Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Si Arka


__ADS_3

Hai hai ketemu lagi. Author minta support like, rate, dan komen dari kalian❤. Please, jangan jadi sider yah👌. Salam dari author ~na.


_______________


Sepatu masih ada lhoh Key" ancam Ardi. Mengambil ancang ancang akan melepas sepatu.


"Lempar aja kalo berani!" ujar Key dengan lantang. Ardi melemas, tak berani memukul Key. Ia mengendus kesal lalu mendahului keduanya.


"Key, Ardi kenapa tuh?" tanya Aulia sambil menepuk pundak Key.


"Ho oh, putus cinta kayaknya tuhhhh" tebak Yenni.


"Iya mungkin" Key malah mengikuti alur mereka. Padahal niatnya ingin menggoda Key.


Sedikit penjelasan nih


Aulia adalah teman dekat Key lebih dekat dari ke empat temannya yaitu Ajeng dan cs. Aul adalah panggilan akrab untuknya. Aulia juara tiga paralel. Jadi Key, Aulia, dan Ardi adalah juara umum tiga besar SMA N 1 di kotanya.


Sedang Yenni teman terdekat Aulia sama seperti Key dan Elen. Yenni tak begitu pintar namun juga tak begitu bodoh dia standar. Dan agak heboh.


"Bwahahaha, kapok deh Yen, kalah kan ama Key?" ejek Aulia


"Aul aku mau pindah sama Elen aja deh" kata Yenni ia merangkul tangan Elen.


Elen ingin menolak tapi ia pendiam. Ia menatap Key dengan wajah menohon. Key mengerti ia beralih menatap Yenni.

__ADS_1


"Katanya dia nggak mau" ujar Key pada Yenni.


"Gua kutuk lo Yen jadi batu" sumpah Aulia dengan tangannya yang menunjuk Yenni


"Ampuni hamba emakkk" kata Yenni. kedua jari tangannya di kaitkan. Tanda ia memohon.


"Kutuk aja Aul" seru Key.


Yenni langsung menghentikan aktingnya. Memukul pelan lengan Key.


"Ih, terlalu seru deh" kata Yenni


"Woee, pada mau pindah nggak. Udah rame kelas IPA 1. Kalian dapat tempat paling depan, syukurin" tindas Rizki


"Hah, cepet Aul" ajak Key. Ia langsung berlari mengambil tasnya dari dalam kelas.


"Ngakak ya ampun" gelak Rizki di samping Johan. Mereka ada di kantin.


"Kerasukan nih anak! Mau gua dukunin nggak? Tetanggaku ada yang bisa nyabut setan dari orang yang kerasukan" kata Johan. Lalu melanjutkan meminum teajus miliknya.


Reza memukul pundak Johan sebal. Hingga johan tersedak. Dan memukul mukul meja.


"Uhuk uhuk, hu*syem" umpatnya sambil terus menggebrak gebrakkan meja.


"Es gua tumpah anj*r"

__ADS_1


"Fu*k lu Ki"


"hahaha.Yang ada orang keselek itu mukul mukul dada bukan meja" kata Rizki dengan tawa renyah.


"Ganti es gua woi" bentak Johan. Mengoyang goyangkan lengan Rizki yang masih tertawa.


Johan terlalu kuat mengoyak tubuh Rizki hingga membuatnya membentur seseorang yanh lewat di samping Rizki.


Orang itu berhenti, kedua tangannya di dalam saku celana. Menatap keduanya dengan tatapan datar. Ada banyak anak dibelakangnya.


"Maaf" kata Rizki


"Arka kan?" tanyanya sambil menunjuk wajah lawan bicaranya tersebut.


"Hmm" jawabnya sambil mengangguk. Lalu melanjutkan jalannya.


Di tempat yang sama ada Key, Elen, Ardi, Aulia dan Yenni disana. Mereka terpaku sebentar melihat kejadian itu.


"Woi!" seru Yenni


"Parah lu, untung nggak di ajak gelud ama tuh anak" sambungnya lalu duduk di kursi depan Rizki.


"Anak buahnya banyak bet dah" kata Ardi menggeleng geleng, sambil menatap Arka.


"Kayaknya bukan deh" opini Key berbeda dari Ardi.

__ADS_1


"Hm?" Temannya menatapnya heran, memiringkan kepalanya dan mencari penjelasan dari wajah Key. Kecuali Rizki, tentu saja dia nerves.


__ADS_2