HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 8


__ADS_3

Mobil mewah itu berhenti di pakiran butik. Esy memandang butik tak bergeming, berbagai pikiran berkecamuk dikepala memutar logika yang terkadang membuatnya sedikit tak waras. Erik dan Rey memandang Esy yang sedang bengong


" Kak ... Kok bengong kayak, tikus habis tercebur got" celetuk Erik


Plataak...


" Aaauuu... sakit kak. ni kepala bukan bola" Erik mengusap kepalanya yang tersa sakit


" Mulut kamu seperti kanderpot bocor tak ada saringannya..."


Ray yang melihatnya ketawa


" Hahahaha ... padahal sama-sama kanderpot bocor... hahaha... lucu...lucu"


" Diam..." Bentak Esy membuat Rey membukam mulutnya


" Erik... kau temani aku... aku tak mau bengong sendiri di dalam sana"


" Tapi kak...ak..."


" Tak ada tapi... ayo turun... dan kamu boca tengik pulang lah" Kata Esy pada Rey.


" Siapa juga yang mau ikut... buang-buang waktuku yang berharga... ikut kalian... cepat turun aku mau pulang" dengan kekesalan dalam hatinya, yang menutupi hatinya yang meradang.


Erik akan membuka pintu hemponya berdering dia langsung mengangkatnya


" Siap dan... segera laksanakan...Siap segera berangkat kelokasi" sambungan selesai


Erik melihat ke kakaknya. sebenarnya dia tak tega melihatnya tapi dia tak bisa menemaninya


"Kak... maaf aku harus kekesatuan ada hal mendadak, urgen sekali kak"


Esy cemberut dan dia tahu Erik tak bisa dipaksa kalau bertugas.


" Ya tak apa. aku sediri aja... pergi sana"


Esy membuka pintu mobil, Erik melihat jam di pergelangan tangannya


"Rey temani kakku" Erik turu dan menuju kemudi dan membuka pintu


" Cepat turun, aku dah telat ni" Erik menyuru Rey turun dari kemudi, Rey bengong. Erik menariknya keluar dan langsung duduk di kemudi

__ADS_1


" Kau temani kakakku. aku pinjam mobilmu, kalian pulang naik taxsi aja. aku dah terlambat" Erik langsung tancap gas


Tinggalah Esy dengan Rey yang masi melongo di depan butik seperti orang kesesat.


" Ah... memang siak aku hari ini, apes... apes..." Esy bermonolok dengan dirinya.


Pandangannya tertuju Pada Rey. bersedekap tangan didadanya


" Mengapa aku harus berjodo dengan boca tengik ni hari ini. meliatmu aku merasa ada sesuatu yang mengajal dihatku... membuat aku selalu menjambak rambutmu, Hei boca apa kita perna betemu" Esy memandangi Rey dari atas kebawa, dari bawah keatas


Rey jadi risi di pandangi oleh Esy


" Sudah aku katakan aku bukan boca, aku lelaki dewasa yang bisa buat kamu tak jalan, bisa kasih kamu anak satu lusin" gerutu Rey jengkel


platook...


" Auu ... Sakit. mengapa suka sekali melakukan KDRT, kasihan sekali lelaki tua itu yang akan menjadi suamimu. dia akan cepat mati bila menikah dengan orang gila sepertimu" Rey mengusap dahinya yg sakit,


Platook...


Platook...


"Aaauuu...iiis sakit, tau ...!"


Rey perhatikan punggu Esy dari belakan dengan seribu logika yang tak mau menjadi logika yang bisa memahami hatinya. seharunya aku bisa berpaling darimu. apa hebatnya dirimu... wanita gila yang tak ada cantik dan manis-manisnya bahkan jorok, memang hati ini sudah gila dari lama karena wanita gila ini. Rey menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembukanya dengan kasar, hatinya sesak dan sakit karena logikanya tak bisa. mengendalikan hatinya


Esy dan Rey masuk kedalam butik dan disambut oleh seorang kariyawan.


