Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Ngertiin Aku!


__ADS_3

Hay hay, Wellcome back to my novel 😂. Gimana nih novel na'al? Makin jelek apa gimana? Ada quotes nih ツ


"Kamu tuh emang nggak ngertiin perasaan orang atau emang kamu nggak peka? Kamu ngerti nggak kalo aku SUKA sama kamu? Harusnya kamu respon aku. Ngertiin aku. Jaga perasaan aku.. " ~Ajeng kepada Arka


____________________


"Simpen tulisan ini. Atau nanti gue print in yang gede trus fontnya lo pilih sendiri. Terus beliin figura tempel di kamar lo. Baca sebelum sama sesudah tidur. Atau kalo lo nganggur" pesan Key menyematkan buku tadi di tangan Elen.


Elen menatap sendu buku itu. Hampir saja ia menangis.


"Ih ih ih, kog malah mewek?"ujar Key membuat guratan senyum di wajah Elen.


"Len, lo nggak papa kan? Giliran gua hibur lo malah mau mewek. Giliran gua ejek malah lo seyum. Lo waras kan?" begitulah Key, selalu cerewet hanya didepan teman dekatnya saja. Yang pasti sudah Key percaya sebagai teman.


"Gua haru malah lo bikin ketawa" ujar Elen dengan tawanya.


💫💫💫


Sudah seminggu lalu KBM (kegiatan belajar mengajar) dilaksanakan.


"Arrkaaaa" panggilan manja dari Ajeng memenuhi kelas yang baru beberapa orang didalamnya. Yang lain belum datang.


Ajeng menghampiri Arka yang tengah duduk di barisan ke 4 no 2 dari belakang. Arka tak luput dari layar ponselnya.

__ADS_1


"Ih Arka di panggil kog gitu sih. Aku juga pengen di perhatiin kaya ponsel kamu taukkk" Ajeng duduk di bangku depan Arka.


Di tempat yang sama Elen tengah menahan tangisnya. Sempat beberapa kali air matanya membasahi novel yang ia gunakan sebagai penutup muka.


"Jeng, berisik tau. Gua lagi ngapalin rumus nih" sahut Ardi dari meja depan


"Kalo berisik ya pergi dari sini lah" jawab Ajeng ketus.


"Sadis banget mbak" teriak Hanung. Dia ada di kelas ini. Pastinya bantuan dari Arka.


Arka bangkit dari tempat duduknya. Membawa serta ponsel dan tas backpack hitam miliknya. Hanung menatap Arka yang Hendak melaluinya. Sebagai isyarat bertanya "mau kemana?" pada Arka.


"Ih Arka kog pergi sih" ucap Ajeng cemberut.


"Disini berisik gua mau pergi!" ujar Arka.


"Kualat kan lo, Jeng" sahut Ardi dengan kerasnya.


Ada tawa di pojok barisan belakang Ardi. Tepatnya kursi paling belakang. Elen, ia menahan tawa sekarang.


💫


Key tengah berjalan setengah beelari menuju kelasnya. Ia berangkat pagi hari ini. Sudah janjian dengan Elen kemarin siang. Harapannya tidak ada orang di kelas kecuali Elen atau teman dekatnya seperti Aulia Yenni, Ardi sudah pasti telah datang.

__ADS_1


Key mengintip dari depan pintu kelasnya terlihat Ardi dengan bukunya dan Elen.


"Elen" Key berteriak. Membuka pintu dengan kasar. Seyum merekah di wajahnya, menatap Elen dengan bahagia.


Tapi Elen justru menatapnya terkejut. Matanya melirik ke kanan. Key mengikutinya. Ada nyamuk ternyata.


"Ehemmm" Key berdehem dan bersikap normal.


"Ajeng" sapanya setelah duduk


"Haiii Keyyyy" balas Ajeng.


Arka dan Hanung cengo di tempat. Arka yang masih berdiri membawa ponsel. Dan Hanung yang duduk menghadap Arka tetapi wajahnya melihat Key.


"Kenapa lo nggak ngasih kode, Len?" bisik Key


"Bwahaha, ngakak tadi lo, Key" Elen tertawa pelan


"Malu nj*r" kata Key dengan menggertakkan gigi


"Arka, mau kemana sih?" tanya Ajeng. Membuat Key dan Elen menoleh ke arahnya begitupun Ardi. Namun dia hanya sebentar.


"Bukan urusan lo" Jawab Arka lalu menerobos Hanung

__ADS_1


"Arka!"


"Kamu tuh emang nggak ngertiin perasaan orang atau emang kamu nggak peka? Kamu ngerti nggak kalo aku SUKA sama kamu? Harusnya kamu respon aku. Ngertiin aku. Jaga perasaan aku.. " ucap Ajeng membuat langkah Arka terhenti dan balik menatapnya.


__ADS_2