HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
bab 6


__ADS_3

"Aaaaaa... Tuhaaan mengapa hatiku sakiiiit..."


dia berlari mengelilingi stadion bola. dia berlari dan berlari hingga dua jam dia berlari, dia berlari dengan kencang dia berharap makin kencang dia berlari makin jauh dia meninggalkan kenyataan, makin hilang rasa sakit.


Cinta yang tumbuh dihatinya berharap bermunga mekar, berputik dan berbuah dengan kebahagiaan, bukan dia tak ingin mencoba mencintai yang lain hatinya yang terus ingin kebali pada debaranya.


Sekuat apa dia ingin mencoba dan dia memulainya tapi dia tak bisa memaksa hatinya, dia tak bisa pura-pura bisa mencintai orang lain. dia tak mau pada akhinya akan melukai orang lain dengan kepalsuan cintanya. dia tak bisa berkata manis terhadap sesuatu yang tak di ingini hatinya, dia lelah dia capek untuk membenamkan dan mengubur perasaan yang mungkin salah untuk hadir diwaktu itu, hingga kini dia tetap salah tampa ada pembenaran dan tak akan ada kebenaran yang akan ditemui oleh hatinya.


flebaks


Seorang anak lelaki kecil bepakain putih merah menangis keras berlari sangat kencang seekor ajing besar mengejar siap untuk menyobek tubuh kecilnya, dia tak tahu dimana datang ajing itu, marah dan mengejarnya.


"guk"


"guk"


"guk"


"aaa....aaa...huuu... mamaaaa... mamaa... tolong... mamaaa..."


"guk"


"guk"


"huaaa...aaa...mamaa...maamaa..."


lelaki kecil itu berlari sekuat tenaga. namun langkahnya kalah cepat hingga anjing itu menggigitnya tapi yang kenak gigit hanya celananya. seorang gadis berpakain putih abu-abu melihat kejadian itu, tampa pikir panjang mengambil ada kayu sebesar pemukul bola tenis, berlari kearah anak laki-laki yang sedang bertarung dengan ajing itu.


"buuuk"


"gauuuk"


pukulan keras mengenai leher anjing itu. dan gigitan di celana anak itu terlepas, tampa kasih ampun gadis itu memukul ajing itu hingga mati, melihat ajing itu sudah tak bergerak baru dia berhenti memukul. dengan ngos-ngosan dengan napas tak teratur keringat yang bercucuran diwaja dan stelan seragam yang suda acak-acakan karena pertarungan melawan ajing itu.

__ADS_1


gadis itu berjalan mengampiri lelaki kecil itu yang masi menagis dengan kencang


"hei boca kecil berhentilah menangis kau aman sekarang"


lelaki kecil itu bukan berhenti menangis tapi tangisnya makin keras


"huaaa...aaa...huu..."


"hai... walah gawat tangisnya makin kencang kayak pertir lagi"


"hei...boca diamlah... nanti orang kira aku mau curi kamu...diamlah... ayo diamlah..."


bukan diam tangisnya makin kencang


" aduuuh bagai mana ini... aku bisa gila... bisa digebukin aku nanti... untung disini gang sepi tak ada yang dengar..."


gadis berseragam itu bingung apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan tangisan lelaki kecil dihadapannya


"huaammmm"


saat gadis itu sudah yakin lelaki kecil itu sudah tak menagis lagi dia melepaskan ciuman tepatnya membungkaman mulutnya di mulut lelaki kecil itu. gadis itu bergumam dalam hati


" siiit... sial mengapa aku melakukan hal konyol ini, masak iya aku melepas ciuman pertamaku pada boca SD... Aaah Aku seperti fidofil aja... untung tak ada orang yang lihat... kalau ada yang lihat apa kata mereka"


lelaki kecil itu memegang lehernya


"Kata mama, tak boleh melakukan itu sebelum menikah"


mendengar kata lelaki kecil berumur 10 tahun itu dia terbengong


"Melakukan apa...?"