" Bak Esy dan mas Miko ya... silahkan masu" mereka berdua mengikuti kariyawan butik. mereka langsung ketempat pajangan gaun pengantin


Esy bengong melihat bayaknya gaun cantik yang indah


lalu penjaga butik itu menunjuk gaun terbaru


" Oh ya bak. ini adalah gaun model terbaru" kata sih bak penjaga butik


" Wauu... cantiknya aku suka"


"Iya bak, pasti bak akan sangat cantik dan sexsi... bak boleh coba, ayo ikut aku bak, oya mas ini bajunya silahkan coba di kamar ganti"


Esi melihat ke ara Rey. Rey sedang yang di pandang bengong. Esy pandang Rey dari ujung kepala sampai kaki, kaki kembaki kekepala. Esy menimbang membadingkan postur tubuh Rey dengan Miko hampir sama

__ADS_1


" Heiii boca. cepat pasang bajunya, mana tahu dengan memasang baju itu jodohmu semakin dekat"


mendengar itu Rey kesal


"sudah aku bilang aku bukan boca. aku lelaki dewasa, pastikan kamu tak akan bisa menolah pesonaku, aku sumapiin calon suami lari di hari penikahanmu" Rey dengan waja kesalnya.


" Apaa... " Esy meradang dan menjabak rambutnya seperti orang gila


" Kalau ngomong itu hati2 jangan menyumpaiin... dasar boca gorila, kalau itu jadi kenyataan kamu akan aku sate hidup, kalau ngomong itu yang baik-baik begoook" Rey memegang tangan Esy yang bergelantungan dirambutnya seperti tawon rasasa.


Kariawan yang melihatnya jadi heran dan berkata


"Mas, Bak. kok adu gulat di butik sih, lebih baik diranjang. disini mas dan bak printing baju, lucu banget, aku doain ya bak dengan mas langeng sampai kakek nenek"


Esy yang mendengar itu bertamba kesal


" bukan calon suamiku, tapi lelaki gila" dia melepaskan jambakan dirmbut Rey


" Sayang bak, semarah apapun bak tak boleh seperti itu ma mas ini. dia calon suami yang baik dan penyabar kayaknya. yok bak ikut denganku, dan mas itubruang gantinya" kariawan itu menujukan kamar gati ke Rey


Beberapa lama Esy keluar dari kamar dengan begitu sexsi dengan gaun pengantin yang memperlihat kan sebagian punggung dan belahan dadanya agak melihatkan belahannya. Rey yang dari tadi selesai melongo dan terkasima melihat kecantikan Esy yang terpancar dengan gaun sexsinya. "ya tuhan cantiknya, seujung kuku aku tak rela orang menyentuhnya dan memandangnya, tapi aku harus apa dia bukan untukku. ya tuhan boleh kak aku egois ingin aku menculiknya dan memilikinya dengan caraku. Tuhan pemintaan dan doaku mungkin egois, buat calon suaminya menghilang darinya" Rey yang sedang bengong dengan segala pemikiranya


Kariawan itu berkata


" mas... mas...mas" kariawan itu mengibaskan tangan didepan waja Rey tapi dia seolah buta tak berkedi, lalu kariawan mengoyangkan lengan Rey


" oooh ya apa...!"


"bagai mana mas... cantik...!"


Dengan gelagapan Rey menjawab


"tukar tidak cocok... kamu ingin mengoda semua lelaki di tempat ijab kabu itu. kamu seperri lenong boca...kamu tak cocok dengan gaun itu"


Ray kerjalan keruangannpajangan gaun pengantin lalu memilih sala satu, dan memberikanya pada Esy dengan melemparnya hingga menututupi waja Esy


"coba yang ini..."


" Aku nggak mau...! ini cantik dan sexsi"


kekesal Rey dengan bantahan Esy. yang tak mau mengikuti apa katanya

__ADS_1


"kamu seperti wanita clup malam yang mengoda setiap lelaki... hanya suami bodoh yang mau mempertontonkan miliknya pada banya mata lelaki"


mendengar pekataan Rey. Esy mematut diribya dicermi yang terpajang diruangan itu. mau tak mau Esy membenarkan apa yang dikatakan oleh boca tengik itu.


__ADS_2