HUTANG NIKAH

HUTANG NIKAH
bab 5


__ADS_3

Minggu yang di tunggu perjanjian datanya orang tua miko. lamaran yang sangat sederhana dan tidak mengundang siapapu kecuali keluarga kedua belah pihak, karena miko yang menginginkannya, acra lamaran itu berlangsung begitu hikmat dan sangat membahagiakan bagi Esy.


Tapu tidak bagi Miko, waja kelihatan banyak masalah, Miko duduk dikursi panjang ditaman samping rumah.


"Ada apa...?"


Esy duduk di samping Miko, seolah Miko tidak mendengarkan dan tak menyadari kehadirannya


"Baaah..."


"Ya Tuhaan, kamu buat aku jantungan, kamu mau aku mati ya..."


" Ya aku jadi janda sebelum ijab kabul donk, ah aku bisa semakin lama jadi perawan ..."


"sayang... ada apa....!?"


" Seharusnya aku yang tanya kamu. kenapa...? kelihatannya kamu tak menginginkannya ada apa...?"


Miko menggenggam tangan Essy dan menatap mata Esy, dia menghela bapas dan melepaskannya dengan berlahan


" Ada taik mata sebesar telur angsa... hahaha..."


" iiih kesal- kesal, rese banget...!"


" Cup...cup...jangan ngambek nanti cantiknya hilang di makan tikus... sini aku peluk..."


"Ogah... maunya. aku sedang kesal sekali"


Miko memegangi bahu Esy lalu berkata


" Aku bahagia saat ini. karena aku bisa mengikat kamu, aku ingin selalu ada disisimu dan ingin menua denganmu... tapi aku merasa takut, mana tahu akan ada waktu membuat aku tak bisa bersama kamu... Andai itu terjadi aku minta maaf terlebih dahulu"


" Ada apa denganmu... apa kamu ingin meninggàlkan aku...?"


"Hei siapa yang akan meninggalkanmu"


pembicaraan mereka terhenti saat ada suara yang memanggil mereka


" kakak, abang... disini kalian rupanya ayah suruh masuk"


Erik berjalan menuju mereka berdua. saat mereka berdua akan masuk


" Kakak masuklah dulu. aku ada yang ingin dibicarakan dengan abang sebentar"


" Baiklah aku duluan"


Esy menghilang masuk kedalam rumah mereka duduk di kursi panjan. Miko membuka pembicaraan terlebih dahulu

__ADS_1


"Kapan pulang dari lebanon, habis ini ditugaskan kemana...?"


" Sudah hampir dua minggu, aku mungkin akan menetap dan ditugaskan di sini, dekat dengan rumah"


" Syukurlah... Oh ya apa yang ingin kamu bicarakan"


"huuh..."


Erik membuang napas panjang dan memandang lurus kedapan


" Aku ingin bicara tentang kakakku, seburuk apapun, semenyebel apapun, apapun tentang kakakku dia adalah kakakku aku yang selalu siap untuk membelanya. tetangnya aku tak ingin sedikitpun dia menangis itu untukku atau pun itu karena abang, dia adalah kakak yang akan aku lindungi apapun caranya sekalipun itu dengan nyawaku"


lalau dia memandang ke arah Miko hanya membuang pandangannya kedepan dia tak ingin memandang Erik lalu Erik ke memandang lurus kedepan dan berkata


" Abang mengerti apa yang aku katakan, aku bicara antar lelaki. aku ingatkan dan aku tak akan main2 dengan apa yang aku ucapkan, saat abang menyakiti melukai baik secara fisik atau non fisik. Abang berhadapan dengan aku, aku tak akan segan2 melenyapkan abang"


Miko memandang Erik dangan pandangan dan senyuman sinis


" Huuuh.."


Miko menghembuska napas


" Aku tahu kamu dari awal tak perna menyukai aku dengan kakakmu"


"walau demikian aku tak perna mel


arangmu... selagi kamu tak menyakitinya, ingatlah sebagaimanapun dia adalah kakakku, aku takan biarkan siapapun menyakitinya, membuat dia menderita, dan bersedih. aku katakan aku sebagai adek, juga bertindak sebagai abang, ayah, saudaranya, saat kamu menyakitinya baik secara batin dan andai kamu melukai firiknya aku tak akan segan-segan akan melenyapkanmu, ingat itu. aku tak perna main-main dengan ucapanku, aku memang tak menyukaimu tapi aku tak membencimu"


Rey


"Hey begok kok lama kali angkatnya"


Erik


"Ada apa... menganggu aja. aku lagi sibuk"


Rey


"Kampret apa kau sedang dinas, maaf kalau gitu"


Erik


"bukan sekarang aku izin karena dirumah ada pertunangan kakakku"


Rey


" Aaapaa...?"

