HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
BAB 22


__ADS_3

Selesai makan mereka kembali kekamar masing-masing. Rey mengandeng tangan Esy menuju kamar


"Mas... Mengapa kamu mau menikah denganku, kalau untuk menutupi malu keluargaku udah, kamu bisa meninggalkan aku dan menjatuhkan talak" esy


Rey duduk di sisi ranjang menatap tajam pada istrinya itu


" aku menikahimu bukan menutupi malu keluargamu, aku menikaimu untuk diriku sendiri untuk hatiku, untuk masa depanku, andai tidak kejadian seperti kemaren aku tetap ingin memilikimu" Rey


Esy menatap mata yang menatapnya dia tak mendapati kebohongan disana


"kamu tak malu menikah dengan orang yang lebih tua darimu, apa kata orang-orang padamu" esy


"aku tak perduli aku hanya ingin hati dan hidupku bahagia dengan orang yang ingin aku lihat setiap aku membuka mata di pagi hari, melihat wajah ini" rey


Rey mengapai tangan esy dan membawah kepadanya dan memeluk dengan erat lalu mendudukan Esy di pangkal pahanya


" kau lah yang telah mengotori otak polos anak SD ini dulu, kau gadis SMA yang sangat mesum, yang mencium untuk menghentikan tangisannya bukan sekali tapi tiga kali" Rey


" masak iya. Mana mungkin, aku melakukan pada anak SD lagi" Esy


" Aku korbannya, aku adalah barang bukti dan sekaligus saksinya, kau tahu aku mengancammu saat itu" rey

__ADS_1


" Apa acamannya..." esy


" Kamu menyuruhku agar tak mengatakan pada siapapu, aku mengancamu..." Rey


" apa ancamanmu padaku .. " esy


" dengan syarat menikai aku, kalau tidak aku adukan pada orang tuaku, kau berjanji akan menikahiku, sejak itu aku mengikutimu, hingga aku terpaksa meninggalkanmu saat aku dibuang keluar negeri dengan dalil pendidikan" Rey


" beberapa tahun lagi atau 10 tahun lagi aku sudah tak cantik dan mulai keriput dan rambutku mungkin sudah putih semua, sedangkan kau masih mudah, dan aku tak akan bisa mengimbangimu lagi, dan diluaran sana akan banyak kuncup-kuncup bunga yang akan bermekaran, dan aku tak akan bembiarkan mu untuk memetiknya aku adalah bunga tua yang egois dan tak akan mau berbagi dan takan mengizinkanmu untuk mendua dan berselingkuh, di pikiranmu saja aku tak akan mengisikan apalagi ragamu yang menjalaninya" esy


"aku suka dengan prinsipmu, ingat aku tak ingin milikku disentuh oleh orang, jangankan disentuh dilihat saja aku tak relah, sekali milikku tetap milikku, maka jangan berpikir akan meninggalkan aku, walaupun dalam pemikiranmu saja aku tak sudih" Rey


" Maaf aku bisa mengingatmu sedikitpun tapi mata ini"


Esy menyentuhnya dan turun kebibir


" bibir ini, begitu tak asing" esy


Rey tersenyum dan mengenggam tangan esy


"karena mata ini, dan bibir ini. Perna kau cium sangat lama untuk menghentikan tangis anak SD yang polos, aku akui bibirmu sangat manis, pada hal saat itu aku terlalu kecil dan polos untuk tahu tentang cium" Rey

__ADS_1


Esy melihat wajah yang ada sangat dekat denganya.


" Maaf sebelumnya. kamu harus banyak bersabar denganku, aku orangnya sangat jorok tak suka mandi, tak suka gosok gigi dan tak bisa masak" esy


esy mengedarkan pandanganya keseluruh kamar yang luas itu kembali kewajah Rey


" kamar yang luas dan rapi ini akan sering berantakan, kamu lihat kamarku, dan aku akan sering kehilangan kaus kaki, dan sepatumu pun tak akan luput dari itu" esy


Rey lalu mengambil Hpnya lalu dia menghidukannya terpangpang warpapernya wajanya, seperti orang gila habis ngamuk habis dikerjain oleh anak-anak di jalanan


"hahaha... Aku pasti akan sering menukanmu seperti inikan" Rey


"hahaha... Itulah aku, yang tak suka mandi dan suka meletakan barang barang di tenpat bukan tempatnya, akan sulit menemukannya kembali, hingga seisi ruma ikut merondah dan semua kan berantakan, dulu ibu dan ayah yang pusing. Sebelum aku berangkat kerja ayah belum berangkat karena dia tahu aku akan berantakan rumah mencari sepatulah, kauslah, tas kerjalah" esy


" akan kutempatkan banyak pembantu untuk mencari barang barang yang salah letak dan untuk membersikan dan merapikan rumah yang kau berantakan" rey


Rey mengambil tangan esy menariknya kerah dia yang duduk ditepi ranjang. Mendudukan esy di pangkuanya


" aku tak apa seisi rumah kau berantakan dan kau kacaukan, yang aku takutkan hatiku dan hidupku yang kau berantakan dengan meninggalkan aku, sekarang hanya punya kamu dan viandra" rey


Rey memeluk pinggang ramping esy wanita yang menyita sebagian besar hati dan pikirannya, yang mendominasi setiap doanya walau dia tak perna menunaikan kewajibanya. Tapi dia selalu berdoa agar esy mendampingi hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2