
Arka berhenti di depan rumahnya. Menunggu untuk di bukakan pintu.
"Cepet" bentak Arka pada asistennya
Key turun dari motor. Kepalanya pusing karena beberapa pukulan menimpanya. Membuatnya tak bisa berjalan normal.
"Lo ngapain turun sih?" tanya Arka dengan nada kesal.
"Gue mau kedalem. Thanks udah anterin gue pulang" kata Key.
"Ini rumah gue" ujar Arka
Key terkejut. Rasa malu takut ngakak bercampur aduk. Apa lagi masih ada asisten di sana.
"Sini" Arka mengulurkan tangannya namun Key malah menyembunyikan tangannya.
"Dia nggak biasa ama cowok be*o" tegur Arka pada dirinya sendiri.
"Tolong anterin dia ke dalam ya, bi" pesan Arka pada asistennya, bi Surti.
"Nggak nggak gue mau pulang" tolak Key
"Keadaan lo kaya gini dan lo mau pulang? Jalan bentar aja lo nggak kuat" kata Arka
"Bodoamat lah" ujar Key. Ia berusaha berjalan menjauh rumah itu.
Arka hendak meraik tangan Key agar ia tetap disana. Namun, niatnya ia urungkan. Mengingat Key yang privat terhadap laki laki.
"Entar gue anterin. Lo masuk dulu, obatin luka lo. Gue janji, gue bakal anterin lo pulang
Beneran" pinta Arka
"Silahkan Non" kata bi Surti
"Nggak, buk. Panggil Key aja" kata Key
__ADS_1
Arka tertegun sejenak mendengarnya. Dia panggil apa "buk?" dan nggak mau di panggil "Non"
Arka memantau Key yang sedang di obati lukannya oleh dokter pribadinya.
"Ihs" ringis Key menahan sakit di rahangnya.
"Makasih ya dok. Saya pamit dulu" kata Key. Bangkit dari sofa.
"Gue anterin" ujar Arka. Ikut bangkit.
"Oh nggak usah. Gue udah kuat jalan" tolak Key lalu cepat cepat berlari ke luar rumah.
Sampai pagar ia berhenti. Mengingat dirinya tak membawa apapun. Motor nya di rumah Ajeng, tasnya juga tertinggal di sana.
"Kenapa?" tanya Arka Bersandar di samping pintu rumah.
Key menoleh.
"Ha? Nggak papa. Makasih" ujar Key. Kembali berjalan setengah berlari.
Key memperlambat jalannya setelah cukup jauh dari rumah Arka. Sebuah motor berhenti di samping Key. Lengkap dengan pengemudinya, Arka.
Key malah mempercepat jalannya.
"Jalan ke rumah lo nggak ke sana" ujar Arka dari kejauhan. Key langsung berbalik arah. Berjalan menuju Arka.
"Naik" kata Arka lagi setelah dekat dengan Key.
"Atau lo bawa motor ini sendiri?"
Key lalu duduk di belakang Arka.
"Alamat rumah lo mana?" tanya Arka
"Emm, boleh anterin gue ke rumah, Ajeng?" tanya Key balik.
__ADS_1
"Lo saudaranya?"
"Enggak. Motor gue disana, sama tas gue"
"Alamatnya?"
"Nggak tahu. Pokoknya deket kafe yang ada lampu kelap kelipnya"
"Kalo udah di sana entar kalo gue bilang belok, belok aja"
💫
"Arka?" seru Ajeng.
"Kamu kesini mau nemuin aku? Mau nanya keadaanku? Mau obantin lukaku?" tanya Ajeng antusias. Sebentar lalu menoleh ke samping. Ada Key di sana.
"Key?"seru Ajeng tak kalah antusiasnya.
"Tas gue di dalem kan? Sama punya Elen sekalian" kata Key
Ajeng mengangguk
"Masuk" ujarnya
"Ini" Ajeng menyerahkan tas Key
"Punya Elen udah di ambil. Tadi Enggar sama anak lain ke sini nganterin kita"
"Enggar?" tanya Key
"Temen gue. Anak IPA 2" Ajeng mengangguk membenarkan
"Sekarang Elen udah pulang?" tanya Key
"Udah. Kan Enggar anterin semua ke sini terus pulang sendiri sendiri" terang Ajeng
__ADS_1
***
Like jangan lupa ya sama rate dan komen juga 😊.