Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Misi nebeng


__ADS_3

Hay hay, authornya up lagi nih. Udah itu aja 😆.


_______________________


"Pacar elo?" tanya Key. Berbisik dan agak menundukkan badan.


Elen mengangguk, meyakinkan Key.


"Pfftt, apa?" Key tak percaya. Key tertawa sampai memundurkan badan.


Duak


"Arkhhhhh" pekiknya kesakitan setelah kepalanya terbentur tembok. Ia mengelus elus bekas benturan dan menghentikan tawanya.


"Hahahhahaha, karma is real" sekarang giliran Elen yang tertawa.


💫💫💫


"Key, Len" panggil Ajeng, ia bersama le tiga temannya menghampiri Key dan Elen yang di depan lokernya. Bersiap untuk pulang.


"Haiiii" Key menutup pintu loker dan melambai tangan.


"Kenapa?" Key memiringkan kepala


"Bantu aku, plase!" Ajeng mengepalkan kedua tangannya menjadi satu.


"Mumpung Arka masih di sana!" seru Neisya antusias seraya menunjuk lain.

__ADS_1


Elen terdiam mendengarnya. Hatinya serasa di banting hingga hancur.


Jangan nangis, jangan nangis. Jangan disini, Batinnya menenangkan diri.


Key menatap Elen iba. Ia tahu Elen harus segera pergi dari sini atau mengalihkan pembicaraan.


"Trus?" tanya Key. Ini cukup bagus untuk mencari info tetang Arka.


"Arka itu nungguin Hanung. Kamu sama Elen bantuin Ajeng. Buat Arka boncengin Ajeng pulang. Trus Hanungnya kita yang handle. Ya?" bujuk Mila


"Kenapa kita?" tanya Key lagi


"Lo yang pinter ngomong Key. Bisa bisa kalo kita entar keok duluan. Nggak bisa bantah Arka. Udah malu bingung lagi" Ujar Rena sedikit terkekeh.


Key berdehem sambil melirik Elen. Key tahu isi hati orang di sampingnya itu. Terpukul hancur dan terbang terbawa angin.


"Ya kan Key. Jam berapa tadi katanya di chat?" tanya Key berusaha meyakinkan orang yang ia bohongi.


"Bentar lagi. Gue pamit duluan ya. Maaf nggak bisa bantu saat ini" Elen membenarkan ransel tasnya. Bersikap seperti orang terburu buru.


"Oke nggak papa, dadah Elen" Ajeng melambai pada Elen yang berjalan meninggalkan mereka.


💫💫💫


"Arkaaaa. Sendirian nih? Mau pulang kapan? Boleh ikut nggak?" sebongkah pertanyaan dari Ajeng dari samping Arka.


Cowok itu tengah duduk. Menyusupkan tangannya pada saku celana. Wajahnya memandang langit siang menjelang sore. Dengan angin yang menerjang tubuhnya.

__ADS_1


Cowok itu menoleh menatap Ajeng risih namun ia pendam. Mungkin hanya cenayang yang tahu.


"Iya, nanti, enggak" jawabnya


"Ka, tolong Anterin Ajeng lah" pinta Key. To the point.


"Sama temennya kan bisa" alibi Arka


"Pas berangkat Ajeng sama Mila. Tapi sekarang nggak ada yang bisa anterin dia. Neisya udah sama Rena karena rumahnya searah. Mila udah di ajak Gilang motor Ajeng di pake dia. Gue sama Elen. Dan jam segini angkutan udah nggak ada" Key menerangkan detailnya.


"Pake ojol" Perintah Arka


"Trauma, dia takut sama begituan" dalam hati Key menghela nafas lega bisa menjawab semua alibi Arka.


"Gue sama Hanung" kata Arka mulai beranjak dari kursi.


Hening sebentar lalu terdengar notif ponsel punya Arka. Ia melihat pesan dari Hanung.


Hanung: sorry coy. Gua nggak bisa bareng lo. Lo duluan aja


Arka: Y. Entar malem on WA


Tentu saja Arka curiga. Nantikan saja malam hari saat Hanung diintrogasi.


"Hanung?" tanya Ajeng


"Iya" Arka mematikan ponselnya menaruhnya dalam saku.

__ADS_1


"Pulang bareng ya. Plis plis plis. Ya? ya? ya? ya?" bujuk Ajeng


__ADS_2