
Erik yang dari datang tak jadi masuk membiarkan kakaknya dan Rey. Dia yakin Rey masi mengharapkan kakaknya. Apa sebesar itu cinta lelaki itu pada kakaknya, apa tak ada sekali saja hatinya tersentu oleh wanita lain.
Apa yang dilakukan oleh kakak gilanya itu pada lelaki tampan seperti Rey, kaya dan terpelajar itu hingga tak mampu berpaling, tapi dia mengakui kakaknya memang gila dengan segala tingka lakunya konyol dan bar bar yang tak bisa diterka. Setiap saat ada saja kekonyolan dan keanehan yang dibuat yg tak terbayangkan oleh logika, walau demikian kakaknya wanita yang tampil apa adanya, tak pandai bermanis2 dia akan bersinar dengan apa yang dia miliki, dan juga mempunyai hati yang tulus.
Erik tidak melarang dan tidak mendukung lelaki itu untuk mendekati kakaknya, dia tak ingin mendukung karena kakak dan lelaki itu seperti langit dan bumi, dan lagi kakaknya lebih tua beberapa tahun. Dia tak ingin kakak gila kesayangannya itu terluka, dia tidak akan perna relah, apapun kata orang pada kakak perempuanya banginya adalah kakak perempuanya yang diratukannya, Maka dia prisa terdepan untuk kakaknya.
Saat Rey melihat kakaknya sudah selesai mengolesi tubu Rey baru dia mengetok pintu
tok...
tok...
tok...
" Assalamulaikum..."
" walaikummusalam... Mengapa baru data. Aku suda lapar mengurus boca gorila ini"
" Apa... Sudah aku bilang aku bukan boca, Aku sudah dewasa" Rey
Erik menengahi pertengkaran mereka
" Yayaya ... Semua orang tahu kamu udah dewasa, kalau sudah dewasa mengapa kamu sampai lergi kayak gini. Sudah tahu makan udang buat kamu elergi bahkan mengancam nyawamu, kamu masi memakanya, itu yang dibilang dewasa" Erik
" aku tidak sengaja memakannya, kalau aku tahu mana aku mau" Rey
" Makanya jangan nyosor, kayak bebek" Esy
" makanya jangan asal comot aja, makanya kualat kamu" Timpal Erik
"Benar tahu kualat tu... kamu tu beleng... Tau beleng... " tinpal Esy
" Apa beleng tu..." serempak Rey dengan Erik
" hahaha.... nggak tau beleng... Dongok... Hahaha ... kalian berdua dongok kayak sapi ompong" Kata Esy ketawa terpingkal
__ADS_1
Rey dan Erik memukul dahi masing melihat ulah wanita bar bar dihadapan mereka
" Ibu... Ibu ngidam apa saat hamil kakak. Dapat kakak kelakuannya seperti ini...Ya Allah lama kelamaan aku benar2 gila...!" Kesal Erik
"Hahaha... Ibu pasti ngidam makan buaya... Hahaha, begok yang atu seperti burung onta yang suka nyosor and begok yang atunya kaya beruang kutup... Hahaha... dua duanya sama2 begok. Udah ah mana makanan yang aku pesan" kata Esy sambil menengadakan tanganya.
Erik memberikan kantong makanan yang dibawanya kepada Esy. Esy menuju sopa dan meltakan makanan yang dibawah Erik ditasa meja yang ada dihadapanya. Esy sebelikan nasi padang dan beberapa bungkus dangan lauk pauk yang berbeda-beda, lalu dia membukanya dan ingin menyantapnya
" hei gorila, dan pewira dodol kalian juga mau makan" kata Esy
Melihat Erik Dengan Rey keduanya masi bengong. Seperti habis di sambar geledek, seolah keduanya kurang konek di hadapan Esy.
