
Jam makan siang telah tiba. Miko sudah berada dilobi menunggu Esy untuk makan siang
"sudah lama, sayang samapainya"
Miko tersenyum
"Baru beberapa menit yang lalu"
Mereka meninggalkan kantor Esy menju kaffe untuk makan siang.
dan mereka duduk agak dipojok diamana sana tidak terlalu ramai
Miko memanggil pelayan dan memesankan makanan untuk mereka
"breeeauuu..."
" Siit... kotor bajuku"
dengan cepat Esy membersihkan bajunya dengan risu. sebuah gelas jatuh kelantai sebelumnya mengenai pakian Esy. gelas itu berisi jus buah naga yang merah. akan sulit dibersikan kalau tidak dicuci.
" maaaaf bak..."
" Sudah tak apa2... lain kali hati2"
Miko yang melihat itu, terpaku bukan kepada baju yang kotor tapi pada gadis yang menumpakan minuman kepada Esy, dia diam tak bergeming. gadis itu seolah tak memperdulikannya
"Maaf... maafkan saya bak"
" Sudahlah pergila, saya tak apa2"
Sebelum pergi gadis itu menatap tajam pada Miko. Setelah gadis itu pergi baru miko memperhatikan Esy
" Sayang... kau tak apa2kan, sial jalan gak hati2 lihat kau sampai seperti ini"
"Sudalah tak apa2, aku ketoilet dulu mau bersikan pakainku"
Esy langsung melangkah dengan kesal karena kejadian itu.
"Mau aku temanin, sayang...?"
Esy berhenti sejenak dan menatap Miko
" Tak usa. dasar begok, mau lihat bra di toilet cewek. dasar otak kotor"
Miko mengedipkan mata dan mendekat
" aku ingin lihat warna bra yang kau pasang sekarang"
__ADS_1
lalu Esy menjitak kepala Miko
" Dasar monyet besar"
dan Esy melangkah ketoilet
Miko menerima cet dan wajahnya langsung mengkerut seribu lalu dia melangkah pergi. sebelum pergi dia memangil pelayan kaffe. memngambil berapa lembar uang ratusan dan menititipkan tas milik Esy, setunggu sampai Esy kembali. tak lama Esy kembali dari toilet
"Maaf mas tadi menitip ini ma bak"
" Ha... terima kasih bak"
" Sama bak, pesanannya semua sudah dibayar bak... selamat menikmat"
" Terima kasih"
Pelayan itu pun pergi, dalam hati Esy dengan kesal mengapsen nama2 binatang " kabing, kerbau, singa, macan, musang, Ah... sial-sial. dari bangun subuh sampai sekarang hidupku ketimpaan sial mulu, jatuh depan pintu dan mencium gorila , dikirainnyosor, eh kenak minuman yang tumpah warna merah lagi, eeh sekarang diringgal sendiri lagi tampa kabar... ya Allah dosa apa yang hambaMu ini lakukan dihari kemaren... hu... lebih baik habiskan semua makanan ini"
Tampa babibu Esy menyantap makanan yang tersedia karena perutnya memang dari tadi bernyanyi kroncongan dan sariyosa tampa pandang tempat. dan juga faktor dia tak sempt mengisi kampung tengahnya walau hanya sesuap di pagi hari. tak lama masuk cat
my hanny
" Sayang maaf aku ada urusan mendadak derektur memanggil ada masalah diprusahaan katanya.... jangan marah yah sayang... aku tak butu lihat bramu aku dah tahu warnanya merah hati, seksi sekali๐๐๐ met makannya sayang... makan yang banyak agar nggak kurusan ... biar enak di peluk... huuumuaa๐๐๐"
Esy
"Kampreeet... dasar otak mezum. awas aku jitak kapalamu atau sekalian aku lagi operasi kepalamu biar kau sambukan jaringan yang putus... agar tak mesum lagi pikirannya... tegah sekali meninggalkan aku๐ญ๐ญ๐ญ... tapi tak apalah aku habiskan semua obat kesal...๐"
Esy membuka pintu tak semangat tubuhnya sangat lelah dari biasanya mungkin karena menahan kekesalan banyak membuang energi negatif karena ingin marah.
