HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
Bab 21


__ADS_3

Mau hampir masuk magrip. Mobil yang di tunggai mereka memasuki sebuah halaman luas dan indah tertata dengan rapi juga asri, akan sangat nyaman untuk bersantai. Esy terpaku melihat taman indah dan juga pepohonan yang rindang. Seperti rumah impiannya sejak kecil, ruamah yang selalu ada dalam ruang kepalanya.


Mobil berhenti di depan pintu utama. Rey membuka pintu kemudi dan aku masi tak beranjak dari dudukku, rey memutar dari depan untuk membuka pintu dimana aku masi duduk tak bergeming


" cepat lah, kamu tak sholat magrib waktu dah mau habis" Rey


" Iya" Esy


Esy langsung turun, Rey langsung mengandeng Esy masuk kerumah menuju kamar


" semua kebutuhanmu dada di lemari dan mukena juga ada disana, kamar mandi ada disana kebutuhan mandi sudah ada didalam, aku kedapur selesai sholat langsung keruangan makan aku mau siapkan makan malam" Rey


"Kamu tidak sholat. Ayo sholat berjemaah, imamin aku" Esy


Rey mengahampiri Esy dan mencium dahi Esy


" Maaf aku belum bisa mengimamimu, aku lupa bacaan dan bahkan gerakannya, dan aku tak tahu kapan aku melaksanakan kewajibanku, mulai sekarang tolong ajari aku dan bimbing aku. Aku akan berusaha menjadi imammu yang baik, sholat lah aku tunggu diruang makan" Rey


Rey keluar dari kamar menuju dapur dan mempersiapkan menu makan malam. Sedangkan esy melakukan ritual mandi dan langsung menunaikan kewajibannya kepada sang pencipta yang maha hidup.

__ADS_1


" ya Allah yang maha mempunyai segalanya, yang maha kaya dengan segala kasihnya, andai ini jalan yang terbaik kau pilihkan untuk hamba. Aku akan menjalaninya dan bimbing agar kuat dan tegar. Andai dia jodoh dan suami terbaik untukku, berilah ridoh atas apa yang kau gariskan pada kami, dan berikanlah keberkahan hidup buat kami... Aaamin"


Esy menutup doanya, melipat mukema dan sejadanya, dia langsu menuju ruangan yang diperuntuk untuk mengisi kampung tenga. Esy duduk di kursi melihat Rey yang masi sibuk berkutat menyelasaikan masakannya yang hampir selesai


"Mas, kamu masa apa...?" Esy


Rey yang sedang sibuk bergelut dengan wajan peralatannya terpaku dan menatap Esy


" Mas kamu masa apa, yak elah budek... Mendadak ni orang" Esy


" Kamu bilang apa...?" Rey


"Terimah kasih telah memanggilku, mas" Rey


Kebetulan yang tinggal mematangkan sayur dan semuanya sudah selesai proses masaknya Rey berjalan menghampiri Esy lalu memeluk mencium kening Esy cukup lama dengan segenap rasa yang membunca dan ingin meledak di dadanya


" panggil aku dengan mas sudah lebih dari cukup bagiku, lihat dan pandang aku, cobalah kau buka hatimu secara berlahan beri celah untuk aku tempati dihatimu, berharap suatu saat akulah yang bertahta di sini" Rey


Menunjuk dada Esy. Tangan satunya masi memeluk pingga Esy dengan erat

__ADS_1


" aiiss... Lebaynya. Buat aku makan lapar saja" Esy


Rey menarek kursi meja makan mempersilahkan Esy duduk, Esy duduk memperhatikan gerak geri Rey.


"Kamu bisa masak...?"


" humm, kamu tak pandai masakan, dan tidak suka berkutat dengan peralatan masak, tapi tak apa aku bisa memasakanmu, dari pada aku keracunan oleh masakanmu" Rey


"Dasar, baru memuju langsung menjatukan, aku lapar. Nanti mas yang aku kunya" Esy


"Aku iklas bila kau yang mengunyaku, aku serahkan diriku bulat-bulat padamu, sayang" Rey


Bicara sambil menghidangkan sayur dan keperluan untuk bersantap malam dari pintu masuk ruangan makan yang disatukan dengan dapur


" Wowww... Ayah masak apa..." Vian


vian melihat hidangan yang tertata yang sangat mengoda selera


" Wowww.... Makan kesuakaan ku..." Vian

__ADS_1


Cepat duduk. makan lengsung istirahat. lalu mereka makan menikmati hidangan


__ADS_2