Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Patah


__ADS_3

Buat kalian, jangan jadi sider yah. Please kasih jejek kalian. Like makasih, komen silahkan, rate thanks you so much 😅. Kita saling dukung banyak lebih baik dari pada satu.


"Gue tahu lo suka gue. Gue tahu lo ngejar gue. Gue tahu perasaan lo, karna lo sendiri udah bilang. Tapi, apa lo tau perasaan gue? Apa lo tahu isi hati gue? Walaupun gue nggak ngomong ke elo, harusnya lo tahu perasaan gue kalo lo itu emang PEKA. Nggak usah bilang gue nggak peka ama persaan lo. Kalo lo sendiri aja nggak peka." ~suara hati Arka


___________________


"Arka!"


"Kamu tuh emang nggak ngertiin perasaan orang atau emang kamu nggak peka? Kamu ngerti nggak kalo aku SUKA sama kamu? Harusnya kamu respon aku. Ngertiin aku. Jaga perasaan aku.. " ucap Ajeng membuat langkah Arka terhenti dan balik menatapnya


"Gue tahu lo suka gue. Gue tahu lo ngejar gue. Gue tahu perasaan lo, karna lo sendiri udah bilang. Tapi, apa lo tau perasaan gue? Apa lo tahu isi hati gue? Walaupun gue nggak ngomong ke elo, harusnya lo tahu perasaan gue kalo lo itu emang PEKA. Nggak usah bilang gue nggak peka ama persaan lo. Kalo lo sendiri aja nggak peka." sarkas Arka. Baru kali ini Key dan yang lain lihat Arka seperti ini. Terlihat frustasi yang membludak.


Seisi kelas termenung di buatnya. Arka menghembuskan nafas beratnya lalu pergi menerobos temannya yang ada di pintu.


💫💫💫


"Ujuy, jam kos coyyyyyy" teriak Rizki si heboh


"Tiga jam pelajaran lagi. Wuasek dah" seru yang lain.


"Mabar kuy" ajak yang satu


"Bentar" tolak Rizki, Ia menghampiri meja Key


"Semangat Kiki"


"Pepet terus coy"

__ADS_1


"Key entar lo....sibuk nggak?" tanya Rizi, ada ekspresi berharap disana


"Nggak" jawab Key, tak ingin berpaling dari buku gambarnya


"Beneran?" tanya Rizki antusias


"He em" ujar Key dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya.


"Uhuy"


"Asekkkk"


"Bangun dulu, ki"


"Pulang bareng ya? Trus ikut gue ke kafe!"


"Gue pulang bareng, Elen. Trus mau ke toko bareng, Elen" tolak Key


"Bwahahaha"


"Eh hati, Rizki patah" sahut Yenni


"Krakkkkk" Aul mengisyaratkan bentuk love dari jarinya lalu merenggangkannya.


"Yaudah kalo sibuk" Rizki tampak murung


"Nggak sibuk" Key beralibi

__ADS_1


"Kan lo mau keluar ama Elen, Key"


"Iya, tapi kan gua nggak sibuk. Orang cuma keluar doang"


"mangfus lo" ejek Aul


"Ambyar hati Rizki, hahaha" Yenni pun ikut


Sudah cukup, Rizki terpojok sekarang. Mabar lebih baik.


"Duh Aul, perut gue sakit. Ijin ke kamar mandi yuk"ajak Yenni


Ponsel Elen berbunyi. Nama 'S' tertera di sana.


"Ponsel lo, Len" kata Key mengingatkan


"Biarin" ujar Elen yang tengah bersendeku dan menempelkan dagunya di tangan.


Sudah lima kali ponsel Elen bernyanyi. Key mengambilnya dari laci Elen dan mereject.


"Lo reject Key?" tanya Elen. Tampak khawatir.


"Ho o" jawab Key. Ia mengembalikan posel Elen di tempat semula.


"Lhah" Elen murung lalu mengecek ponselnya. Melihat layar sebentar lalu meletakkan nya di meja. Tampak frustasi.


"Itu pacar gue" Jelas Elen membuat Key mengerjap beberapa kali.

__ADS_1


"Hahh" Key berteriak. Beberapa temannya menoleh. Key meliril meteka lalu menunjukkan cengiran nya.


"Pacar elo?" tanya Key. Berbisik dan agak menundukkan badan.


__ADS_2