Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
My Parents


__ADS_3

"Kasih sayang lebih berharga dari uang" ~ Arka


______________


"Kenapa lagi ama parents lo itu?" tanya Hanung. Lalu duduk di kursi dekat kolam renang. disitulah tempat favorit mereka saat kumpul. Melihat rumput dan tanaman hijau serta air kolam yang menenangkan.


"Gue mau minta mereka pulang bentar pas rapat ortu. Gue cuma bisa pesen ke sekertarisnya, gue nggak punya no pribadi mereka. Gue nunggu satu hari baru bisa dapat respon dari mereka. Dan katanya_" kalimat Arka terputus. Seakan belum siap mengingatnya lagi.


"^Papah lagi sibuk^ udah itu aja" tatapan sayu Arka pada kolam membuat Hanung ikut terbawa hanyut. Dari awal dia kumpulkan keceriaan tetapi kini hangus.


"Apa beda gue sih sama anak lain? Gue pengen banget ortu gue yang datang ke acara rapat sekolah bukan asistennya, gue pengen rasain dianter dia ke sekolah tiap pagi, cium tangan dia, di jemput dia waktu pulang. Gue pengen banget kumpul keluarga tapi bukan bisnis, ketawa bareng, dan gue pengen tau banget rasanya makan bareng keluarga, makan masakan mama gua, latihan sama papa gua. Apa salah gua sampe mereka nggak ogah perhatiin anaknya?" curhatan Arka mampu membuat Hanung terdiam. Nangis? Bukan, dia lagi menahan air matanya. Tak ingin Arka tambah sedih.


"Lo bisa anggep ortu gue itu ortu lo" kata Hanung dengan senyum yang mengembang.


"Gue bukan pengen punya ortu. Tapi gue pengen ortu asli gue perhatian ke gue, sayang ke gue, jagain gue"


Keduanya terdiam beberapa saat.


Hanung mengacak acak rambut belakangnya, frustasi.


"Ka, naik gajah yuk kayaknya ngeri ngeri sedap deh" ajaknya ngawur.


"Naik delman tau onta trus pergi ke bulan yu"

__ADS_1


"Jalan jalan ke korea yuk. Gue pengen ketemu BlackPink nih. How you like that? Tetetet tet tereret tet" Dan berakhir dengan nyanyi.


"Atau ketemu BTS atau EXO. Haaaah gue jadi pengen six pack" ujar Hanung, menepuk nepuk perutnya.


Tak ada respon dari Arka. Hanung frustasi di buatnya.


"Argghh" erangnya, mengacak acak rambut.


"Duh gusti ,Ka. Ngomong napa? Sesara ngomong sama patung gue.


💫💫💫


"Hey hey. Gue seneng bangetttt" sorak Ajeng


"Tu orang yang abis di bonceng Arka. Mangkanya kumat" ujar Rena


"Cieeee, dimana? Di boncengin kemana?" tanya Key


"Tadi kita abis dari rumah Arka. Ajeng ngotot banget minta ke sana" kata Mila


"Terus terus?"


"Dia nggak mau pulang kalo bukan Arka yang anter" sambung Mila. Meminum teh boba miliknya.

__ADS_1


"Sumpah ceeky banget dia" ujar Neisya


"Bodo lah. Yang penting kan gue di boncengin" kata Ajeng. Kembali senyum senyum tak jelas mengingat kejadian tadi.


Rena menepuk nepuk lengan Key dan Ajeng yang ada di sanpingnya. Dirinya masih berusaha menelan butiran boba dalam mulutnya.


"Arka woe, Arka" katanya sambil menunjuk seseorang yang tengah berjalan menuju dalam cafe itu.


"Anj*r, jadi lo beneran hack WA Arka tadi?" tanya Mila setelah menoleh pada Arka.


"Belum sempet hack sih. Cuman waktu gue lihat hp nya pas ada pesan dari temennya. Mangkanya gue tau dia mau kesini ama temennya" terang Ajeng. Memandangi wajah Arka, sambil menyangga kepalanya di meja.


"Temen se genknya?" tanya Neisya


"Sekelas. Kan mereka satu kelompok tugas Bahasa" jawab Ajeng


"Kelas 1 cowoknya limitid edition ya?" Tanya Rena


"Iy sih. Tapi, kan cogan semua nj*rrr" sahut Mila


"Pacar gue juga cogan. Padahal nggak kelas 1" ujar Neisya


"Kalian ngomongin cowok kaya ngomongin produk deh " kata Key

__ADS_1


__ADS_2