HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 14


__ADS_3

Hari yang ditunggu Esy datang jua, dekor dan janur yang indah sudah terpasang. Erik sudah pulang dari luar kota hanya untuk pesta kakak tercintanya, karena hari ini adalah hari bersejarah bagi kakaknya terkadang membuatnya pusing tuju keliling dan membuat hidupnya jungkir bali, yang membuat kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Tapi dia adalah sangat menyayanginya, dia yang relah mati untuk melindunginya, dia relah menderita untuk kakaknya bahagia setelah ibu dan ayahnya. Tiga okjek yang sagat dia sayang didunia ini saat ini yaitu ibu, ayah, dan terakhir kakaknya itu.


Dari subuh kesibukan sudah nampak dikediaman Esy, muali persiapan tatanan makanan dan tempat ijab kobulnya sampai kedetail2 terkecil disiapkan sedemikian rupa agar acaranya lancar hikmat dan berkesan. Acara ijab kobulnya jam 9:30.


Sekarang sudah menunjukan jam sembilan kurang sepoluh menit. Tak lama lagi acaranya akan dimulai, penghulu sudah datang dan juga keluarga inti semuanya sudah berkumpul termasuk Rey. Rey berbaur dengan yang lain, dia harus bisa melawan hatinya, melepasnya bukan tak cinta bukan takningin memperjuangkan rasanya, tapi dia sadar bukan didirinya kebahgian orang yang dicintainya, dia akan mengantarnya saat sampai walinya mengucapkan ijab kobol janji pernikahan orang yang dicintainya.


" Bahagia lah sayang doa terbaikku mengiringimu dan selalu tertuju padamu, selalulah bahagia. Aku akan pergi setelah kamu sampai ketujuanmu, disitulah aku meletak semua harapan dan impianku akan kembali debu, karena aku memupuknya dari tiada menjadi ada. Aku perjuangkan kamu dengan segala mampu dan dengan segala keterbatasanku, terus berusaha menjadi yang terbaik, dan tiba saatnya aku harus melepasa semua rasa yang ada, menjadi tak ada jika aku mampu, kalaupun tak mampu izinkan aku menyimpan segelumit kenangan kita di hati" Rey


Rey menarek napas panjang dan menghempas untuk memberi rongga dihatinya agar sedikit lapang. Dia dikagetkan oleh tepukan di pundaknya


" Kau baik-baik saja, bro" Erik


" Menurutmu, bagai mana...? Apa ku kelihatan baik-baik saja" Rey


" Yak elah sensian amat kayak manita lagi datang bulan aja, nanya aja kok marah" Erik


" Malas mulutmu kayak kandepot bocor, bikin aku lapar" Rey


Rey meninggalkan Erik yang menertawakan deritanya. Dia malas dipandang lemah maka dia cari alasan untuk pergi.


Dikamar kamar Esy sudah selesai didandan dia pantas dimobatkan ratu, dia sangat canti dengan pul mekap pengantin, dia nampak seperti gadis yang baru menginjak usia dua puluhan, kebaya putih yang sangat indah dengan kerudung putih berendah dan bersulam warna emas walau telihat sederhana tapi tidak meninggalkan sentuhan mewah dan glamor pada Esy. Sicantik yang menyita perhatian saat itu yang masi menatap pantulannya di kaca rias.


Jam sudah menunjukan 9: 10. Namun mempelai lelakinya belum datang. Penghulu sudah menunggu di tempat ijab kobul, sedang mempersiapkan dokumen dan segala sesuatu keperluan pernikahan, keluarga terdekat sudah berkumpul untuk meyaksikan berjalannya ijab kobol janji pernikahan Esy.



