Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Rooftop 2


__ADS_3

"Kehadiran lebih membuatku senang dari pada sebuah kejutan "~ Arka


___________________________


Key langsung menutup mulutnya, dia sudah lancang mengatakan "gobl*k" tadi.


"Eh, maaf" kata Key. Masih menutup mulutnya. Key lalu beranjak pergi dari sana.


"Mamp*s lo Key. Keceplosan. Anak CEO ituuu beg*o" Rutuk key


***


Satu pesan masuk di HP Arka


Asisten Richardo: Maaf tuan muda. Tuan dan Nyonya belum bisa menerima telphone. Ada pertemuan proyek kerjasama saat ini. Jam 13.00 rapat perusahaan. Jam 15.00 ada acara ulang tahun keluarga Harvard. (bahasa inggris)


Arka: it's okey


Arka mematikan ponsel nya. Menghela nafas berat. Air matanya sudah menetes mengelir di pipi mulusnya. Rahangnya mengeras, dan darahnya mulai mendidih. Kini wajahnya merah padam.


Brakkkkk


Arka membanting ponselnya ketanah. Membuatnya retak dan pecah hingga tercecer.


Key yang masih di tangga terkejut. Ia berbalik dan kembali menaiki tangga.

__ADS_1


Duagkkk


Sebuah tinjuan keras mendarat pada dinding disana. Darah segar bercucuran dari tangan Arka. Nyali Key menciut melihat itu.


Perlahan Key mendekat ke Arka. Membuka tote bag nya lalu mengambil tisu.


"Maaf kalo gue lancang" kata Key lirih. Mengulurkan tangan dan mengambil tangan kanan Arka yang berdarah. Mengelapnya dengan tisu.


"Jangan buat mukul tembok lagi" pesan Key. Ia kembali menggeledah tasnya. Mengambil dusgrip kain. Mengeluarkan betadine dan hansaplast.


Key mengambil tangan Arka lagi. Menetesi lukanya dengan betadine lalu menutupnya dengan hansaplast. Key berdiri setelahnya.


"Nggak usah pukul pukul tembok lagi. Tembok itu lebih kuat dari tangan letoy elo" kata Key, menaikkan sebelah bibir atasnga.


"Kalo lo mukul mukul tembok . Terus tangan lo patah abis itu mental jauh dan lo nggak punya tangan lo mau gimana ha? Lo mau nulis pake apa? Lo nggak inget, mapel bu Dian sama pak Edi nyatet mulu ha? Emang temen atao fans fans lo mau nyatetin elo selamanya hm?" kata Key, sedikit fantasi namun juga berarti.


"Jadi orang jangan sok ja_"


Arka menarik tangan Key. Memeluknya erat.


"Maaf kalo gue lancang" itu kata kata Key tadi dan sekarang Arka menggunakannya.


"Thanks buat tadi. Thanks udah perhatian ke gue. Thanks udah obatin gue. Thanks..... " Sejenak Key merasakan basah di pundaknnya. Arka menangis?


Membuat Key makin tak tega mendorong Arka. Agar melepaskannya.

__ADS_1


💫💫💫


"Woe woe" suara Roy terengah engah


"Gawat banget" Hanung ikut bicara. Membuat semua orang terjingkat kaget. Mereka ada di warung dekat sekolah. Tempat favorit anak laki laki SMA itu berkumpul. Ada Enggar, Rendhy, Johan, dan Arka di sana.


"David nantangin kita war di lapangan garuda" terang Roy


"David ketua Azuar?" Enggar bangkit dari kusri membuat kursi berderit kencang.


Hanung mengangguk


"Parahnya lagi. Dia bawa taruhan temen sekelas gue, Nggar" Semua mata menuju Hanung. Tatapan serius dari mereka.


"Rizki udah duluan kesana. Soalnya Key... "


"David bangs*t" umpat Enggar


"Roy" Arka melempar kartu atm pada Roy


"lo yang urus ini" perintah Arka


"Oke. Kalian duluan entar gue nyusul" kata Roy


Gimana novel author. Makin seru? Atau makin bose? Jangan lupa like ya

__ADS_1


__ADS_2