Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Tentang keberanian


__ADS_3

Hay jadi di novel ini ada sedikit cerita tentang geng ya. Tapi enggak aku kasih nama. Cuman buat pendukung aja. Maaf buat yang nggak terlalu suka. Dan thanks buat yang suka. Ada sedikit quotes nih.


"Sekuat kuatnya keberanian seseorang, mereka tetap akan takut jika itu urusan perasaan" ^dari Arka


Salam ~ArkaKey


__________________


"Lo tadi yang minta gua ngucapin thanks ke elo. Dan lo malah tadi tanya untuk apa? Terus lo bilang lo nggak nolongin gua tadi. Dan bilang gua ge'er. Maksudlo apa? Lo nantangin gua cuman dalam kata halus?" ujar Key dengan nada naik tiga oktaf.


"Pffft" Arka malah tertawa pelan. Membuat Key mengerutkan keningnya dan memiringkan wajahnya. Tak habis pikir dengan kelakuan absurd Arka.


"Pantes aja Rikzi nggak ngejar elo terus terusan"


"Maksud, lo?"


"Rizki nggak berani ngerjar lo keras keras. Dia bisa skak mat pas ngejar lo. Udah patah hati malu lagi"


Key jadi merasa tidak enak sekarang. Mungkin dia terlalu apatis terahadap Rizki. Dia tidak memperhatikan perasaan Rizki.


Key beralih pergi dari sana. Kini sudah cukup jelas bawah ia sedikit keterlaluan.


"Sekuat kuatnya keberanian seseorang, mereka tetap akan takut jika itu urusan perasaan" ujar Arka mengiringi langkah Key.


💫💫💫

__ADS_1


Kelas Xll IPA 1


Para murid dari kalangan perempuan tengah duduk di bangku sambil berkipas dengan buku. Sedang laki laki duduk berjamaan di lantai yang dingin.


Mereka telah selesai halal bihalal di lapangan yang panas nan silau.


"Key!" panggil Aul dari kursi depan Key


"Hm?" Key menghentikan aktivitas kipas kipasnya. Elen juga.


"Soal Ajeng, hati hati dengan dia" pesan Aul


"Iya Key, dia kayaknya nggak gitu baik" kata Yenni. Matanya melirik sosok Ajneg bersama ke satu temannya. Yang satu ada di IPA 4, Mila. Dan yang satu di IPA 3, Rena.


"Iya gua bakal hati hati" kata Key


"Bukannya udah perkenalan ya tadi?" bisik teman sekelas Key


"Pikun kali" bisik yang satu lagi


"Saya minta perwakilan satu anak perempuan dari kalian!" perintah guru yang notabenya bernama bu Nanik. Terkenal sebagai killer bagi murid.


Kelas menjadi ribut. Namun, banyak yang menyeru nama Key. Terutama teman sekelas Key dulu. Key cukup berpengaruh di kelas jadi dialah yang di ajukan pertamakali.


"kog gue sih. Sekali kali Elen kek" tolak Key

__ADS_1


Elen memelototinya. Aulia dan Yenni menoleh pada Key yang berdumal dan berdecak kesal.


"Ya kali Elen" ujar Yenni


"Modal speaker dulu Key"


"Yaudah Ardi" kata Key memunjuk Ardi dengan dagunya


"Dia cowok Key" bantah Yenni


"Lo ngakuin kalo dia cowok, Ul?" tanya Key pada Aul


"Enggak" jawab Aul ringan


"Len?" Alih Key pada Elen


"Enggak" jawab Elen


"Nah, dia aja yang wakilin" putus Key


"Bu Nik, nilai dia dari tampangnya Key bukan mentalnya. Ya jelas dia di akui cowok" jelas Yenni.


Key bangkit dari duduknya hingga membuat suara deritan kursi. Semua menatapnya meju kedepan kelas.


"Oke sekarang yang laki laki!" perintah guru itu lagi.

__ADS_1


"Lo, Ka" Hanung mendorong pundak Arka.


Hanung ada di IPA 1 dia cukup pintar. Dia juga pernah dari IPA 1 waktu kelas X. Dan kelas Xl bersama Arka di IPA 4.


__ADS_2