
"Terkadang kita tak menyadari bahwa kita menyakiti orang lain, ketika ingin membahagiakan seseorang" ~Key
______________
"Lo yang cambut kuciran gue, abis itu lo buang di selokan sana. Hihhh" kata key geregetan sambil menunjuk selokan di samping pafing.
Arka mengikuti arahan Key. Lalu mengingat kembali adegan beberapa menit lalu.
"Oh, aaaaaa. Iya tadi gua yang buang kuciran lo" katanya dengan cengiran tanpa salah diwajahnya. Sebenarnya dia lupa kalau dialah yang membuang benda kecil elastis nan berwarna itu.
"Sumpah lo ngeselin" ujar Key lalu pergi.
"Serah, orang gue aja lupa yang buang itu siapa" gunam Arka.
💫💫💫
Sore hari...
Key tengah mengerjakan PRnya. Berkutat dengan buku pensil dan ponsel. Membuat goresan hitam pada buku putih bergaris biru.
Drrttttt....
Satu panggilan mengusik ketenangan dalam kamarnya.
"Apa, Len?" tanyanya sambil beranjak duduk dari rebahan.
__ADS_1
"Key, bisa kesini nggak?"
"Sini mana?"
"Kedai milkshake dekat alun alun"
"Sampai jam 4 gue nemeninnya. Soalnya gue ada janji ama Ajeng dam cs"
"Oke" kata terakhir Elen sebelum memutuskan sambungan.
Key bergegas. Menutup buku nya, meletakkan pensil pasa dus grib, lalu menaruh semuanya dalam laci meja belajar. Dan bersiap.
Key menutup pintu dan setengah berlari menuju tempat janjian. Dengan kaus berwarna salem, dibalut cardigan hijau toska selutut, celana kulot salur senada. Tak lupa sepatu slip on hitam dan tas kecil menghiasnya.
"Len" panggilnya setelah sampi disana.
"Key" ekspresi murung tampil diwajah Elen.
"Hm?"
Elen menyodorkan milkshake avocado pada Key. Key mengambilnya.
"Menurut lo, gue ini jahat nggak sih sama pacar gue?" tanya Elen dengan muka masam sambil mengaduk aduk milkshake vanila dibawah dagunya.
"Mau jawaban jujur apa bo'ong?" tanggap Key
__ADS_1
"Jelas jujur lah, Key"
"Tapi jangan benci gue saat gue jelek jelekin lo" pesan Key dengan sorot mata serius.Menarik nafas panjang lalu memghela dengan pelan.
"SUMPAH LO JAHAT BANGET, JAHAT PAKE BANGET. GUE NGGAK NGERTI APA YANG ADA DI PIKIRAN LO. BISA BISANYA LO KAYA GINI. KETINGGALAN UPDATE APA BELUM TOP UP SIH?" kata Key dengan amat sangat serius.
"Gitu ya?"
"Hem em" key mengangguk
"Kan udah gue bilang, lo nggak bakal bisa move on dari Arka selama lo ngelihat dia setiap hari. Lo aja ketemu pacar lo nggak setiap hari. Dannn, nggak seharusnya lo pacarin dia cuma biar bisa move on dari Arka. 100 persen you lose. Harusnya lo cerita, curhat ke gue. Gue mending bantu elo deket ke Arka." Key berheti sejenak, meminum milkshake.
"Dan gue nggak habis pikir waktu lo bilang lo punya pacar supaya lo bisa move on. Mau gue bilang jangan, tapi udah terlanjur. Mau gue bilang itu ide bagus, gue nggak ada akhlak donh." lanjutnya
"Gue ngerti gue jahat, gue munafik, gue nggak ada hati ama dia. Gue udah putus" Key tersentak mendengarnya.
"Lo jujur ke dia?" tanya Key, matanya membulat sempurna.
"Ya, dia bilang kalo bisa jangan putus. Dia mau usaha buat bantu gue move on dari Arka dan suka ama dia" terang Elen,
Braggg
Satu gebrakan ringan dari tangan kanan Key.
"Itu limited edision boy. Dannn, yah serah. Semua ada pada lo. Sekarang mau gimana?"
__ADS_1
Don't forget for like, rate, and comment guys
Salam dari Na'al