
Hola 😆. Ini novel author yang ke 2.
"Kenapa buat lagi sih thor? Gak nerusin yang satu aja?" (kalo ada yang nanya 😂)
"Soalnya novel yang satu itu menurutku alurnya mbulet. Sekitar pertengahan naik baru lumayan ngerti"
dahh....udahhh. Lanjut
_____________
"Sekian dari bapak, terimakasih atas perhatiannya" tutup sang wali kelas X MIPA 1 mengakhiri pengumumannya.
Guru itu mengemasi kertas yang ia bawa dan beberapa barang lainnya lalu pergi meninggalkan kelas itu.
Anak anak menatap kepergian gurunya hingga menghilang. Setelahnya lalu bersorak sorak meluapkan kegembiraannya.
Yaa.. Karena mereka baru saja menjalani tes kenaikan. Sekarang adalah waktunya metting class. Walaupun anak anak sering menyebutnya jam kos karena tak ada kegiatan.
Ralat buka tidak ada namun hanya kegiatan lomba olahraga antar kelas. Jadi hanya bersenang senang tepatnya.
"Key!" seru seseorang dari belakang, langsung memeluk Key dari samping. Membuat jantung Key terkejut. Dia Mila teman Key yang cukup dekat dengannya. Dia bersama Ajeng dan Neisya menghampirinya.
"Kebiasaan" seru teman sebangku Key dengan muka datar. Aillen sering di panggil Elen.
Mila tersenyum kecut. Lalu menirukaan Elen dengan mode melebih lebihkan sambil berbagi duduk di kursi Key.
Key tersenyum lucu melihat konflik disana. Begitupun yang lain.
__ADS_1
"Rena mana?" tanya Key.
"Dia lagi mabar, nanggung! Bentar lagi kesini.
"Keyyyyyy!" seru seorang lagi dengan setengah berlari dari bagian belakang ruang itu, Rena.
"Tuhkan!" kata Mila
Seorang anak laki laki yang dudu di barisan samping Key tetapi agak kebelakang, mengulurkan kakinya keluar meja. Dengan persiapan mental kiat agar tak tertawa sebelum waktunya.
"Aku menang!" serunha kegirangan sambil menuju ke sana.
Tiba tiba saja kakinya tersandung sesuatu membuatnya hampir terjatuh. "uwaaa" pekiknya terkejut. Rena mengelus elus dadanya yang berdetak cepat tetapi bukan karena cinta.
Ia berbalik badan menatap tajam dua anak laki laki yanh duduk sebangku itu. Menghampirinya dengan tangan berkacak pinggang.
"Cari mati ha?" tanyanya.
"Buat apa ntar juga datang sendiri?" tanyanya balik
"Heh, maksudmu jegal kakiku apa?"
"Aneh, kamu gak mikir apa? Mana bisa aku jegal?" sahutnya kini ikut berdiri.
"Kamu gak lihat tadi aku sampai mau jatoh. Kalo bukan kesandung kakimu mana bisa gitu? Mikir dong!" bentak Rena, menunjuk pelipisnya dengan jari telunjuk.
"Heh! Aku duduk disini, kakiku juga disini, mana bisa kakiku melayang ke sana? Harry Potter aja gak bisa! Sihir mana yang bisa kaya gitu ha?" tanyanya balik
__ADS_1
"Mikir dong mikir!" katanya membalikkan kata kata Rena.
Rena tersadar kalo bukan anak itu yang melakukannya.
"Udahlah beliin snak di katin beres!" sahut Key kini beranjak dari tempat duduk
"Nice Key" sahut anak itu
"Oke oke, yuk" kata Rena.
"Tunggu!" seru Key
"Kotak pensilku kemana?" Key panik.
Karena tadi temannya menaruh uang di kotak pensil Key. Saat ia ingin mengambilnya kini kotak itu hilang.
Key mengorak arik laci mejanya dan tasnya temannya juga membantunya. Tetapi nihil.
"Oh iya!" kata Elen tersadar sesuatu. Semua menoleh ke dia.
"Tadi si Kolkol kesini kan?" tanyanya memastikan.
"Dia pinjam bolpoinmu sama kotakmu sekalian kan yanh dia ambil." sambungnya.
"Oh iya!" Key ikut tersadar.
"Tunggu berati tadi kalo bukan kamu... " tangan Rena memunjuk anak yang baru saja berdebat dengannya.
__ADS_1
"Berati si Kolkol!" katanya kini tersadar juga.