
Di sisi laian Erik menuju tempat dimana akan diadakan jual beli senjata ilegal. dihutan perbatasan antar kota, pengintain dan penyelidikan sudah hampir satu bulan. Yang dilakukan oleh intel oleh polisi militer, menyamar dalam bentuk propesi untuk mengumpulkan info yang akurat, dan mempelajari lokasi dan medan tempat yang akan dijadikan transaksi jual beli senjada.
Erik melihat jam di pergelangan tangan menujuk jam 11 malam. Mereka sudah sampai ditempat yang dimaksu sejak jam 8. Mereka melakukan penyamaran yang sangat apik, dan teroganisir dan menyatu dengan alam. Mereka sudah dilokasi 4 jam lebih tapi belum ada tanda-tanda akan ada tran saksi. Dengan sabar mereka bersembunyi di tempat pengintaian hingga jam mwnunjukan jam 2 dinihari
Erik kembali melihat jam di pergelangan tangan menunjukan 02:30 dari kejauhan ada beberapa mobil menuju lokasi. ada enam mobil berwana hitam berhenti terpat di tengah lapangan yang tidak begitu luas, dan keluar orang yang ada dalam mobil sebagian ada mengambil enam kotak yang ada dalam mobil.
Dua orang maju untuk melihat isi kotak, salah seorang membuka enam kotak yang dikeluakan tadi
" Bagai mana sesuai dengan pesanan, ini senjata terbaik dari rusia, kecepatan dan keakuratan senjata ini sudah terjamin"
" Oke. Sesuai perjanjian ini uangnya. sembilan ratus juta, dill"
Erik membri aba2 atau kode, seketika tempat itu mejadi terang benderang, misi ini misi gabungan TNI dan POLRI yang di pimpin langsung oleh Erik dari TNI dan Jhonatan dari bihak POLRI.
" Kalian sudah terkepung, serahkan diri kalian, dan angkat tangan kalian" Erik
Seruan Erik, dengan mit corong. Mereka panik dan ingin mengambil senjata yang ada di pingga mereka
" perhatikan sekali lagi angka tangan kalia, lihat laseser itu bersarang disetiap jengkal kalia, dan peluru akan menembus tubuh kalin dengan sepersekian detik nyawa kalian akan meninggalkan raga kalian" Eri
Mereka maju dengan menodonkan senjata pada para penjahat jual beli senjata. Namun walau telah terkepung mereka tetap mencari celah kelemahan mereka, tentah dari mana caranya salah seorang dari mereka menjatukan asap dan gas air mata.
Mereka memampaatkan kesmpatan itu masuk ke kemobil dan melarikan diri, hingga terjadilah kejaran yang sengit, seperti tom and jerry di dinihari itu. Erik membagi timnya menjadi empat kelompok kelomponya terdiri dari emam orang kelompok yang lain ada yang enam ada yang tujuh. Erik menyuruh menyongson mereka dengan jalan pintas dia yang mengejar dari arah belakang. Sesuai dengan printa dan waktubyang ditentukan untuk sapai mencapai simpang akan dilalui hanya 15 menit, demgan kecepatan 80 Km perjam
Mereka hampir sampai kesimpang dikatakan Rey hanya beberapa menit. Hampir sampai Jhon dan anak buahnya suda menghadang dari depan dengan gagahnya, mereka menutup jalan dengan meletakan beberapa mobil. Jhonatan dan rekan2nya sudah menghadang dengan senjata lengkap.
Namun penjahatnya sangat nekat dan tak sayang dengan nyawanya, mereka tidak berhenti malah menambah kecepatan ingin menabrak apa yang ada didepannya. Mereka tidak menghiraukan peringatan hingga baik dari kubu Erik atau dari kubu jhonata mereka melepaskan tembakan yang mengenai ban hingga mobil itu seolah menlakukan salto menimpa mobil didepannya, dan yang di depan sekali menabrak pembatas jalan dan jatuh masuk jurang dan yang tiganya menyerang mobil polisi denga peluru kendali hingga dua mobil polisinyang menghadang jalan meledak untung jhonatan berhasil menyelamatkan diri.
__ADS_1
Tiga mobil berhasil lolos dari kejaran dan satu mobil masuk kedalam jurang dan yang duanya mengalami kecelakaan parah. Erik membiarkan mereka bebas untuk pancingan untuk sampai ke pada panjahat sesungguhnya, karena kejahatan ini bukan kejahatan kecil, tapi kejahatan yang melibatkan letinggi2 yang ada di pemerintahan dan juga batang tubuh TNI dan Polri.
