
Ketemu lagi sama author. Tapi lewat halusi 😂. Padahal gak ada yang kengen ngapain coba aku tuh 😂😂.
___________
"Dasar geer!" ejek Key namum pelan
"Dasar lugu" balas sang laki laki juga ikut mengejek.
Key mengerutkan dahi memandang sebentar laki laki aneh itu. Lalu pergi memasuki kantin menemui temannya.
Mere duduk berlima dibangku sudut kantin. Key langsung duduk disamping Elen yang tengah makan sambil berkutat dengan ponsel.
"Siapa Key" tanya Neisya kini mendongkak menghadap Key.
"Lila, biasa temen SMPku" jawab Key sambil menggoyang goyangkan ponselnya.
"Asataga, aku yang denger namanya aja sampai bosen. Itu anak jomblo kan? Lagi ngejar kamu kan?" tanya Mila.
Key sudah sampir menyangkal kalimatnya. Namun terlambat karena Rena tersedeka mendengar kalimat gila, hingga ia menyemburkan beberapa tetes cairan dari mulutnya.
Semua berhenti bergerak setelah Rena menyumbur. Mengerjap beberapa kali untuk menyadarkan pikirannya. Key dan yang lainnya kemudian tertawa melihat kejadian itu. Bahkan Rena juga tertawa meratapi kegilaannya.
__ADS_1
"Ya, nggak gitu juga kali Mil. Masa dia lesbi" jawab Key.
"Setuju, nggak mungkin Key mau. Dia kan normal" sambung Neisya
Semua tertawa lagi. Menertawakan Lila yang telah mereka anggap lesbi. Teman lukcnut:v.
Sebentar lalu berhenti tertawa dan mulai makan lagi sambil mengotak atil ponsel. Tiba tiba muncul seseorang di belakang Key. Namun mereka lambat menuadarinya.
Mila yang pertama menuadari kedatangan orang tersebut. Akan tetapi Milla tak mengetahui siapa itu.
"Hahhhhh, siapa dia. Awas Key" teriaknya sambil menunjuk orang di belakang Key.
Semua menatap orang itu kecuali yang berada sebangku dengan Key. Alias membelakangi orang itu. Sedang yang berhadapan orang itu mulai tahu siapa dia.
Lalu muncul ide untul menjahili Key, Elen dan Rena yang duduk satu bangku.
"Jangan panik Key. Tenang" seru Ajeng sambil mengisyaratkan tangan.
Neisya, Ajeng dan Mila agak bergerak mundur seperti ingin kabur. Totalitas deh pokonya.
Key dan korban lainnya ikut terbawa suasana seram. Key memberanikan diri, menarik nafas dan membuangnya berulang kali. Mengepalkan tangan kanannya lalu ditelakupkannya pada tangan kiri. Bersiap untuk menjotos orang misterius itu.
__ADS_1
Rena dan Elen melirik Key yang mulai memberanikan diri. Rena kini juga mengikuti cara Key mengepalkan tangan. Sedang Elen kini memberanikan diri untuk seperti itu juga.
Rena mengisyaratkan hitungan dari 3.....2......1
Mereka berbalik dan menjotos orang itu. Sontak saja orang itu terpojok ditonjok. Setelah melihat orang itu tergeletak dilantai sesudah satu pukulan dari ketiganya, mereka menghentikan aktivitasnya.
Dengan tangan masih mengepal seperti hendak meninju.
"Sayur kol?" kata Rena terkejut
Rizki lega dan mulai menurunkan tangannya yang ia gunakan untuk tangkisan dari wajahnya.
Key, dan para peninju tertawa melihat Rizki tergeletak yang kini tengah berusaha berdiri.
Ajeng, Mila serta Neisya menghampiri mereka. Lalu ikut tertawa terpingkal pingkal. Melihat wajah lebam di muka Rizki.
"Kalian nggak ada akhlak, aku mau loba malah di buat kek gini. Mau taruh mana nanti mukaku pas lomba? Malu tauk" geram Rizki.
Tiba tiba Rena meninju bahunya sekali lagi. Rizki langsung memekik kesakitan sambil mengelus bekasnya. Yang lain menatap Rena heran, kenapa ia meninjunya lagi?
"Itu untuk balasan kau menjegalku. Aku hampir mati terbentur lantai" terang Rena kini mengibaskan tangan nya yang baru melayang itu.
__ADS_1