pintu, ibunya berjalan menuju lantai dasar sambil geleng kepala.


Habis mandi dan sholat Azar Esy kelantai bawak keruangan keluatga, dia melihat ayah, Erik, dan Rey sedang berbincang santai menikmati kopi dan cemilan kecil. Tapi dia seperti tidak melihat mereka, dengan santai dia nyelonong mau kedapur


" Heii... kakak mau kemana. seperti tak melihat ayah aja"


kata Ayahnya kepada Esy, dengan tidak menoleh Esy menjawab dengan santai


" Esy lihat, Yah. lagi tak mut menegur siapa saja hari ini"


Dengan santai dia menuju dapaur. Ayah bertanya pada Erik, dia yakin pasti ada yang terjadi


" Ada apa dengan kakakmu...?"

__ADS_1


" kakak ribut dengan Rey, maka di jadi sensi sekarang. lihat lengan Rey bekas gigitannya"


Ayahnya mengalihkan padangan kelengan Rey. disana dia melihat perban alah rumahan


" Kok sampai seperti itu...? apa yang kamu lakukan pada Esy, hingga dia kesal sekali padamu"


Lalu Rey menujukan photo, seseorang sangat hancur rabut acakan seperti habis kesetrum, singlet yang kedoran dan bokser bergambar sponsbox, lebih kacau dari penampilan orang gila habis ngamuk


"Hahahaha... memanglah kacau...Ya Allah kapan anak gadis hamba akan berubah... siapa yang akan mau sama dia kalau mereka tahu betapa hancurnya anakku..."


Dari ketawa wajah ayahnya berubah sedih


"Om, suatu saat pasti akan ada yang menerima Esy dengan segala kekurangan dan keanehan yang dia miliki... om doakan saja... jangan paksa Esy berubah, itu akan membuat dia tertekan"


"Hahaha... kau membela singa betina itu... jangan kamu memang kesini mau menemui singa itu... Alasan kamu merindukanku... padahal kamu merindukannya"


Lama Rey diam


"hahaha... masak aku ingin bertemu dengan... aku rindu masakan Tante..."


" Syukurlah... aku takut kamu akan patah hati... waktu kamu kelas 1 SMP, saat kamu melihat kakakku jalan bareng dengan teman cowoknya bukan pacarnya boca tolol...! sampai 1 minggu kamu tak mau keluar kamar... hingga kamu menghilang... eh sekarang kamu nongol kembali kesini"


kata Erik, sambil melirik Rey. Rey hanya terdiam, lalu meminum kopinya


"Rey selama ini dimana...? nggak perna datang lagi kerumah... Om hampir tak kenal. kamu lebi cakep dan tampan, kaca mata teman setianya suda tak ada..."


Rey hanya tersenyum lalu berkata


" aku di AS, sejak kelas 1 SMP... Ayah memindahkan aku kesana"


"Oooh ... pantas tak perna datang lagi kesini, kapan kamu mau menikah... jangan kamu ikutan jadi bujang lapuk dan gadis lapuk dirumah ini, jangan lupa undangannya. tu si singa betina yang menggigitmu itu, katanya minggu depan akan diadakan petunangan dan penuntuan tanggal nikah, aku berharap semua lancar dan menjadi rumah tangga SAMAWA. tapi Om sangat takut apa mereka akan menerima kekurangan dan keburukan putriku... sehancur2 sifat dan kraktenya. anak gadisku, baik keras, resek, berisik aku sangat sayang padanya"

__ADS_1


mereka mengsuruput kopi masing sambil menikati cemilan kecil, sambil bercerita banyak hal.


__ADS_2