
Esy melongo seperti kerbau bengong melihat klise kejadian dihadapannya
" Ayo... Katanya kamu lapar, jangan bengong aja nanti ada yang lewat" Ray
" Dia siapa... Mengapa kamu memanggil kamu papa" Esy
" Panjang ceritanya. Kita makan dulu, sudah hampir makan siang, aku juga haus dan lapar" Rey
Rey menggenggam dan membawa Esy menuju mobil. Rey membukakan pintu mobil dan mepersilahkan Esy masuk baru dia menuju belakang kemudi, berlahan mobil meluncur membelah jalan menjauh dan semakin menjauhi rumah orang tuanya, orang yang melahirkan dan menghadirkannya di atas dunia ini. Akan tetapi dia tak perna dianggap ada. Mereka membuangnya dengan cara yang manis, dengan kedok pendidikan yang bergengsi dan tinggi. Bagaimanapun hubungan orang tua dan anak tak akan mengubah apapun. Tetap saja mereka orang tuanya tidak ada matan Ayah dan matan ibu, sekuat apapun mereka menolak dan dia mengingkarinya mereka tetaplah orang tuanya.
Mereka sampai di sebuah kaffe mewah, bagi Esy ini adalah pertama kalinya menginjak kaffe semewah ini
" Ayo cari yang lain aja, pasti mahal sekali, lehih baik kita makan di rumah makan biasa" Esy
Esy menarik tangan Rey keluar, dia tak mau membuang-buang uang. Jiwa miskinnya kambuh
" Masak iya kita keluar lagi, sekali nggak apa" Rey
Rey menarik tangan Esy untuk masuk. Sesampainya didalam mereka disambut oleh pelayan2 restoran itu
" Selamat datang bapak..."
Kata kariawan serempak, dari dalam datang menejer restoran mewah itu
" Sudah lama tak berkunjung, kemana saja kamu. Rey" Peto
Menejer kaffe itu bernama peto Afrinzzi. manejer serta temannya yang mengururus beberapa restoran Rey.
" Bagai mana perkembangannya, meningkat atau menurun" Rey
" Alhamdulillah meningkat... Siapa dia cantik" Peto
__ADS_1
" Mau aku congkal bola matamu, jaga pandanganmu. Dia istriku" Rey
" Apaaa...! Mengapa tak ngundang..." Peto
" Mendadak tak sempat ngundang siapapun, ada menu baru dan spesial" Rey
" Ada Udang saus pedas tiram" Peto
"Maaf dia tak makan Udang, tapi aku mau" Esy
" Jangan hidangkan, yang berbau udan dan sifut, aku tak mau berakhir di kamar rumah sakit" Rey
" Cepatlah aku sudah lapar juga haus" Esy
"Ayo... Oya Peto hidangkan menu terbaik direstoran ini" Rey
" Siap Bosku" Peto
" Pelan-pelan minumnya. Tak ada orang yang akan merebut minumanmu" Rey
" Aku benar-benar haus, dan juga lapar" Esy
Tak berapa lama hidangan yang spesial hari ini telah tersaji dengan berbagai pararian rasa. Dengan semangat empat lima Esy makan dengan lahapnya. Rey hanya melihatnya belum ada satupun yang berhasil masuk kedalam perutnya, dia menikmati pemandangan yang ada dihadapanya.
Esy melihat Rey, yang terus memandangnya. Tak tergoda dengan makanan yang ada dihadapanya, dengan mulut penuh Esy menegur Rey
" Mengapa memandangku saja, makan makananmu" Esy
" Telan dulu makananmu, nanti kamu tersedat" Tey
Esy menelan makanan yang ada dalam mulutnya
__ADS_1
" Mengapa kamu tak memakan makananmu, kamu tak lapar" Esy
" aku sedang meikmati pemandangan dihadapanku, aku harap ini akan terus aku lihat, sampai aku menutup mata untuk selamanya" Esy
took...
" Aauu... Mengapa kamu memukulku dengan sendok" Rey
" Tu mulut, kaya orang mau meninggal cepat aja. Buat merinding aja" Esy
Rey masi menggosok-gosok kepalanya yang tak seberapa sakit hanya lebainya yang berlebihan
" Aku tidak mau mati cepat. Aku akan punya anak banyak denganmu terlebih dahulu, dan menua denganmu. Juga ingin memakan dirimu" Rey
Rey nyosor tapi dengan cepat menghidar dengan cepat
" Kamu mau masuk rumah sakit" Esy
" Dosa tau menolak dan memukul suami, kamu mau masuk neraka atau masuk penjara karena KDRT" Rey
Esy kesal lalu dia menusuk udang yang ada di piringnya lalu di angkat kedepan waja Rey
" Kamu mau masuk rumah sakit, dirawat lagi. ni cium... atau aku yang cium.... Uuumm...ummm" Esy
Esy memajukan bibirnya dan badannya. Mengoda suami brondongnya
"Aiis... Kejamnya kamu menyiksa suamimu ini, dengan bangganya kau kasih racun dibibirmu, lalu kau sodorkan padaku, mana aku berani mengambil madu yang ada dibibirmu... sialan..." Rey
Dengan kesal Rey nusuk ayam yang ada dihadapanya, dia gigit dengan kesal dan mengoyak2 daging ayam dengan giginya dengan waja kesal. Dia seperti singa jantan yang sedan marah melahap mangsanya
"hahaha.... Wajamu sangat lucu, mengemaskan, rasanya aku yang ingin memakanmu" Esy
__ADS_1
Rey makan dengan kesal. Mereka makan dengan hikmat, selesai makan Rey menceritakan sejak dia bertemu denga Viandra Devid Penandes, sampai dia menganti namanya dengan Arien Devit Pernandes atau dengan dua indentitasnya. Orang tuanya tak perna tahu dengan identitas yang lainnya. Kalau di identitas keduanya adalah seorang ayah tunggal.