
Eemmmm gini....
_____________________
Mereka mentrasfer semangat pada Ajeng yang ingin memberikan minuman pada Arka. Jadi mereka menunggu kedatangan Arka yang akan lewat sana sebelum ke kelasnya.
"Dia bakalan nerima nggak ya?" kata Ajeng
"Satuyyy jeng ntar aku tonjok kalo dia nggak nerima" jawab Rena dengan mengepalkan tangan.
"Hmmm, setuju" kata Mila menyetujuinya
"Key, Neisya ama Elen ikut jeng. Kita ber enam, kalah dia mahhh" sambung Mila
Key dan Elen berhenti mengunyah snak nya. Beralih menatap Mila.
"Eh aku nggak ikut" kata Key
"Aku juga nggak" kata Elen juga
"Sa?" tanya Mila kini menghadap Neisya
"Ummm.... gimana.." Neisya masih menimbang kata kata Mila
"Ehhh dia dateng dia dateng" kata Rena dengan heboh sambil memukul mukul Ajeng.
"Iya iya, ngerusak suasana aja deh" jawab Ajeng.
__ADS_1
Ajeng berdiri lalu menghampiri Arka. Arka berhenti berjalan. Menyusupkan kedua tangannya di saku celana. Menatap Ajeng dengan penuh tanda tanya walau dia sudah tahu apa yang akan gadis itu lakukan.
Sebuah tangan merusak yang suasana datang. Tangan itu meremas dan bertumpu pada pundak Arka. Sesaat lalu seseorang muncul dari belakang Arka.
Yap Hanung lagiii
💫
"Dasar perusak suasana. Nggak tahu apa buat suasana itu susah. Malah dirusak" umpat Rena kesal
"Tau tuh, tapi kita bisa manfaatin dia" kata Mila
"Yap, kita bisa tanya tanya dia tetang Arka" sahut Neisya
"Hmm, Kalo dia nggak nempel sama Arka dan nggak bocorin sama Arka" sahut Key
💫
"Ehhh, lagiiiii?" tanya Hanung terheran heran. Hanung berdecak sambil menggelengkan kepala.
"Terima aja Ka, gw haus" kata Hanung sambil memegang tenggorokan. Totalitas
"Ambil aja sendiri" kata Arka ketus. Lalu berjalan melalui Ajeng.
"Ck, dasar" umpat Hanung seraya menatap punggung Arka. Sebentar lalu menatap Ajeng dan tersenyum. Ia mengambil botol dari tangan Ajeng.
"Ku ambil ya. Ntar ku kasih ama kaka" kata Hanung
__ADS_1
Hanung menatap wajah murung Ajeng.
"Jangan masukin ke hati dia emang gitu. Bukan cuma kamu aja" kata Hanung lagi Lalu berlari mengejar Arka.
"Woii Arka berhenti! , gw bandem ya lu ama botol ini kalo nggak berhenti!" kata Hanung
Arka tetap berjalan saja dengan santuyyy nya. Sebelum seorang cewek menghadang jalannya. Yapp Rena, dia nggak terima tentu saja.
"Apa?" tanya Arka
"Lu ya, nggak punya hati!" kata Rena sambil menunjuk batang hidung Arka
"Satuy mbak santuy" kata Hanung sambil menghadangkan kedua telapak tangannya dihadapan Rena.
Key dan yang lain datang menghampiri manusia yang berdebat. Kebetulan kelas MIPA 1 adalah kelas yang sepi, tak seperti kelas lain. Dan kebetulan juga para siswa sedang berada di kantin atau tempat nongkrong lain atauu bolos juga ada.
"Nggak peka" sambung Mila
"Hah?" tanya Arka tak mengerti
"Lu seenaknya nolak pemberian orang yang ngasih lu sepenuh hati..." kata Rena
"Eh apa salah dia kalo nolak?" tanya Hanung membela Arka
"Hei, kalian tahu nggak? Kalian kalo ngechat temen dan cuma di read ato lama nggak di bales sakit kan? Sebel kan? Apa lagi kaya gini?" kata Key. Ia sebal dengan sikap Arka yang selalu menyepelekan pemberian.
"Coba kalian kasih sesuatu ke orang yang kalian sayang, dan orang itu nolak mentah mentah. Apa yang kalian rasain? Serasa nggak berguna. Nggak bias apa apa. Serasa hubungan kalian diputusin. Walaupun itu ke teman atau sahabat" sambung Key
__ADS_1