
Jam menunjukan 9:40 ijap labul sudah dimulai dengan ucapan bismillah dan ditutup dengan Alpatiha sebagi sudah SAH sebuah pernikahan. pernikahan tetap berlangsung walau dengan orang yang berbeda.
Pesta selesai jam sebelas malam, walau dengan banya intrik dan drama pernikahan sakral itu terjadi juga.
Esy kembali kekamar. karena kecapean dia langsung tampa membuka atribut yang terpasang ditubuhnya. yang tinggal beberapa orang keluarga dekat itupun akan segarah pulang. Ibu, ayah Darma, Erik, dan Rey duduk diruangan keluarga.
"Rey. Kamu tahu siapa putri ibu, dia anak perempuan ibu, walau sekarang usianya 35 dia tetap putri kecil ibu. Yang ameh dan ajaib, ada2 saja kekonyolal yang akan dia perbuat, untuk itu kamu harus sabar menghadapinya. Saat kau menyakitinya kamu menyakiti ibu" Ibu
" Aku tahu Ibu, aku tahu seperti apa Esy kekonyolan, keanehan, keajaiban2 lainya pada dirinya. Semua itu yang membuat aku juga gila kepadanya, ibu" Rey
platok...
Erik memukul tengkuk Rey
" Aduh... Kau ingin membunuhku, kau ingin kakakmu jadi janda dalam hitungan jam, peak lu. Aku ini naik pangkat sekarang sudah jadi kakak iparmu, kau harus tunduk padaku" Rey
" kamu yang peak, dari dulu peak sampai sekarang peak, jujur pada kami apa yang membuatmu cinta mati ma kakakku yang aneh bin ajaib itu" Erik
" aku jatuh cinta pada kakakmu saat aku kelas enam, saat usiaku 13 tahun" Rey
" Kok bisa kamu jatuh cinta dengan kakakku diusia sekecil itu" Erik
Ayah Darma dengan ibu Diana. Ibu dari Erik dan Esy, ibu mertua bagi Rey hanya diam saja menjadi pendengar yang baik sambil minum kopi dan memakan cemilan
" suatu hari adak anak kecil di kejar Anjing buldok besar dan menerkamnya, untung yang diterkamnya atau yang digigitnya celana sekolahnya, anak kecil itu menjerit minta tolong, datang seorang gadis tomboi dengan seragam abu2 membawa kayu sebesar pemukul bola kasti, yang mengajar ajing dengan kayu hingga mati. Anak kecil itu disuru diam malah semakin jadi-jadinya tangisnya dia bekap dengan tangannya saat dilepas tangis anak kecil itu makain keras, lalu gados tomboi itu mencium anak kecil itu. Ciuman itu berhenti saat tangisan anak kecil itu berhenti, tapi anak kecil itu nangis lagi kembali dia mencium... Hehehe... Itu kelakuan kakakmu..." Rey
"plak..."
__ADS_1
kembali Erik memukul tengkuk Rey
" peak lu... Beraninya mencium kakakku" Erik
"plak..."
" kamu yang peak... Dah jelas kakakmu yang merampas ciuman pertama, kedua dan ketiga, begok amat sih. Pantas istriku bilang kamu begok, otak mu lelet mencerna tentang percintaan... Kamu harus tau betapa gilanya kakakmu... Dia seperti orang mencuri setelah menciumku... Aku bilang ibu dan ayah aku bilang tak boleh melakukan itu, kalau belum menikah, aku bilang mengapa kamu menciumku, akan aku aduan kamu sama mamaku... Kamu tahu betapa paniknya kakak tomboi mu tu, dia bilang jangan bilang sama siapapun... Aku mau tak bilang sama siapapu ... Asal dia janji akan menikaihiku setelah aku dewasa. Dia harus terus datang kesekolah untuk menemui aku... Kebetulan kamu yang dodol ini sekolah juga di tempat aku satu lokal lagi, hahaha... Aku menjerat satu tali dua perangkap... Hahaha kamu dan kakakmu terjerat duanya... Wewek"
Keduo orang tua Erik geleng kepala melihat kelakuan anak dan minantunya. Lalu keduanya berdiri
" Kalian berdua sama2 peak dan tolol, kembali kekamar masing. Sudah malam dah jam dua, kalian sudah pada capek" ortu
kedua paruh paya itu masuk kekamar dan tinggal Erik dan Rey. Rey berdiri mau menuju kamar Esy
" Hiii ... Kamu mau kemana... Kamarku disana, bukan disana" Erik
"Tuing..."
