Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Naik Kelas


__ADS_3

Sekian lama yah, ada yang kangen?


Jiah ngarep 😂😂


____________


Iya sih, Tapi secara spontan kita nangkepnya kalo nggak jomblo berati ada pasangan dong. Gitu Key" jawab Mila


"Hm" jawab Key singkat


💫💫💫


"Keyyyyyyyyyyy!" sorak Elen dari belakang Key.


Key baru saja memasuki gerbang sekolahnya. Sudah disambut hangat atau bahkan heboh teman sebangkunya.


Elen langsung saja menghampiri Key dan menggandeng lengannya. Membuat Key mengelus dada. Bisa loncat jantungku.


"Keyyyyyyyy!" seru Rena. Dia sendirian karena temannya belum ada yang datang. Rena langsung memeluk leher Key dari belakang.


Pindah selolah aja nih. Sakit jantung lama lama. Batin Key.


Tentu saja anak anak heboh. Karena ini hari dimana anak anak masuk ke kelas lanjutan. Yap setelah libur panjang yang tak terasa panjang.


Key kini naik kelas XII. Hal yang di tunggu adalah teman baru dan wali kelas yang baru. Yang penting jangan yang galak alias killer.


Untuk sementara anak anak tetap menempati kelas asalnya. Sedang anak baru biasanya duduk di teras teras kelas kalo nggak ya di kantin.

__ADS_1


"Kasiannnn jadi gelandangan kan" ejek Rena dari dalam kelas. Matanya melirik adkel yang berjajar di teras.


"Koplak, ada nyokapnya njirrrr" sahut Ajeng.


"Di jadiin menantinya mati kau" timpal Key


"Ih, mau lah. Kalo anaknya cokgan" ujar Mila menaik turunkan alisnya.


"Mil, Gilang lagi ngamping di puntu tuh!" kata Key sambil menunjuk pintu dengan dagu.


Mila langsung saja membungkam mulutnya. Melirik dengan hati hati seorang di pintu.


"****" umpatnya setelah mengetahui ada Galang di sana.


Temannya menertawainya. Di marahin? Di cuekin? Di balas dendam? Atu di putus?


Mila langsung menemui sang pacar. Berkata manis dan bersikap manis. Menggandengnya keluar sebelum cacing cacing di kelas membocorkan nya.


"Hai Key!" sapa Ardi hangat. Dia baru sampai di kelas. Dan dia merupakan saingan rangking terbesar Key. Walaupun laki laki.


"Tumben siang, biasanya subuh?" tanya Key


Ardi merupakan teman Key yang berangkat nya pagi. Karena rumahnya cukup jauh dari sekolah. Bisa dibilang agak pelosok.


"Ban ku bocor. Nyebelin banget" ucap Ardi dengan nada sebalnya.


"Hey hey, katanya wali kelas XII IPA 1 killer nih" kata Kata Rena heboh

__ADS_1


"Lhohhhhhhhhh" ujar Ardi dengan tingkat kesebalan yang meningkat.


"Bu bu bunik nik gitu" kata Rena mengingat ingat.


"****, Bu Nanik. Killer tuhhhhhhhhh" sahut Ajeng histeris.


"Mati nih. Nggak bisa gerak nanti waktu Ulhar matik" ucap Ardi cukup histeris juga.


"Ya kalo kita di IPA 1?" kata Key. Skak mat, Key terkenal pintar debat. Namun dia tidak begitu suka bicara pada orang asing. Kecuali jika temannya terpojok. Dan hanya sedikit bicara pada teman sendiri, sekali bicara skak mat deh.


"Kalo Key sama Ardi udah pasti. Masa masih ragu sih Key?" kata Elen


"Ya kalo aku pindah sekolah" jawab Key.


Para pendengarnya terperanjat dari tempat duduk. Berdiri sambil menggebrak meja. Ada juga yang langsung menoleh sambil memelototi Key.


"Ingat takdir itu bisa mengubah segalanya, jangan terlalu yakin pada kata orang orang saja" kata Key lagi.


Jleppppp


Tak ada yang bisa melawan Key jika dia sudah angkat bicara.


Semua jadi termenung karena kata kata Key. Jadi memeikirkan hal hal yang akan terjadi di hari berikutnya.


"Tapi bukan berarti kita pasrah" sambung Key


"Kenapa malah jadi melo gini kalian?" tanya Key melirik satu per satu temannya.

__ADS_1


__ADS_2