
Mobil Rey memasuki sebuah pekarangan luas dan mewah, berhenti tepat pintu masuk utama rumah mewah itu. Esy grogi dan takut karena melihat kondisi rumah bak istana dalam dongeng sinderelah, semua penicur dan prabotan serba artistik juga mewah yang sunggu berbeda dengan rumahnya yang sederhana. Sungguh bagai bumi dan langit, semakin dia tak pantas bersanding dengan Rey, mana lagi usianya yang berbeda.
Pintu utama terbuka. Dan beberapa pembatu menyambut mereka
" Selamat datang tuan mudah dan mona" Art
" ya. Mama dan papa ada...?" Rey
" ada tuan mudah, diruangan keluarga" Art
Rey membawah Esy keruangan keluarga
" siang ma, pa" Rey
sontak kedua orang seperuh baya itu melihat kearah suara
"hooo... Pulang juga. mama kira kamu sudah lupa jalan pulang" mama Rey
Mama Rey berdiri karena melihat seorang wanita yang ada disisinya
" Kenalkan ma. Dia Esy istriku" Rey
"Anak tentara miskin itu, yang membuat kamu menolak Alika" Mama
Mendengar perdebatan ibu dan anak Esy menundukan kepalanya. Dia merasakan tangan Rey mengenggam tangannya dengan eratbseolah memberi kekuatan dan keyakinan. Lalu ayah Rey ikut berdiri sisi ibunya, meperhatika Esy dari atas sanpai kaki
" Apa menariknya wanita ini, apa logikamu sudah mato karena cinta, hingga kamu begok dan tolol" Ayah Rey
Ayahnya menghampiri putranya
"plaak"
" Anak tak berguna..." ayah rey
Rey merasakan pipinya serasa terbakar. Tapi tak sesakit hatinya ternyata waktu tak mengubah keras hati orang tuanya. segala sesuatu mereka bandingkan dengan uang dan kekayaan serta stata sosial
lalu Ayah Rey memandang reme dan memandang rendah kepada Esy
" Hey gadis miskin. Kau apakan anakku, hingga dia seperti orang gila dan bodoh, berpisalah dengan dia" Ayah
" Papa perlu papa tahu. Samapai kapanpun aku tidak akan meninggalkan dia, dia istriku ibu dari anak-anakku" Rey
" Baik lah mulai detik dan waktu ini kau tak lagi anak, dan namamu akan dihapus di kartu keluaga, kami tak sudih punya anak sepertimu. Tak berguna" ayah rey
Air mata jatuh di mata Rey. Genggaman tangan Rey makin kuat mengenggam tangan Esy. Dia mencari lekuatan untuk dirinya
__ADS_1
" Ternyata papa tak juga beruba, kalian bedua memang sudah gila dengan harta, tahta dan status sosial. Aku memang tak perna ada dalam hidup kalia, aku hanya beban bagi kalian. Dari aku bayi ibuku bukan kalian tapi bak Atik. Art yang memberikan aku cinta dan kasih sayang dengan tulus, yang mengajari aku betapa berartinya sebuah ikatan saling mencinta dan saling menghargau" Rey
" hahaha... Kalau bukan karena kami kamu tak akan hidup enak, uang, pasilita yang membuat semua orang iri padamu, belum cukup... Hah" Ayah Rey
Rey menghapus air matanya, lalu dia menatap kedua orang tuanya
" hahaha... Pantas saat aku hampir mati satu bulan aku dirawat dirumah sakit, tak sekalipun papa dan mama datang mebemuiku. ma pa... Aku tak butuh itu, aku hanya butuh kasih sayang kalia. bukan uang dan uang semua itu tak bisa menganrikan kehadiran mama dan papa dihidupku" Rey
Esy memandang nanar kewajah Rey suaminya, setidak beruntungnya dia kah. Dia sangat berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang memberi kasih sayang padanya walau hidupnya membuat ulah masalah dan kekonyolan, diamengenggam tangannya ditangan kekar suaminya.
