HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
bab 3


__ADS_3

Dengan kesal Esy membalikan tubuh cowok itu hingga menghadapnya. tampa basa basi dia mau mengambil HP di saku celana tapi bukan semuda yang di pekirakan Esy. cowok itu kembali menelungku.


"berikan padaku begok, kampret, sialan"


"Abilah kau bisa, kalau kau bisa untukmu sekalian HPnya"


" Begok kau jangan menyesal...ya"


Esy kembali membalikan tubuh cowok itu hingga telentang dengan tidak pikir panjang dia menduduki paha cowok itu dengan tangan Esy ingin menyelusuri saku celana cowok itu.


" Ya Allah... kakak... Rey"


Erik mematikan TV dan Lopsiker yang memekakkan telinga. Rey pun terdiam memegangi tangan Esy dan melihat posisi mereka, cepat dia duduk hingga membuat waja mereka sangat dekat. membuat jantung Rey berdetak begitu cepat dan waja memerah.


" Buuuk..."


" Aauuu... kau ingin merusak hidungku. kau ingin merusak ketampananku...aaah dasar gadis gila"


posisi mereka masi sama Esy berada diatas paha Lelaki yang bernama Rey


"Rasain... Emang enak"


"kakak... ya Allah ya tuhan... mengapa kau kasih aku kakak perempuan yang hancur kayak gini, aku susah membedakannya dengan orang gila"


" Apaaa...!? kau mengatakan kakakmu susa membedakan dengan orang gila"


ibu mereka datang dari dapur


" Astakpirulloh...Esy...!? kau Apain Anak Rey... mengapa kau mengerayangi dia... lihat kau seperti orang gila habis ngamuk"


" ah...ah...hahaha... ya Allah mimpi apa aku semalam, nasipku sesial ini, hari ini. iiibuu... aku bukan mengerayangi bocak ini aku hanya ingin mengambil HP di saku celananya. dia mengambil photoku"


" Buat apa aku mengambil photomu... lebih banyak yang indah2 untuk aku photo, mengapa aku mengambil photo kamu yang tak lebih kurang dari orang gila ... mebuat HPku Heng dan Errol"

__ADS_1


Rey menimpali ucapan ibu dan adeknya


"Kampreeet... sial tak ada satupun yang mengerti"


tangan Rey masi memegang pergelangan tangan Esy. sudut bibir Esy melekung sedikit senyum yang tak bisa diartikan.


"aaawww... sakiiit..."


Esy menggigit lengan Rey begitu kuat hingga mengeluarkan darah sedikit dan membekam semua bekas gigitannya. hingga tangan Esy terlepas dan dia berdiri dengan cepat


" hahahaha... rasain main dengan Esy. huh... week"


Esy menjulurkan lidahnya. dan mengibaskan kra bajunya bertanda dia memenangkan keributan


" Kakak... bukan drakulakan"


"Aku akan jadi drakula mengisap darah boca monyet ini"


Esy menyengol Erik hingga menyikir dari menghalangi langkahnya. ibunya hany bisa mengeleng kepala memandang anak peremuan satu-satunya dengan tingka afrutnya terkadang menjengkelkan tapi akan sangat sepi bila dia tak ada, di manapun dia berada pasti akan ada-ada saja kekonyolan dan kejengkelan yang dibuatnya. walau demikian anak gadisnya berhati baik dan lembut, dia akan bersikap dewasa dan bijak menyikapi segala masalah yang dihadapinya. dan dia tak akan segan2 memberi solusi dan bantahan saat semuat terasa salah. tapi terkadang tertutupi oleh sikapnya yang afrut dan kekanakka.


Ibunya masi ingat waktu Esy masi kecil saat duduk di bangku SD, bisa dibilang tiap hari dia akan mendapat surat pangilan karena tingkahnya yang mengganggu teman dan membuat usil dengan guru hingga guru2 hapir menyerah dan tak mau berurusan dengannya.