" Assalamulaikum... aku pulang"
Esy mempunyai kebiasaan yang jorok dia akan membuang kaus kaki dan apa yang melekat ditubunya disembarangan tempat. Saat akan berangkat atau mencuci pakaiannya dia kan sibuk dan ribut mencarinya kemana dan terkadang tak urung membuat rumah berantakan dan cintang prenang, akan memancing keributan seisi rumah.
"Walaikummusalam... eh anak gadis ibu pulang. tumben pulang cepat"
Kata ibunya
"Ini lihat... bajuku kotor"
Esy membuka satu persatu kancing bajunya sambil berjalan. suatu kebiasaan yang buruk
"darah apa...? apa yang terjadi"
ibu memeriksa anak gadisnya tapi tak ada kurang satu apapun
" Iih... ibu ini bukan darah tapi ini jus bua naga"
__ADS_1
dia melpaskan bajunya dan menyampikan di sofa di ruang keluarga, dan membaringkan tubuhnya di sofa.
" Ya Allah Esy jadi gadis jangan jorok mandi dulu baru istirahat, apa kamu dah sholat"
"Ibu...aku udah sholat tadi sebelum pulang, soal mandi aku tak mau mandi besok pagi aja"
"Dasar ... gadis jorok. makanya kamu belum laku2 karena jorok, siapa yang mau ma gadis jorok sepertimu"
"Ibu...! Udah... mulai lagi bosan aku dengarnya... beosok aku kasih cucu 10. aku akan menikah... tak sabaran kali. minggu depan orang tua miko akan datang kerumah"
"Ibu tunggu... dah beberapa kali kamu bilang kayak gitu... tapi hasilnya nihil"
Esy kesal dengan ibunya yang terus menerus mendesaknya kapan nikah. tiap hari pasti pembicaranya sampai kesitu
Dengan waja cemberut dia mengambil remot TV mencari acara kesukaannya dan akan membesarkanya menghidupkan sipeker tanggo hingga mengema untuk menghilangkan ocehan ibunya. saat seperti itu ibunya akan pergi dengan memer dengan gumaman tak jelas.
Esy akan bersatai sesuka hatinya dengan pose2 yang aneh dan mengelikan
"Emang wanita tak ada cantiknya dan jorok, lihat dirimu apa ini yang dibilang gadis, tak ada cantik2nya malahkan jorok minta ampun, lihat dari mulai kamu masuk sampai kesini semua pakaianmu berserakan"
Esy tertegun dan terduduk dengan tentop ping yang kedodoran, bokser bergambar sponbox, dan memperlihatkan bra merah hati, dan rambut bratakan ada yang lepas dari ikatan dan dandan berantakan, berbanding terbalik saat maurangkat tadi. dengan mulut ternganga, dengan cepat cowok memotret
"Yap dapat... "
Esy terdiam ternganga dan otaknya seolah lambat loding koneksinya sangat lambat. Esy memperhatikan tubuhnya baru dia sadar
" Aaauuu tidak... dasar boca mesum... apa yang kau lihat"
Esy memasang baju kemeja yang tersampir di sandaran sofa.
"hei boca gorilah, monyet... sejak kapan kau disitu"
" Sejak kamu belum datang, aku melihatmu sangat jorok dan tak laku2 hingga kau berumur 34 tahun karena kau jorok. siapa yang mau dengan gadis sepertimu"
"Aduh...Aduh... kepalaku, mengapa mulutmu pedas seperti ibuku, apa ibumu doyan makan cabe rawit saat mengadung kamu boca meonyet. aku tak ada urusan masalah denganmu, berikan HPmu"
Esy mengulurkan tangan memintanya
" tak mau, untuk apa?"
" Untuk apa katamu? kau telah mencuri photoku. cepat berikan atau aku akan menghancurkan HPmu"
"Hancurkan saja kalau kau bisa"
lelaki itu memasukan HPnya kedalam saku celananya, dan berbaring kembali seperti semula. Dengan kesal Eay berdiri dan berjalan dihadapan lelaki itu dan berkacak pinggang
" Berikan padaku, jangan salahkan aku akan merusak HPmu"
__ADS_1
orang yang di ajak bicara cuek dan menganggap dia tak ada.
"****"