Erik tak mengejar karena ada angota mereka yang terluka dan cedera dalam misi ini. Hhonatan kakinya terluka karena ledakan tembakan peluru kendali yang menghancurkan dua mobil mereka. Erik melpon ambulan untuk mengepakuasi Jhonatan dan beberapa rekannya yang terluka, sembilan orang yang ada di tiga mobil yang naas itu tewas 5 orang luka parah satu luka termasuk kadar sedang 3 yang bisa dimintai keterangan. mobil yang masuk jurang semua penumpangnya tewas karena mobilnya meledak didasar jurang.
Setangah jam kemudian baru ambulan Ambulan itu datang, dengan tambahan angota untuk mengepakuasi di tempat kejadian.
" Hi bro, masi kuat" Erik
" Kuatlah bro, walau nyerinya mendengungkan telinga" Jhonatan
" Hahaha... Nanti kenak suntik oleh suste cantik hilang tu, sedang kopi yang pahit aja menjadi manis ketika melihat wanita cantik, jangan otakmu sampai mereng bila ketemu sususter cantik dan behenol. Nati kamu tak ingat tugas yg belum rampung ini, ini melihat penilainku melibatkan orang2 penting Negara baik pejabat atau TNI dan Polri. kamu harus hati-hati, maupun aku karena nyawa kita dalam baya. Kawal keluargamu dan juga keluargaku itu adalah kelemahan utama kita"
Jhonatan terdiam. Pemikirannya tak sampai kesitu, karena dia merasa kasus ini tidak akan berbutut besar ini
" Mengapa diam, ada apa?. Ada yang kamu curigai" Erik
" Hahaha... Erik gitulah, singa medan perang, hehehe... Sedikit sobong boleh lah. Dari padamu waja Arab kebarat-baratan otak lelet kayak ubur beracun" Erik
" Emang dari dulu mulutmu itu cabe rawit bar bar kayak kakakmu yang gila tapi cantik, bagai mana kabarnya, apa masi bar-bar seperti dulu. Aku rindu dengan kegilaanya. Boleh aku kerumah" Jhonatan
Erik dengan replek menendang kaki Jhonatan yang terluka
" Auu... Kamu ingin membunuhku, kamu tahu aku ingin pipis kerena sakit, kampret lu" Jhonatan
" Sorry...!"
" Sorry ... Sorry ... Kepalamu peak. Sakit tahu"
__ADS_1
" Cemen kamu. Heran aku, apa yang kalian lihat dari kakakku yang aneh, aku hampir saja mengibarkan benderah putih, dengan kelakuan kakakku itu. Kau dan ada satu lagi yang lagi dirumah sakit yang mengejar2 kakakku seperti orang gila, apa mata kalian rabun atau memang sudah gila kalian" Erik
" Kamu adeknya maka mau tak melihat sisi lain kakakmu" Jhonatan
Erik melototkan matanya
" Awas akan aku luarkan isi kepalamu dengan senjata ini" Erik
Erik mengangkat bajunya nampak sepucuk senjata yang terselip apik dipingangnya
" Kalau kau membayangkan yang bukan2 tentang kakakku" Erik
" Ya Allah. Aku harus menaklukan bodigoodnya dulu baru bisa sampai pemaisur itu... Jalan ku akan sangat sulit dari pada menangkap penjahat" Jhonatan
Tak lama datang beberapa perawat untuk mengangkat tubuh jhonatan.
" Maaf pak. kami angkat dulu, kami segera berangkat kerumah sakit" suster
" oh ... Iya silahkan" Erik
suster itu mendorong brangker Jhonatan dan memasukan ke ambulan saat ambulan akan ditutup Erik berseru
" Kakakku akan menikah minggu depan, kalau hatimu kuat datanglah untuk makan gratis, kalau kamu akan mewek kangan datang. Aku tak ada waktu untuk mengurusmu" Erik
" Aku tak akan menangis peak..! tapi aku akan melarikanya dari pelaminan. Jaga kakakmu, agar tak asa arwana mencurinya" Jhonatan
" Siap-kepalamu meledak. Tolol" Erik
__ADS_1
Ambulan mulai berjalan memecah kesunyian dinihari yang mencelam menuju rumah sakit terdekat. Erik dengan yang lain masi berada di lokasi menjelang matahari terbit memeca gelap yang mencekam, hawa dingin menggigil menusuk tulang.