" tinggalkan wanita sialan ini. menikahlah dengan Alika, yang akan mendukung bisnis dan perusahaan kita. kalau tidak kau bukan anakku lagi... Dan.." papa Rey
Ayah Rey melihat dan mengambil sesuatu dari sakunya ternya Cet dan dia menulis bebrapa angka, dan melemparkan kewaja Esy
Esy mengambil dan melihatnya dan memberikannya pada Rey
" Maaf aku tak akan meninggalkan suamiku, walau kau beri aku seluru yang tuan punya, aku tidak akan menukar suamiku dengan semua itu" Esy
Ayah Rey ingin memukul Esy
" Jangan menyentu istriku. Ayo kita pergi" Rey
Rey membawa Esy pergi, belum beberapa langka merekq meninggalkan tempatnya
" Tunggu... Tinggalkan semua pasilitas yang aku beri padamu" Ayah
Rey mengeluarkan dompet, kunci mobil dan semua yang dirasa yang di inginkan orang tuanya. Dia berbalik menuju Esy dan ingin meninggalkan ruangan itu
" Tunggu, hemponmu juga itu adalah milikku" Ayah Rey
Rey merogo sakunya dan mengambil hemponnya dan mengabil kartunya, mengahapus memua data yang ada dalam hemponya.
" Ini semuanya aku kembalikan, terimah kasih semuanya, ayo sayang kita pergi" Rey
Rey mengenggam tangan Esy dan pergi menuju pintu keluar
" Rey aku tawarkan sekali lagi, tinggalkan wanita itu semua jadi milikmu, dan menikahlah dengan Alika" Ayah Rey
" Maaf aku tak akan menukarkan istriku, dengan harta" Rey
Rey menjawab tampa melihat Ayahnya dan pergi
"Saat kau keluar dari rumah ini, kamu bukan anakku lagi. Aku tunggu kamu untuk kembali, setelah kau selesai bermain dengan wanita miskin itu" Ayah Rey
" Terimah kasih, tapi aku tak akan perna meninggalkan istriku, maka aku tak akan kembali keruma ini" Rey
__ADS_1
Rey benar2 pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya. Mereka talah berjalan cukup jauh. Esy hanya mengikuti langkah Rey, tangannya masi di genggam erat oleh Rey, dia hanya diam saja dan mengikuti. Dia tahu perasaan suami berondong, sedang berkeping2 seperti seperti kaca pecah seribu. Mereka berhenti di bawah pohon
" Capek..." Rey
" Banget..." Esy
Esy mendudukan pantatnya di rerumputan dan keringatnya berjatuahan di wajahnya. Rey menatap Esy lalu tersenyum
" terima kasih..." Rey
" Untuk apa...?" Esy
"Kamu tak mengabil cek itu dan memilih ku ...?" Rey
" Sini... " Esy
" Thook..."
Rey memegang dahinya
"kamu kira aku akan menjual suamiku, gila kamu...?" Esy
Mendengar itu Rey langsung memeluk Esy
" Terimah kasih, kamu menganggapku sumimu, aku mohon tetaplah bersamaku. Aku akan memberikan hidupku padamu, dan hutangmu lunas. Sekarang kamu tinggal menjalankan hidup dan menghabiskan sisa hidup kita berdua, dan anak kita nanti"
Esy mendorong Rey. Dan menatap Rey
" Aku hutang apa padamu, aku rasa aku tak perna berhutang padamu..." Eay
" hutang nikah, waktu SD kamu kamu beehutang untuk menikahi aku, karena kamu mengambil ciuman pertamaku. Dan sangat manis sekali dan hangat, aku suka, cium dong" Rey
" Apaaa...?!"
Esy menjambak rambut Rey
"Dasar otak mesum... Masi sempatnya otak dodol ini memikirkan hal seperti itu sekarang, aku haus tambah haus olehmu..." Esy
Esy masinterus menjambak rambut Rey dengan kesal dan jengkel
" Aauu... Lepaskan sakit. Tahu, kamu ingin membunuh suamimu ini, kamu ingin mau jadi janda ya... Lepaskan" Rey
Esy melepaskan jambakanya dirambut Rey
" Aku haus...?" Esy
__ADS_1
"Iya... Iya...pinjam hpmu" Rey
Esy mengeluarkan hp. Dan Rey memasukan kartunya ke hp Esy dan menghidupkanya dan menelpon seseorang dan memberikan alamat mereka.