
Awok awok judulnya 😂
_______________________
"Pulang bareng ya. Plis plis plis. Ya? ya? ya? ya?" bujuk Ajeng
Arka dia mengambil hoodie di kursi. Menyampirkannya pada pundak dan berjalan lurus. Meninggalkan keduannya.
"Arka kog gitu sih?" Ajeng menarik lengan Arka. Key nyengir jijik melihat tingkah Ajeng. Bukankah dia akan terlihat murahan jika seperti itu.
"Lo jangan kaya gini bisa nggak?" Arka menegur Ajeng. Sedang Key tengah berkomat kamit di belakang mereka. Berharap syuting atau drama ini cepat selesai.
"Ka, anterin pulang Ajeng napa? Tinggal boncengin dia sampe ke rumahnya udah" omel Key dari belakang.
Arka dan Ajeng menoleh. Arka melirik sinis Key. Sedang Ajeng nyengir senang karena di bela.
"Bukannya gue nggak punya hati ya. Tapi kalo gue baik ama cewek, kelihatannya gue kaya kasih harapan ke dia. Dia bisa sakit hati kalo tahu aslinya" kata Arka, terus terang.
"Dan lo. Lo jangan giniin gue. Orang lain bisa gosipin gue kalo lo kaya gini" Arka menatap tajam Ajeng setajam silet.
__ADS_1
"Ya tapi dia suka ama lo. Nggak salah dong kalo dia usaha. Kalo bisa usaha kenapa nggak?" Disinilah peran Key. Mewakili Ajeng yang kicep di tempat.
"Tapi dia berlebihan tau nggak?" Arka menghempaskan lengannya. Sudah beberapa kali ia mencoba melepaskan dengan halus namun cewek itu malah mengeratkannya.
"Iya gue tau menurut lo dia berlebihan. Tapi emang itu cara dia. Cara orang beda beda" bantah Key.
"Tapi gua JIJIK kalo di giniin" bentak Arka menekan kata 'jijik' yang ia tujukan pada Ajeng.
Ajeng mulai tak tahan dengan sikap Arka yang terlalu meremehkannya. Tidak menganggapnya apa apa. Malah mengatakannya 'jijik'
"Ka, masih mending gua suka ama, lo. Masih mending gua nggak musuhin lo. Lo tau kan gue adikuasa disini? Lo nggak punya pilihan" Ajeng melipat kedua tanganya di depan dada. Menatap jengkel Arka.
"Gue buktiin" kata Arka serius. Ia berjalan menuju Key. Membuat cewek itu gemetar di tempat.
Arka membopong Key. Menaruhnya di atas pundak kanannya. Membuat Key berontak menggerakkan kakikan ke atas ke bawah. Dan tangannya memukul Pundak Arka tanpa henti.
"Turunin gue, anj*r" teriak Arka.
"Woy lo tuli apa budek?"
__ADS_1
"Turunin gue woyyyy"
"Gua satet lu nanti" ancam Key nyablak.
Key beralih menjambaki rambut Arka. Saat melewati Ajeng, Key menatapnya dengan penuh harap.
"Jeng jeng jeng, tolong jeng" Ajeng hanya menatapnya tanpa gerak. Ada rasa cemburu, iri, marah, sebal, bercampur aduk dalam hatinya.
Key menjambaki rambut Arka sekuatnya. Berberapa helai rambut sampai menempel pada telapak tangannya.
"Entar gue gundul nj*r" ujar Arka, membalas menjambak rambut Key. Lalu mengembil kuciran rambutnya. Muka Key kini tertutupi rambut panjang nan hitam itu.
Satu tangan Key menjambak kuat rambut Arka. Dan tangan kiri Arka menaril rambut panjang Key. Hingga mereka sampai di motor Arka. Dan mendudukan Key pada jok motor.
Key langsung melompat turun dari motor klx hitam dan beberapa goresan hijau tua milik Arka.
"Dasar hulk. Dah nyesekin tempat ijo lagi" ujar nya. Membenarkan rambutnya yang menutupi wajah.
"Sekolah tuh pake ikat rambut. Rambut jelek di pamerin. Item lagi" kata Arka. Bersandar di jok motornya.
__ADS_1
"Lo yang cambut kuciran gue, abis itu lo buang di selokan sana. Hihhh" kata key geregetan sambil menunjuk selokan di samping pafing.