Watsaap masuk di Esy. Dia melihat sipengirim tertera Ay Miko, Esy langsung membukanya

__ADS_1


*Ay Mi*ko: Maafkan aku. Aku tak bisa menikah denganmu, maafkan aku walau semua kesalahanku tak termaafkan. Aku tak bisa menikah denganmu" Miko


Seketika tubuh Esy gemetar dan hampir jatuh, untung ibu yang tak perna beranjak darinya menopang tuhuhnya hingga tidak jatuh. Esy menelpon Miko nomornya tidak aktif


" Ibu... Ibu... Aku harus bagaimana...aaakuuu... ibu... Ibuuu... Miko dia tidak akan datang dia membatalkan pernikahan ini... Ibu... Ibu aku salah apaa..." Esy


Esy bagai di sambar petir disiang bolong. Tubuhnya seolah tak bertulang lemah tak berdaya, Erik yang kebetulan mau menemui ibunya melihat kakaknya seperti itu jadi cemas


" ada apa ibu...?! Ada apa dengan kakak" Erik


" Miko membatalkan pernikahan tiba2 secara sepihak" Ibu


Ibu memberikan Hp Esy. Erik membuka WA yang dikirim miko kepada Esy.


" Akan aku bunuh, bajingan tengit itu. Beraninya dia mempermaikan kakakku, akan aku minum darahnya" Erik


Saat Rey sampai di depan kamar Esy. Dia melihat Erik keluar dengan begitu marah bercampur panik


" Erik... Ada apa...!?" Rey


" Aku akan pergi membunuh Miko, Dia membatalkan pernikahan, dia anggap apa kelurgaku. Begitu mudah mempermaikannya" Erik


" Apa...!?"


kata Rey dengan Ayah Erik. Erik berlalu dari Rey dan ayahnya. Ayahnya mengejar Erik den menghentukannya, namun dimemberontak


" Ayah... Ayah lepaskan aku. Aku akan membunuh bajingan itu. Akan aku minum darahnya, berani dia menyakiti kakakku, lepaskan ayah" Erik

__ADS_1


Air mata Erik mulai berjatuhan, karena menahan emosi


"Ayah aku mohon kali ini, biarkan aku membunuhnya... Lihat kakak Yah. Dia benar hancur... Yah" Erik


Lalu Ayah Erik memeluknya dan berkata


" Ambil hikmanya, nak. Mana sakit saat sudah menikah dia mencapakan kakakmu, tuhan sedang menyelamatkan kakakmu dari lelaki tidak baik, kita harus kuat... Agar kita bisa memberi kekuatan untuk kakakmu, tak apa nak kita malu sekarang. Dari pada kita melihat hidup kakakmu hancur ditangan lelaki seperti Miko, Ayah bersyukur penikahan ini tak terjadi, miko bukan lelaki yang baik, dia lelaki yang main api di belakang kakakmu, ayo temui kakakmu" Ayah


Ayah Erik melepaskan pelhkannya saat Erik sudah tenang


" bagaimana dengan tamu undangan, kata orang pada kakak" Erik


" Tak usa diperdulikan, kita bawah kakakmu jauh dari tempat ini, dimana orang tak akan mengenal kita disana, tempat bisa mendamaikan dia" Ayah


Rey terdiam seribuh bahasa dengan segala pemikirannya, dengan semua rasa bercampur


" Ayah, Erik izinkan aku menikah dengannya, aku mohon izinkan aku menikah dengan Esy" Rey


ayah dan Erik terhenti dan menghadap pada Rey


" Rey ini bukan main, ini pernikahan. Bukan main pentak umpet, saat kamu capek kamu berhenti dan pergi. Aku tak mau kau mempermainkan kakakku, aku siapa kamu, keluarga besarmu. Aku akan membunuh mu nanti, aku melepaskan keparat itu saat karena kakakku memerlukan dukunganku, satu saat aku akan tetap membuat perhitungan dengan bajingan itu" Erik


Rey berlutut dilantai


" Aku mohon izinkan aku menikah dengan Esy, aku tahu ini adalah pernikahan bulan main petak umpet, pernikahan adalah janji dua jiwa dengan tuhan, aku akan membahagiakannya dengan segala kemampuaku, aku menikahinya bukan karena kasihan tapi aku menikahinya karena aku benat mencintainya. Ayah aku mohon nikahkanlah anakmu denganku. Aku akan menjaga dan membahagiakannya... Aku tidak menjanjikannya tapi aku akan membuktikannya" Rey


Darma ayah Erik mengahampiri Rey dan membatunya berdiri.

__ADS_1


__ADS_2