" Kamu mencium aku, aku melihat mama melakukan itu sama papa setiap mau berangkat kerja, aku tanya mama mengapa melakukan itu, mama bilang karena papa adalah suaminya, hanya suami istri yang boleh melakukannya"

__ADS_1


wanita itu mengarut kepalahnya yang tak gatal. lelaki kecil itu masi berge ayutan di leher gadis itu lalu berkata


"siapa nama kamu, biar aku tahu"


"ESY..."


"Esy... kamu berhutang menikaiku"


" heii... boca. kamu tak sopan memangil nama saja"


"Mulai sekarang aku panggil nama saja, aku suami kamu"


"hahaha...sudahlah"


Esy melepaskan tangannyang bergelayut di lehernya


"Ayo aku antar pulang, dan satu lagi jangan bilang siapa-siapa kalau aku menciummu"


"Baiklah ... tapi dengan satu sarat kamu akan menikahiku suatu hari nanti...!"


lelaki itu mengacungkan jari kelinging untuk dilingkarkan kekrlingking Esy, Esy mengaitkan kelingkinya kekelingking ke lelaki kecil itu, yang bernama Rey


flasbak on


Rey berlari terus berlari hingga tubuhnya lelah dia berbaring dirumput sintetis stadion itu pandangi langit stadion itu


"Aaaaaa...aku ingin lupaaaaa..."


Rey berteria dengan sangat kencang berharap sesak didadanya agak berkuran. dia ingin lupa bibir yang rasanya manis itu, walau dia terlalu kecil di waktu berciuman dengan Esy. tapi samapai sekarang dia masi bisa merasa menis dan kenyalnya bibir itu, dan mua kembali dia memperjelas lembut bibir itu, rasanya masi sama. " Debaran hatiku masi sama, sama saat dia mengulum mulutku dengan mulutnya untuk menghentikan tangisku, sungguh manis. aku harus apa. Tuhan terlalu jahatkah permintaanku, aku memintah Ya Allah tolong pisahkan mereka, jadikan dia teman hidupku. aku janji akan menjaganya dengan sepenuh hati... hahaha... aku tahu keajaiban itu ada tapi langka...tapi dia ada maka aku berdoa jadikan dia teman hidup hingga surga"


Enta berapa lama dia berbaring, cinta yang tunbuh dihatinya membuat dia tak bisa mengizinkan cinta yang lain untuk tumbuh di hatinya. kini dia dihadapkan kenyataan yang pahait dari empedu beruang kutup, membuat hidupnya terus pahit menghilangkan manis bibir gadis berseragam abu-abu.


ciuman waktu itu menggeser otaknya 180 drajat, hingga meracuni otaknya, dengan memasukan pirus merusak sebagian sel sarap ke otaknya hingga sebagian besar otaknya dipenuhi ciuman gadis berseragam abu-abu yaitu Esy. waja gadis tomboy berabut di sebatas kuping, dengan waja bersih tapa tersentu mekaap, dengan tas ranzel di punggu.

__ADS_1


Rey memejamkan matanya berharap bayangan itu pergi tampa kembali, dia berhak berbahagia baik tampanya maupun dengannya, Rey salah semakin dia pejamkan semakin jelas raut wajah itu, keinginan untuk bersama bukan berkurang makin bertambah. "mengapa sangat sakit disini... rasanya aku tak bisa bertahan, ternyata sangat sakit dan menakutkan saat kita terlupakan oleh orang tercinta. mungkin akan lebih mudah menghadapi kematian diri sendiri, dari pada menyadari orang tercinta tak bisa dimiliki, dan membiarkanya memilih dan memiliki orang lain. Tuhan aku tahu engkau akan memberikan yang terbaik, tuhan berikanlah keajaibanMu itu kepadaku agar aku bisa memiliknya atau setidaknya izinkan aku untuk memeluknya sekali saja dan menyatakan perasaan ini walau itu mungkin percuma dan tidak akan mengubah apapun" Entah berapa lama Rey berbaring terkadang dia berteria mengerutu karena sesak dihatinya begitu bertimbun-timbun hingga dia akan serasa mati saat itu juga


__ADS_2