HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 12


__ADS_3

Dua petugas itu meletakan makanan di atas maskar lalau permisi untuk mengantar ketempat lain. Esy mengabil tempat makanan yang dibawa dua orang pertugas tadi, dan membawanya kedekat Rey.


" Aku tak mau makanan rumah sakit, hambar tak ada rasa. Aku ingin makan nasi padang, cepatlah cacing2 pada bedemo Karena makanan belum juga turun kelambung, kamu tahu tidak manusia aja yang berdemo mintak turun BBM, cacingku juga demo minta makan" Rey


" Bawel. iya, yang mana ikan atau rendang" Esy


" Ikan aja" Rey


Esy duduk dikursi disisi ranjang Rey dan menyendokan makanan kemulut Rey


"Aku disuapin langsung dengan tanganmu. Aku tak mau pakai sendok" Rey


" Ya Allah. Mimpi apa aku semalam, hingga mendapat siksaan seperti ini" Esy


" bukan siksaan tapi aku ingin dimanja hari ini, leh kamu" Esy


tok...


" dimanja ... palamu peak" Esy


" Aduuu... Kamu suka sekali memukul kapalaku yang berhaga ini, aku hanya ingin mengenang ini untukku, bagimu tak ada apa2 tapi bagiku ini adalah momen yang tak akan terlupakan" Esy


" Ini Bawel. Cepat makan selesai ini makan obat biar cepat sembuh" Esy


Rey menikmati makanannya dengan himat, dia tak tahu akan ada lagi momen seperti ini atau tidak. Ini adalah hal yang akan selalu dia kenang di sisa hidupnya, walau dia nantik hidup dengan wanita lain, tetap akan ada ruang yang akan ditempatinya yang tak bisa di isi oleh wanita manapu, Esy sang wanita gilanya.


Selesai makan Esy mencuci tangan diwastaper lalu kembali kesisi Rey dan memberikan beberapa butir pil yang ditebus di apotik tadi. Selesai minum obat Esy mendengar kumandang Azan magrip dia menuju kamar mandi dan bersih2 dan berwuduk. Dan dia mengambil mukena yang ada dalam tasnya, yang selalu ada di tasnya, dia sholat.


Rey memperhatikan gerak gerik Esy yang sedang sholat menghadap seng penciptanya, dia sudah lupa terakhir dia sholat sudah hapir 16 tahun. Dia sering sholat saat berteman dengan Erik dan bergaul keluga Esy. Dia tak perna sholat lagi saat orang tuanya membuang bukan mengirimnya keluar negeri. Dengan mengirimnya keluar negeri mereka bebas tak lagi ribut meributkan dirinya, seolah kehadiranya suatu beban dan kesalahan bagi mereka. dia bayangkan remaja 15 tahun harus pergi keluar negeri, yang sangat membutukan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya, akan tetapi dia harus hidup sendiri di negeri orang yang tak tahu rimbanya, benua apa, dan budaya yang berbeda.

__ADS_1


Dia pandangi Esy hingga selesai, saat Esy salam pandangan mereka bertemu


" Doakan aku. Semoga orang aku menjadi milikku menjadin teman seperjalanku" Rey


Esy tak menjawabnya tapi langsung berdoa. Selsai berdoa dia melipat dan masukan kembali mukenanya kedalam tas


" lebih baik, hubungi orang tuamu. Biar mereka datang kemari untuk menemanimu, aku ingin pulang dah malam, nanti ibuku cemas" Esy


Karena ibunya akan mondar mandir kayak setrikaan, sebelum dirinya pulang. ikut-ikutan ayah jadi pusing melihatnya, karena ayah adalah pengawal paling setia dan terkadang jadi tempat menuangkan omelan dan semprotan ibunya.


