Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Kantin


__ADS_3

Thanks atas partisipasi para readersnya. Thanks like and vote and rate kalian πŸ’–πŸ’–


"Dah itu ajah"πŸ˜†


_________________


"Tunggu berati tadi kalo bukan kamu... " tangan Rena memunjuk anak yang baru saja berdebat dengannya.


"Berati si Kolkol!" katanya kini tersadar juga


Anak itu mengangguk saja. Yang penting ia dapat snak, pikirnya πŸ˜†. Lupakan apa yang baru saja Rena lakukan padanya, yang penting ada kompensasinya.


"Kurang hajar banget si Rizki" kata Key kesal


"Dasar fucek" kata Rena geram. Ia kemudian menarik Key mengajaknya mengejar Rizki. Key ikut saja walaupun dia tidak begitu suka berurusan dengan para laki laki. Mau bagaimana lagi, ia tidak bisa jajan tanpa uang itu.


"Sayur koool sayur koool" seru Rena sambil bernyanyi


"Kemana sih kamu wahai sayur kol" sambung Key diikuti tawa


(wkwkwk pada nyanyiin nggak sih?πŸ˜…)


"Manteb Key. Lanjut lanjut" sambut Rena antusias.


"Hahahha, aku udah buntu nih" katanya sambil tertawa.

__ADS_1


"Giliran kamu" sambungnya.


"Apa lagi aku. Aku tuh kaya motu yang gak bisa mikir pas laper. Makan shamosa dulu yuk" kata Rena. (pada tahu gak tuh kartun lama soalnyaπŸ˜‚)


"Lah napa malah ngajak aku ngejar sayur kol kalo laper?" tanya Key.


"Oh ya, entahlah. Yuk ke kantin" ajak Rena sambil menggandeng tangan Key menariknya menuju kantin.


"Bentar aku telphon Elen" kata Key. Berhenti berjalan mengambil ponsel lalu berkutat sebentar dan meletakkannya ditelinga.


***


^ini di telphon yaa^


"Elen, yuk ke kantin" ajak Key


"Cepet, rame disini. Pada mau lihat lomba soalnya" sambungnya sebelum menutup telphon.


"Heeeeeeh" kata Key agak murung.


***


"Mereka udah ke kan "kata Key terpotong setelah orang di sebelahnya hilang. Key lalu menatap depan mengikuti jejaknya ke kantin.


Ya benar saja Rena suda mendahuluinya. Key mengendus kesal lalu berlari mengejarnya. Ia menumpu pada pundak Rena setelah dapat mencapainya.

__ADS_1


"Kenapa ninggalin sih?" tanya Key


Rena tertawa walaupun ia bersalah.


"Aku lapar" jawabnya singkat seraya mengelus perutnya.


Key berdecak kesal. Tak lama kemudian mereka sampai ke kantin. Ya memang benar disana ramai sekali.


"Sebenarnya mau lomba apa sih?" gumannya pelan pada dirinya sendiri. Namun terdengar oleh teman didepannya yang sedang antre. Mereka menoleh kecuali Rena yang sudah dilanda badai pangan.


"Kamu gak tau?" tanya Ajeng meyakinkan.


Ia dan Neisya menggeleng kepala tak percaya. Sedang Elen memilih fokus kembali pada makan.


"Emang ngundang apa sih? Sampai heboh gini kantinnya. Cuma gara gara persiapan mau nonton lomba." kata Key tak heran sambil melihat kerumunan para siswa (anggep aja ini gak ada pandemi, karea ini cuma halusi ^_^)


Ajeng dan Neisya kembali terheran heran dengan temannya. Walau mereka tidak setiap saat bersama. Paling sering Key bersama Elen, begitupun keempatnya. Mereka juga paling sering bereempat.


Rena menyodorkan jajan pada Ajeng. Ajeng pun mengambilnya lalu kembali pada Key.


"Kamu masa gak tahu? Nanti ada lomba basket antar kelas IPA. IPS kan udah kemaren jadi sekarang giliran anak IPA." terang Ajeng. Masih menunggu jawaban Key.


"Terus?" tanya Key bersikap biasa saja.


"Ampun dah ni anak. Kuper banget sih. Kan ada idola sekolah yang cooool itu. Yaa walaupun dia gak anak basket tapi skil nya daebak. Masa gitu aja gak tahu sih?" tanya Ajeng lagi.

__ADS_1


"Eh kuper? Bukan kuper lah, cuman gak tahu dan gak mau tahu aja. Nah kalian mana tahu kalo bukan cari tahu?" tanya Key balik


__ADS_2