Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Hargai dia


__ADS_3

"Coba lihat rasa tulusnya. Bukan famous nya" ~Key


sedikit info nich ๐Ÿ˜ famous itu artinya terkenal ya bagi yang belum tahu. Kaya populer atau incara banyak orang atau juga idola.


_____________________


Braggg


Satu gebrakan ringan dari tangan kanan Key.


"Itu limited edision boy. Dannn, yah serah. Semua ada pada lo. Sekarang mau gimana?"


"Dia bilang kalo gue masih sayang masih ngarep Arka. Kejar dia, jangan biarkan hati kamu terluka" Kata Elen. Wajahnya menunduk, merasa dirinya amat jahat pada mantannya.


"Bantu kaya dulu ya Key" pinya Elen


"Nggak usah minta juga gue bantu kali, Len. Tapi coba ntar lo vc dia. Munculin wajah ceria lo. Bilang makasih ke dia. Dia pasti lagi nangis sekarang. Nah kalo dia lihat muka lo yang bahagia dia juga ikut bahagia. Nggak akan salah" saran Key


Elen mengangguk


"Oh ya. Entar lo ikut ya ke cafe Ikaza. Gue di ajak Ajeng ama temennya. Paling bahas soal Arka. Lo bisa cari info. Gue nggak pilih kasih. Gue bikin Ajeng dan lo setara tinggal Arka yang nentuin" kata Key


"Thanks Key. Kalo nggak ada lo gue pasti_" Key menatap tajam Elen. Sangat membenci kalimat itu.


"Udah gue bilang. JANGAN PAKE KALIMAT ITU LAGI PADA ORANG YANG BERJASA AMA LO. Kesannya lo itu nggak bisa apa apa. Lo itu punya harga diri. Harga paten inget, jangan di turunin harganya. Entar lo bangkrut" tegur Key dengan volume meningkat.


"Yah, pokoknya thanks banget. Makasih banget buat lo Key. Lo yang bantu gue, tempat gue curhat, ngasih semangat , perhatian ke gua, ngertiin perasaan gue, jagain gue, bikin gue ceria saat gue terluka, bikin ketawa saat gue nangis, dan lo selalu tau keadaan gue lo tau isi hati gue dan lo bantu gue ngringanin beban itu. Thanks Key" ujar Key. Matanya hampir melepas ait mata.


"Dan yang paling penting contoin tugas kan?" tanya Key dengan wajah setengah tertawa. Mengubah atmosfer melo menjadi ceria.

__ADS_1


Elen tertawa


"****, gue jadi nangis beneran" ujar Elen sambil mengusap air matanya.


๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ


"Yuuhuu Arka" suara Hanung memenuhi rumah bercat putih Arka.


"Ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya perempuan beraju hitam dengan celemek putih.


"Buseeeeettttt tadi di gerbang udah ditanya, masuk halaman di tanya. Ini mau tanya lagi? Gue udah biasa kesini nj*r" ujar Hanung penuh kesal. Inilah yang menyebabkan kadang ia malas ke rumah Arka tanpa bilang dia.


"Begitu. Saya memang ditugaskan begini" jawab perempuan itu yang notabenya seorang pengurus rumah Arka.


"Yaudah Arka mana?" tanya Hanung, sewot.


"Mat*mu" upat Hanung


"KAAA, WOEEEE, GUE KESENI NIH. BANTUIN USIR NI EMAK!" teriak Hanung sekencangnya.


"Tolong jaga sikap anda. Jangan berteriak disini" tegus pengurus itu


"Enggak nggak kalo runtuh nih rumah" sentak Hanung.


Bebarapa saat kemudia Arka datang.


"Masuk" katanya. Lalu hanung berjalan dan menurunka kelopak mata bagian bawahnya dengan jari, menjulurkan lidah, serta berkata "bleeek"


"Napa tangan lo bengkak? Lo pake samsak apa woi?" tanga Hanung heran dengan tangan Arka yang memerah dan sebagian berdarah.

__ADS_1


"Kenapa lagi ama parents lo itu?" tanya Hanung. Lalu duduk di kursi dekat kolam renang. disitulah tempat favorit mereka saat kumpul. Melihat rumput dan tanaman hijau serta air kolam yang menenangkan.


Thanks udah dibaca๐Ÿ˜Š, jangan lupa like ya๐Ÿ‘. Yang mau ku feedback komen aja. Kita saling dukung oke๐Ÿ‘Œ.


Mulmet:


โˆšni si Key



gimana cocok nggak?


โˆšini Arka



cocok nggak menurut kalian ama karakternya. BTW nolehnya sama awok awok ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜


โˆšini Elen



Pantes nggak?


โˆšdan ini Hanung



Menurutku sih cocok. Kalian gimana?

__ADS_1


__ADS_2