
Hai hai, author minta saran dan kritik dari kalian โงโโฆ. Dan thanks like komen dan votenya. Thanks buat semangatnya.
_______
"Simpan tenaga buat dukung kelas kita di babak semi final aja. Ngapain dukung kaka?" kata Key.
"Aku akui dia lebih menarik dari kelas kita" kata Ajeng sambil mengangguk.
"Oh" jawab Key singkat. Kembali nyemil dan menonton.
"Lihat lihat dia shotting!" kata Rena sambil mengibas ngibaskan tangannya pada teman di sambingnya.
Key menyipitkan mata, memfokuskan pada seseorang yang sedang melakukan shotting. Sontak mata Key terbelakak lebar.
"Itu... si.. ge'er" gunam Key pelan
"Goooooooolll" seru semua suporter.
๐ซ๐ซ๐ซ
Arka yang baru menyelesaikan pertandingan yang ia tutup dengan golnya menyapukan mata ke para penonton. Ia menyipitkan mata. Melihat seseorang yang tidak berekspresi setelah ia memasukkan gol. Ia nampak biasa saja, tak ada ekpresi apapun diwajahnya.
"Lihat apa?" tanya teman satu tim Arka. Lalu mengikuti arah pandang Arka yang telah di tinggalkan.
__ADS_1
Arka mengacuhkan temannya. Ia meminum sebotol air mineral dingin. Segar, itulah yang dirasakannya. Rasa itu hilang setelah tiba tiba seseorang memukul lengannya sambil berseru "Buset" dan mengeleng kepala.
Arka tentu saja terkejut. Ia langsung melemparkan botol air kepada temannya. Tentu saja membuatnya basah kuyup.
"Udah keringetan di siram air lagi. Jadi teles kebes netes eluh cendol dawet..." kata teman arka, Hanung namanya.
(Sorry yang nggk tahu lagunya ๐)
"Paan sih. Untung nggak keselek tadi. Bisa mati lo kalo gw keselek beneran" kata Arka
Hanung tengah mengelap mukannya yang keringetan dengan lengan bajunya. Ia menoleh setelah kalimat Arka berakhir.
"Kog aku sih?" tanya Hanung
Hanung mengerjap beberapa kali, mencerna mentah mentah kalimat Arka.
"Dasar lola" kata Arka lalu meninggalkannya.
"Arkaaaaa" seru seseorang gadis dan beberapa temannya. Mereka membawa minuman di tangan masing masing.
Hanung menyusul Arka. Menyandarkan lengannya pada pundak Arka. Hanung menggeleng sambil berdecak kagum.
"Gila, dapet lagi nich sing Arka. Jadi ngiri" kata Hanung
__ADS_1
"Ini minuman buat Arka" kata seorang lagi lalu menyodorkan botol minum. Dan gadis lain ikut menyodorkan minuman yang mereka bawa.
Arka menyingkirkan lengan Hanung dari pundaknya.
"Sorry, aku bukan tangki air. Aku udah minum tadi" tolak Arka mentah mentah tanpa di goreng maupun direbus.
"Dan itu dari nyokapku, bukan dari cewe lain. Jangan bully cewe yang kalian anggap gangguin kalian buat deketin aku" ancam Arka.
Gadis gadis itu langsung terbungkam. Jika kalian jadi mereka kalian pasti nggak bisa ngomong apa apa kan? Nah begitupun mereka.
Gadis gadis itu hanya tersenyum paksa.
Arka hanya acuh lalu berjalan meninggalkan para fansnya.
Tinggallah Hanung disana. Dia kiguk mendapat tatapan dari gadis gadis. Sepertinya mereka berharap pertolongan darinya.
"E- kami pergi dulu" kata Hanung sambil menggosok tengkuknya.
"Eh, gw sendiri ding" sambungnya setelah tahu dirinya telah ditinggilakan. Eak ๐
๐ซ๐ซ๐ซ
Key dan Elen tengah nyemil sambil duduk dibangku panjang samping koridor kelasnya. Ia bersama ke lima temannya disana, menunggu seseorang.
__ADS_1
Mereka mentrasfer semangat pada Ajeng yang ingin memberikan minuman pada Arka. Jadi mereka menunggu kedatangan Arka yang akan lewat sana sebelum ke kelasnya.