Bagai manapun tegas dan disiplin ayahnya seorang TNI. tapi tetap takluk dihadapan Anaknya ini, entah gen siapa yang mengalir pada anaknya itu hingga dia begitu Afrut dan bandel tak ketulungan, seorang wanita lagi ibunya menghirup oksigen untuk mengisi paru2 parunya yang sesak, lalu menghembuskan dengan berlahan melihat ulah anak perempuanya yang seharusnya sudah menikah dan punya anak, wanita sebayanya suda punya anak. ada yang dua atau tiga, anaknya boro-boro punya anak menikah saja belum, tak ada cowok yang mampu mendekatinya kecuali miko. tapi sampai sekarang belum ada tanda2 akan menuju hubungan serius.


Erik menghampiri ibunya dan merankur bahu ibunya


" Ibu yang sabar ya"


Ibunya hanya tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri. dia menoleh ke Rey yang masi memegangi lengannya, Erik dan ibunya menghampiri Rey dan melihat bekas gigitan Esy


" Mengapa kamu cari masalah denganya, kamu merima akibatnya"


Erik berjalan mengabil kotak p3k yang ada dalam almari TV.

__ADS_1


" Singsingkan lengan baju kamu, kedepanya kamu jangan cari masalah dengannya dia tak akan segan-segan menyakitimu... dia tak mengenalmu"


Ray menghembuskan nafas panjang


" Sedikit saja tak mengenalku"


" Dia sangat susa mengingat sesuatu apa lagi masa yang sudah lama berlalu, kau hanya boca SD yang mungkin tak perna dianggap ada olehnya"


" aauu... sakit kau tak bisa pelan sedikit. sakit tau"


" Dasar anak Momi"


" Kamu boca SD yang selalu nempel pada Esy, kayak prangko. wuiiih dah besar dan ganteng dan tampan, pastilah banyak cewek cantik yang mengejarmu. pilih salah satu..."


Lalu memandang Erik dengan tajam


"Mengapa ibu... melihat aku seperti itu"


lalu ibunya melanjutkan kata-katanya yang sempat tergantung


" Jangan seperti dua manusia yang ada diruma ini, jadi bujang lapuk dan perawan tua. yang membuat ibu sakit kepala memikirkannya, ini satu dah jadi tentara yang mendapat penghargaan... eh... tapi tak bisa mendapatkan mantu biat ibu"


" Ibu... mulai lagi. aku nunggu tu drakula nikah dulu baru aku nikah"


" Ah... Alasan bilang aja kamu tak laku, waja bolehlah, pekerjaan okelah... tapi tak satupun cewek yang kecantol ma kamu, Anak Rey jangan dingin ma cewek, jangan jadi seperti pria ini sedingin balok Es"


karena kesal Erik menguatkan tekanan kapas pembersi luka di lengan Rey


"Aauu gila... kau ini ingin mengobati luka ku atau kamu mau buat lukaku ini makin dalam"


Rey berwaja masam menahan peri larena Erik membersikan lukanya. dia tersenyum melihat kehangatan dan kekonyolan keluarga ini, Erik tentara dingin dan membawa hawa ketegasan yang yang tak bisa dibanta. tapi dia akan terlihat lembut, lucu, dan konyol bila suda berada ditengah2 keluarga, seolah dia orang yang tak mempunyai jabatan seperti orang bias2 saja, ayahnya seorang pensiunan panglima TNI yang tegas dan didikan keras dan tegas tapi selalu tunduk pada printah dan keinginan anak gadis satu2nya. afsrut pembuat kekacauan minta ampun, ibunya yang bawel tapi hangat dan penyang.


Rey serasa bahagia dan hangat berada di dalam keluarga ini, dia sangat merindukan keluarga ini saat dia seolah diasingkan oleh orang tuanya untuk menjadi orang yang dituntut sempurna perfek, dia seolah tak merasakan kehangatan berada di tengah2 keluarganya. tapi dia tetap bersyukur atas yang ada didirinya, takdir manusia taklah sama, mereka bahagia dengan persi mereka masing-masing. dikeluarga Erik Ada cewek yang terus menariknya seperti maknet untuk tetap datang kekeluarga ini, cewek yang baru memberi tanda dan cap yang sempurna dilengannya.

__ADS_1


__ADS_2