HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 10


__ADS_3

"waau... Kelihatan enak. Aku semakin lapar" Esy


tampa babibu Esy menyantapnya separti orang kalaparan dua minggu


" Pelan2 saja makannya tak akan ada orang yang akan mencuri atau merebut makananmu, nanti kamu bisa kesedat" Rey


" Diam lah boca, kamu seperti ibuku cerewet, hobi cerama" Esy


" sudah aku katakan aku bukan boca. Aku bisa buat kamu hamil dan membuatkan aku anak satu lusin, sekali lagi kau bilang aku boca...! aku akan menciumu" Rey


" Dasar boca, makan pesananmu. Nanti keburu dingin" Esy


Esy tetap menyantap makanannya dengan lahap.


Mulut yang sedang mengunya pakan kesukaannya yaitu Udang saus pedas terbungkam terdiam dari kunyahanya. Rey menciumnya dengan sangat tiba2, dan matanya melotat seperti akan melompat dari kerangkanya karena kaget. Karena ciuman tampa rencana, isi makanan yang ada dimulutnya berpindah kemulut Rey.


Esy mematung kayak patung pacoran, berapa lama dia baru tersada


" Dasaaaar boca tengik, boca kambing, boca gorila, boca sapiiii ... Mengapa kau menciuku... Di tempat umu"


Kembali Rey menciumnya tampa aba-aba


" Sudah ku bilang. aku bikan boca" Rey


Toook...


" Sakiiit...! Kau mau membuat aku geger otak " Rey


" Itu akibat mencium aku di tempat umum, atau mau aku pentokan kemeja ini biar kamu bangun dari tidurmu. Kamu tau aku juga calon istri orang" Esy


" Baru calon. Bukan istri orang, istri orang mana berani aku" Rey


Rey menyantap makananya dengan lahap tampa peduli omelan dan celotehan Esy yang sedang kesal padanya, seolah nyanyian2 indah ditelinganya yang buat Rey senyum2 sendiri


Tentag apa yang terjadi Rey merasa panas di tengorokan dan gatal2 di seluruh tubuhnya dan penuh bintik2 merah. Membuatnya agak susa bernapas. Esy melihat ke anehan pada Rey wajah merah dan bengkak2


" Ya Allah... Makanya jangan salah cium dan memakan yang ada dimulut orang. Jelas-jelas kamu elergi udang, yang kamu makan tadi adalah udang begok"


Rey tak bisa bicara lagi karena tengorokannya sudah sangat panas dan gatal. Keringat dingin udah berjatuhan di wajahnya, Rey memangil pelayan restoran lalu membayar makanan yang mereka pesan


"Makanya jangan salah comot dan nyosor saja, kan berabe jadinya. ayo cepat kita kerumah sakit terdekat" Esy dengan kesal


walau demikian kecemasan tetap nampak diwajahnya dia menyetop taxsi yang sedang melintas


"Rumah sakit pak" Esy

__ADS_1


Taxsi meluncur kerumah sakit terdekat kondisi Rey semakin parah saja. Sesamapi dihalan rumah sakit Esy mintak tolong pada supir taxsi agar mengotongnya kedalam rumah sakit. Karena lelaki tinggi 189 cm dan bertubuh atletik itu tak kuat dia sendri yang menopannya


" Dokter... Dokter... tolong..." tèria Esy


dengan cepat dokter yang bertugas sore itu menangani dan menyuru Esy menunggu diluar. Esy membayar sopir taxsi dan mengucapkan terima kasih, setelah sopir taxsi itu pergi tinggal Esy yang mondar mandir kayak strikaan dia dikagetkan oleh Hpnya sendiri


"Haloohm... Erik cepat kerumah dakit kasih bunda, boca gorilah masuk rumah sakit"


" apa...! Apa yang terjadi padanya. Bagai mana keadaannya sekarang"


" Gak tahu masi diruangan IGD. Dokter yang menanganinya belum juga keluar, dia elergi udang" Esy


" Baiklah aku akan segera kesana" Erik


Dokter yang menanganinya keluar dari ruangan UGD. Esy menghampiri dokter itu


" Bagai mana keadaanya, Dok..?!"