"Aku lapar ingin makan, tapi disuapin ya" Rey
Erik yang melihat sahabatnya kemanjaan sama kakaknya yang aneh dan bin ajaib itu. Apa benar-benar buta cinta itu, hingga seaneh dan seajaib apa kelakuan orang yang kita cinta tetap saja dia yang terbaik, Aku dapat melihat dimata Rey. Aku tak tahu apa kau akan mampu menata hatimu kembali. Rey melihat itu
" Apa aku begitu tampan hingga kamu terus memandangku, nanti kau jatuh cint padaku... Iiih ogah... bok" Rey dengan gaya melambai
" Ya...Allah. Mimpi apa aku semalam, punya tema. Kok... Gini amat. Kakak dengan temanku keduanya amit-amit. Lama2 aku bisa jadi demit. Aku lihat kamu karena lelaki begok dan gila, lebih baik aku pergi saja, lama2 aku ketularan gila dan begok kalian berdua" Erik
" ogah....Aku tak mau pewira kampret ini yang menyuapin aku. Aku pengen kamu yang menyuapin aku, nanti takutnya dia membelok jadi suka ma aku" Rey
platok..
" rasakan, sakit. Bangun bro tidurmu terlalu miring, tak ada jatuh yang tidak sakit kecuali jatuh dalam pelukan kekasih" Erik
"kamu ingin membunuhku, adek demgan kakak suka melakukan KDRT. Sakit tauui" Rey
" Manja sekali kamu jadi orang, malam ini sampai pagi mobilmu menjadi milikku" Erik
"Awas jangan samapi lecet, kamu harus ganti rugi, aku harus makan dirumahmu selama sebulan, dan kau harus bersih2 rumahku selama sebulan. Ini mobil kesayangan aku" Rey
Esy tak peduli lagi perdebatan dua orang dewasa. Dia membuka nasi padang lalu memakannya dengan sangat lahap. Dia seolah lepas dari hiruk pikuk disekitanya, dia seolah didunia dimana ada dirinya dengan nasi padang itu. Dunianya tuli, dan buta pada sesuatu yang ada disekelilingnu. Hp Erik berdering
" Hallo... Ya ada apa pak"
__ADS_1
" Kamu datang. Ada dokumen kamu yang kurang dalam penetapan dinas kamu"
" baik aku akan kekantor" Erik
Erik mengahampiri Rey yang masi berbaring dengan waja gembulnya dengan bibir doer, seperti mulut bebek
" hi bro. Cepat sembuh aku tinggal dulu ada keperluan lain. Mobilmu jadi hak milikku sekarang, kak jangan biarkan anak manja ini kelaparan, aku pergi dulu" Erik
" Hum. Hati2" Esy
Esy melanjutkan makannya. dia memang sangat lapar tak banyak bicara . Dia pokus pada makanan yang ada dihadapannya. Erik neninggalkan ruangan itu. Menuju kantornya muntuk melengkapi kekurangan dokumennya.
Rey melihat Esy makan dengan lahap. Membuat dia juga ingin makan, dia belum makan dari siang. Insiden dibalik ciuman membuat dia hanya makan beberapa suap saja.
" Aku juga lapar, tega amat makan sendirian suapin. Napa, aku tak bisa makan sendiri" Rey
" Kamu lapar juga ya... Siapa
mau peduli... Yang penting perutku terisi dah tu... Kasian de lu" Esy
" Ya Allah aku lapar sekali, dari tadi siang hambaMu ini belum makan, makan di timpa musibah hingga sekarang hambaMu dalam keadaan Lapar, mau makan tak ada orang yang mau kasih makan dan menyuapin" Rey
Rey memasang waja menghiaba seperti anak yang sedang merajuk tidak dibelikan mainan, Terus menatap Esy yang sedang mencuci tangan diwaspaper.
Esy mengambil satu bungkus nasi lalu memasukan kedalam piring yg disediakan dikamar rumah sakit itu. Dia memasang waja cemberut menghampiri Rey, yang masih dengan waja menghibanya.
tok...
tok...
tok..
"Makanan..."
" Silakan masuk..."
__ADS_1
Pintu terbuka masuklah dua orang pengantan makanan pasien yang sedang dirawat inap