Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Kafe


__ADS_3

"Kalian ngomongin cowok kaya ngomongin produk deh " kata Key


Yang lain ber haha hihi ria


"Bye gue mau samperin my baby honey" Ajeng melambaikan tangannya.


"Len, dari tadi diem diem baek?" tanya Rena


"Emang gini kan biasanya?" ujar Key


Ke limanya memantau Ajeng yang caper pada Arka. Menarik tangannya, menggandeng lengannya, mengajaknya biacara.


"Kita jodoh ya? Padahal nggak jajian lho disini"


Arka melepas tangan Ajeng. Membuang muka dan berekspresi muak.


"Lo annoying banget, bisa pergi nggak!" usir Arka


"Sikat kuy" sorak Hanung. Dia setuju dengan Arka. Dari sekian banyak cewek hanya Ajeng yang tertalu ganjen.


"Jadi cewek jangan ganjen banget bisa nggak sih. Bukannya lo malah dapat perhatian jatuhnya malah lo itu bikin orang ilfil tau nggak?" ceplos Roy satu kelas mereka.


"Kalo ngejar orang nggak gitu gitu amat, Jeng" sahut Rizki.


"Gue jadi iri ama lo" ujar Arka. Membuat mata binar Ajeng muncul. Seolah dia tengah tenggelam dalam gelap gulita lalu datang sinar walaupun redup.


"Gue nggak bisa terobsesi ama sesuatu kaya lo" cahanya tersebut ternyata api yang panas. Bukan cahaya penerang yang menghangatkan.


"Hiks hiks haru bwang. Hati adik ngeflay" ujar Hanung dengan alaynya.


"Parah lo, Nung" kata Roy. Dan yang lain tertawa puas.


"Terus Arkanya mau aku kaya gimana?" tanya Ajeng, masih berharap ada kesempatan dalam kesempitannya.


"Jelas mau lo pergi lah" Hanung sewot sendiri.


"Ho oh sekalian pergi dari kehidupan yang damai adem sejahtera ini" Rendhy pun ikut ambil bagian.

__ADS_1


"Aku nggak minta pendapat kalian ya" ujar Ajeng menatap satu persatu lawannya.


"Aku cuma minta pendapat Arka"


"Gue ngikut kata temen" kata Arka, cuek


"Krak, uh ada yang retak" kata Rendhy


"Ngenak banget uhuy" ujar Roy


💫💫💫


Bel masuk pelajaran selanjutnya sudah berbunyi sejak tadi. Namun kelas Xll IPA 1 masih makan bebas. Da yang makan di depan kelas, duduk di meja, duduk di kursi sendiri atau kursi teman lainnya, ngerumpi satu kelompoknya, duduk di teras samping tong sampah dengan tujuan buang sampannya cepet.


"Woy woy" teriak Hanung. Dia baru saja darj kantor. Sebagai wakil ketua dia yang sering ke luar kelas untuk bertanya tetang tugas. Sedang ketua kelas, Ardi. Dia agak mager di karenakan tubuhnya yang agak fat. Malas untuk berjalan kesana kemari kecuali jika di perintah guru.


"Jam kosss" sambungnya. Sontak teman sekelasnya ber ye ye ria. Dari dalam kelas dari luar dari samping dari pojok semua ber hore dan ye ye dengan los se los nya.


Key menundukkan kepalanya melihat laci meja. Lalu mengambil sesuatu.


"Mau ke atap, Key?" tanya Yenni dengan wajah murung.


"LKS lo udah?" tanya Elen.


"Ye, gue juga mau" ujar Yenni


"Gue juga dong" kata Aulia


"Nih" Key memberika LKS IPA miliknya. IPA adalah mapel paling ia sukai dan paling ia kuasai. Nilainnya juga selalu paling tinggi jika itu IPA.


"Uwwu thanks, Key" ucap Elen bahagia.


"The best lah" Yenni mengacungkan jempolnya.


"Nih dua jempol, Key" Auliatak mau kalah.


"Nanti sampai jam IPA sampe istirahat kan?" tanya Key memastikan

__ADS_1


"Iya, puas puasin disana. Jangan lupain wajahku" pesan Yenni


"Dih" Key nyengir


"Jangan pensiun contoin kita ya, Key" Aulia menatap Key penuh harap.


"Lhoh Key udah pegawai negri toh" Elen dengan ngakak memgatakannya.


"Kalo negrinya jadi pegawai kalian mah ogah" kata Key


Mulmet


Ini Arka lagi ilfel sama Ajeng



Ini Rizki yang ngejar Key



Ini Key si pinter suka baca dan gambar



Ini Ajeng pake gaun, golongan borjuis



Ini Elen si pendiam sebangku Key



Ini Aulia si calm



Ini Yenni si cute dan heboh. Lagi kaget kalo dia difoto

__ADS_1



__ADS_2