" Utung ibuk bawa suaminya tepat waktu, kalau lambat sedikit saja bisa menghilangkan nyawanya, karna elergi seperti ini akan menghetikan Aliran dara kejantung, kehati, keotak dan terjadi penyumbatan pembulu darah dan pembekuan dara. Suami ibu sebntar lagi di pindahkan keruangan rawat inap, kita lihat perkembangannya sampai besok pagi, kalau memungkinkan pulang bosok pagi sudah bisa pulang. Untuk sementara malam ini dirawat disini dulu, ikut keruangan saya. untuk mengambil rujukan resep obat untuk di ambil di apoti" Dokter


" Sukurlah...Merepotkan saja" Esy bergumam hingga dokter separu baya itu melihat pada Esy. Membuatnya salting


" Syukurlah suamiku baik2 saja terima kasih, Dok. Telah menanganinya dengan sangat baik... Hehe ayo dok biar aku ambil obatnya ke Apotik" Esy mengaruk tengkuknya yang tak gata


Saat sampai diruangan Esy melihat Rey. terbaring lemah dia mengahampiri dan menyentuh dahi lalu turun kebibir dan mencubitnya


" Maka ini ni... Kedepanya jangan nyosor sembarangan dosa tau... Ni lihat bibirmu kayak bibir burung onta afrika" Esy


" Kamu yang buat aku nyosor. Mulutmu kaya kandepot tampa saringan aja, sudah aku bilang aku bukan boca. Aku sudah dewasa, lihat sebagai pria dewasa bukan seorang anak yang berpakain putih merah yang selalu kau bodohi. Aku tanya apa kamu memang tak mengenali aku sama sekali" Rey


" He... Bo... Eeh...Kamu aku tak kenal kamu" Esy


" Kamu tahu aku elergi udang. Aku mohon jangan bermain-main, kau ingat bahwa aku elergi udang"Rey


Rey mengambil tangan Esy. Mengenggamnya, Esy hanya diam dan seperti berpikir


" Aku tidak bohong, tapi yang aku ingat kamu elergi udang itu saja, nama dan siapa kamu aku tak ingat apa2, yang aku ingat itu tentang kamu, kamu siapa apa hubunganmu denganku aku tak ingat, dan sekarang aku tidak sedang berbohong" Esy


" Aaauu..." Rey


" Ada apa... dimana yang sakit" kata Esy dengan cemas


" Disini..." Rey


Rey menekan tangan Esy di dada tepat hatinya

__ADS_1


" lebih para punggungku.... Sangat gatal...!!!"


plato...


Esy menjitak kening Rey


" Aauu... Kamu melakukan KDRT padaku, tolong garukin" Rey


"Aiis... Merepotkan. sini aku oleskan salap penghilangkan gatal, jangan digarut nati berbekas, mereng biar aku lihat"


Rey merengkan tubuhnya. Esy menyinsingkan baju Rey


" Ya Allah, ini kulit buaya darat atau kulit boca tengik" Esy


Dia memelankan suaranya hingga tidak jelas


" Apa...? Apa kamu bilang" Rey


" Enggak apa2. Ini kulit manusia atau kulit buaya, serem amat kayak kulit siluman buya di fillm Susan" Esy


" Cepatlah garuk, gatal sekali" Rey


" Iya bawel, mulut udah kayak burung unta afrika bawal lagi, buka dulu kancingnya biar mudah menyinsingkannya dan mengoles salapnya" Esy


" Bukakan... Lihatlah tanganku dipasang infus. Tak bisa mebukanya" Rey


" Kamu ni. hadap kesini biar aku buka manja kali kamu" Esy


" Ya donk. Semoga kamu yang seterusnya membukakan kancing baju dan kacing ini" Rey


Rey menyetuh celananya


platok...


"Sakiiit... Kau memang ingin membunuhku" Rey


"Makanya ngomong tu mikir... Kentu aja lihat tempat baru lepas" Esy


" ya ini mulut aku, terserah mau bilang apa. Bukan kentut yang bau tau" Rey


" Yayaya... Tau. Bawel hadap sini" Esy


"Tu tau, cepat lah gatalnya depan belakang" Rey


Lalu Esy mengoleskan salap keseluru badan dan punggu Rey sapai selesai

__ADS_1


__ADS_2