__ADS_1


Erik


"Pertunangan kakakku... hahaha... mengapa kamu sekaget itu, jangan patah hati dan bunuh diri karena wanitamu memilih orang lain"


"Hallo Rey... kenapa diam"


Rey


" Hahaha siapa yang patah hati, oleh orang gila seperti kakakmu itu. aku punya bule cantik bohai dan bahenol dia punya bodi"


Erik


"Kampret kamu Rey, walau dia konyol dan menyebalkan dia wanita dan kakakku yang paling baik, kakak yang rela kelapan untuk adeknya bisa makan kenyang, kakak yang rela memberikan sebagian uang jajannya untuk adenya. Hahahaha sukurlah kamu tak akan mengurung diri lagi bermingu-minggu lagi... hahaha tak perlu membujukmu untuk makan, saat itu kau lelaki patah hati yang sangat menyedihkan...


Rey


"o...ya ada apa kamu menelpon aku, mau ajak kamu main futsal, lanjutlah acaramu, mengapa kamu tak mengundangku... begok amat kamu... udahlah"


tampa aba-aba sambungan terputus


"kampret satu ini tak perna berubah semaunya dan sesukanya memutuskan... udahlah emang aku pikiran"


Erik mengerutu dan bergumam sendiri, kemudian dia berjalan bergabung di meja makan.


Selesai makan mereka kembali keruangan keluarga


" Kita adakan ijab kobulnya dan resepsinya dua minggu kedepan, cepat lebih baik untuk hal yang baik... bagaimana"


Ayah miko mebuka pembicaraannya.


"saya setuju dan mengikuti mana baiknya saja, untuk yang baik itu lebih baik di pecepat"


Hening sejenak. Miko hanya diam dia seolah menyipan kegundahan dan kegalauan dihatinya tiada seorang pun yang tahu hanya dirinya dengan tuhan yang tahu. Miko di kaget saat pertanyaan ayahnya mengara padanya karena dari tadi dia memang tak tahu apa yang orang-orang bicarakan


"Miko bagaimana menurutmu..."


Orang yang ditanya hanya diam saja seolah dia tak mendengar apa-apa. Esy yang duduk di sisinya menyikitnya, Miko yang merasa terganggu


" Ada apa sih, yang…?"


dengan cepat Ayah Miko berkata


"Miko penikahanya akan dilakukan minggu depan tanggal 21 bulan ini bagai mana…?"


"Apaa...!?"


"Ada apa denganmu Miko, kamu mau mengundur-undur waktu lagi Miko"

__ADS_1


"Ti...tidak aku hanya mengikut ayah, mana baiknya"


Lalu Miko menunduk, seolah dia menetralisir kegundahannya, Erik memperhatiakan Miko dari tadi, dia merasa Miko sedang menyembunyikan sesuatu pada Esy, pada kelurga Miko sendiri, padanya dan keluarganya. membuat hatinya semaki tak suka, walau demikian dia berusaha untuk tidak membenci Miko. Entah mengapa dari awal dia tak perna suka dan dia tak perna punya alasan untuk hatinya, dalam hati dia berharap hatinya salah dalam menilai karena hatinya selalu berkata Miko bukanlah lelaki yang tidak baik untuk kakaknya. Erik berharap kakaknya satu-satunya mendapatkan kebahagiaan dalan rumah tangganya dan berharap penilain hatinya salah, dia ingin melarang kakaknya dia tak punya dasar untuk melarangnya karena dia tak menemukan kesalahan Miko selama ini, karena dia tak banyak waktu cukup untuk menyelidiki Miko, dalam hati Erik berdoa agar kakaknya mendapat yang terbaik dan mendapatkan kebahagian dalam kehidupannya dengan orang yang dicintai dan dibanggakannya.


__ADS_2