Rey terdiam sejenak, lalu dia mengambil napas dalam2 lalu melepasnya dengan kasar


" Mereka tak akan peduli dengan keadaan anaknya, aku mau sakit atau mati sekalian mereka tak peduli, mereka mungkin hanya akan bertanya dimana dikuburkan" Rey


Esu melihat Rey yang duduk bersandar disandaran tempat tidur rumah sakit dengan waja sedihnya


" Tak baik berkata begitu, tidak ada orang tua yang tak menyayangi anaknya. bukan mereka tak sayang, cintohnya semua kebutuhanmu dipenuhi, berpendidikan, dan kau punya apa yang orang tak punya. Dan hanya orang2 tertentu yang mampu kesna termasuk kamu, berkat orang tuamu" Esy


" kamu tak akan tahu rasanya jadi aku. Karena kamu tak perna hidup diposisi aku, kamu enak punya keluarga yang hangat selalu mencurakan kasih sayang dannperhatiannya makanya aku iri pada mu dengan Erik, makanya dulu aku sering menginap dirumah kalian, aku kecipratan perhatian dari kalian, saat aku berjuang sendirian dinegeri orang bukan rumahku yang aku rindu tapi rumah kalian yang hangat penuh cinta dalam kesederhanaan itu" Rey


" kalau begitu aku telpon Erik. Kalau dia bisa, maklum lah perwira tolol satu selalu ada tugas, payah untuk diharapka" Esy


Esy mengambil hp dalam tas. Langsung menghibungi Erik, langsung tersambung


" Assalamulaiku... Erik kamu bisa menemani gorila ini" Esy


" Maksud kakak Si Rey. Aduh kak aku harus keluar kota malam ini, ada jual beli senjata ilegal, tadi aku dah telon ibu dan ayah bahwa kakak sedang menggui Rey dirawat dirumah sakit. Saat aku pulang tadi, untuk mengambil keperluan dibawa, oh... Ya mobil Rey aku tarok di rumah, sebentar lagi ibu dan Ayah nonggol tu. Udah dulu aku mau berangkat, Assalamulaikum" Erik


tuttuut...

__ADS_1


tuttuut...


" dasar kampret. pasti seperti itu... Waalaikumussalam..." Esy


dia mengumpat karena setiap kali nelpo Erik bawaanya meradang dan marah


" Bagaimana Erik, apa katanya" Rey


" Dia dinas keluar kota malam ini, karena ada jual beli senjada ilegal, dan mobilmu ada dirumah sekarang" Esy


pintu di ketok dari luar sebanyak tiga kali


Took...


Took...


Took...


"Assalamulaikum... "


" Walaikummusalam... Ibu. Masuk aja bu. Tak dikunci" Esy


Ibu dan Ayah Esy masuk. Membawa rantang dan sekeranjang buah dan satu tas jinjing yang besar entak apa isinya entahlah


" Ibu Ayah. Kalau mau kemping Bukan kerumah sakit. Na kepuncak gunung salak" Esy.


" sebenarnya memang ingin kepuncak gunung salak. Ibu udah nggak kuat mendaki kepuncak. Handalkan pak tara... Udah ngos-gosan, diruma sakit kelihatan baik juga, ya kan Rey" Ibu


Rey dari tadi senyum karena dia tak akan sendirian. Dia benci sendiri apalagi dirumah sakit, karena kalau boleh dia tak perna menginjak rumah sakit. Karena saat dia diluar negeri dia juga masuk rumah sakit, karena juga salah makan. Makanannyang mengandung udang, sangat parah hingga dia tak sadarkan diri. Karena lambat penanganannya, saat dia sadar dia berada diruangan serbah putih denga bunyin monitor detak jantu yang memecah bunyi sepi dan hening, dia berharap ada tangannyang bisa dia genggan, dan berharap ada pelukan yang menenangkan. Aku menangis dalam sunyi itu, hampir seminggu aku dirawat tak menjenguk. Jangan kan menjenguk melpon menanya kabar saja tidak.

__ADS_1


" Ibu ayah terima kasih. Telah repot-repot untuk datang, menjenguk aku... Sekali lagi terimah kasih, aku sangat terharu" Rey


Rey menengadakan wajahnya agar air matanya tidak jatuh. Ini sangat membahagiakannya, dia merasa mempunya keluarga yang hangat. Makanya selalu berdoa agar dia bisa masuk kekeluarga ini, keluaga sederhanan tapi banyak cinta. Dia ingin menjadi egois, tapi cinta itu melepas untuk bahagia, dia akan melepas Esy andai miko adalah bahagianya.


__ADS_2