Rey menyentil dahi Erik
" Aku tak sudi lagi sekamar denganmu... Aku sudah ada ayang bebbebku, istriku... Kalau ingin berdua nikah begok... Udah ah kembali kemarmu ... Aku capek meladeni adek ipar seperti kamu ini... Istriku dah menunggu minta dipijitin... Week... Hahaha... Selamat tidur dengan guling mu yang bauk itu" Rey berlari meninggalkan Erik, Erik melempal batal sopa tapi tak kenak. Erik mengoh kiri kanan tak ada orang pada akhirnya masuk kamar.
Rey membuka kamar, dia ketaw melihat istri gilanya itu. Tidurnya berantakan sekali, mana lagi gaun masi terpasang utuh termasuk atributnya.
" Memanglah kamu tak perna berubah, selalu begitu..." Rey
Rey menghampiri istrinya itu, memperbaiki posisi tidurnya, dan menganti bajunya dengan piama tidur. Selesai itu dia keluar menuju kamar Erik
__ADS_1
" Erik kamu sudah tidur..." Rey
" sudah...kamu diusir..."
"Aiis... kalau udah tidur orang tak nyahut begok" Rey
" Oya juga ya... Buka aja tak perna dikunci bodoh" Erik
Rey masuk menuju lemari pakaian dan mengambil stelan pakaian rumahan Erik
" kau mau apa dengan pakainku aku tak izinkan kau memakai pakaian ku, baju kakakku kan banyak, dan pakai bangsat itu pasti ada... " Erik
" Aku tak sudih memakai pakaian lelaki itu, sudah aku buang tu ke tong sampa di pingir jalan besok pagi dah digotong pemulung tu, biar sekali mereka menemukan barang yg agak berguna, barang yang berkaitan dengan lelaki sialan itu sudah aku bersihlan dikamar kakakmu, kita lihat pagi akan ada petujukan... Hahaha" Rey
" Hahaha... Kamu selalu bertindak diluar nalarku... Cepat keluar dari kamarku"
" Tampa kamu usir akupun dengan senang hati keluar dari kamarmu" Rey Melenggang pergi menuju kamar Esy
Dia menuju kamar mandi. Karena dari siang dia tak mandi badannya capek den lengket selesai mandi dia menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya yang lelah, lalu dia memeluknya
"Memang takberubah pemalas mandi, kamu agak berbau asem. Tapi aku suka dengan baumu, ini yang membuatku ingin memelukmu. aku memang sudah gila... Tapi aku akan gila selamanya padamu" Rey
Rey memeluk dan membenamkan wajanya di ceruk leher Esy, untuk menghirup aroma tubuh istrinya. Lama kelamaan Rey tertidur sambil memeluk orang yang terkasih, dia bersyukur kepada Tuhan doa2 telah dikabulkan, dia disandingkan dengan orang yang terkasihnya. Inilah didur ternyaman dalam hidupnya.
*** Tak ada hal yang paling membahagiakan selain bersanding hidup dengan orang terkasih, tak butuh kaya dalam hidup. Hidup sederhana dalam cinta itu sudah kaya dan melebihi dari segalanya. Untuk apa kita memiliki segalanya tapi bercermin dengan derita, untuk apa kaya raya tapi miskin dan kering akan cinta. akan sangat menyakitkan dan derita akan tak berkesudahan bilah hanya bisa melihat orang tercinta tapi tidak dapat menyentuh apa lagi untuk memeluknya dalam kebersamaan. Maka saat kita dapat memilikinya itulah waktu yang paling indah, seberat apapun, sesakit apapun jalan hidup dan separah apaun kedepanya akan muda bilah kita, Bila kita didekap orang yang kita cintai***
...****************...
__ADS_1