Idola Di Kelasku

Idola Di Kelasku
Graxen dan Azuar


__ADS_3

"Jangan nyulutin api di atas minyak. Kalo nggak pengen terbakar"~Arka


_____________________


Ke enamnya sampai di lapangan Garuda. Sudah ada Rizki disana, tengah beradu dengan Kevin yang merupakan wakil Azura.


Johan menarik Rizki ke belakang. Untuk mengikuti anjuran teman yang lain. Deru nafasnya masih naik turun.


Sorot mata Arka mengarah pada Key. Ada Elen, Ajeng, Rena, Mila, dan Neisya. Namun Key paling parah mendapat luka lalu Elen setelah itu kawan Ajeng dan Ajeng.


"Len lo nggak kan kenapa napa kan?" tanya Key disamping Elen.


"Lepasin gue" teriak Key sambil meronta


"Aku nggak boleh kenapa napa. Nenek udah nggak punya siapa sipa lagi selain aku" batin Key meneguhkan hatinya


Plakkkk...


Sebuah tamparan keras dari David mendarat di pipi kiri Key. Darah segar mengalir dari sudut bibir Key. Rasa perihnya menjalar ke tubuhnya. Kini bibir Key terasa perih untuk berbicara.


"Berisik lo. Diem kaya yang lain bisa nggak?" bentak David


"Banjing*n lo" bentak Rizki pada David.


"Lepasin gua Han" rontannya pada Johan yang mengenggam erat tangnnya.


"Ren ren bantuin Ren" panggil Johan pada Rendhy

__ADS_1


"Ren, lo sama Johan bawa Rizki ke rumah gue. Kalo udah kelar entar gue ke sana" perintah Enggar, melempar kunci rumahnya pada Rendhy. Rizki tak bisa menolak jika itu dari Enggar.


"Kalian berani?" tanya David


Ia memegang ke dua pipi Key dengan tangannya menggoyang goyangkan kepala Key dengan kencang.


Buak...


Tinjuan dari Arka mengenai rahang David. David terkejut dengan pukulan tiba tiba Arka membuatnya tak bisa menghindar dan menyebabkan rahangnya berdarah.


Buak... buak... buakk


Arka makin tak terkendali. Dan memukul David bertubi tubi.


"Woe woe lindungi bos" teriak Kevin


"Apa? Lo berani nyentuh temen gua?" Kata Enggar pada anak anak Azuar.


"Kalian masih kuat juga. Mantan anggota Graxen. Geng yang sudah hancur itu?" ujar David


"Jaga mulut lo anj*ng" menunjuk wajah David.


"Baj*ngan, gue sobek mulut lo" Hanung ikut tersulut.


"Biad*b lo Vid" ujar Roy


"Gue hidupin Graxen" kata Arka pelan namun dengan suara serak dari pangkal tenggorokan yang terdengar mengerikan. Temannya pun menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Kalo lo cuma pengen berantem ama kita. Cara lo yang jantanan dikit. Lo ketua Azuar dan lo nantang orang lain jadiin cewek tawanan? Nggak pantes lo jadi ketua. PENGECUT" ujar Arka


"Bajing*n"


"Jaga mulut lo bangs*t"


Teman teman David marah. Hendak memukul Arka. Namun, David menghadangkan tangannya.


"Biarin. Lepasin mereka" David menoleh pada cewek yang ia tawan.


Para teman David melepas cewek cewek itu dengan kasar, menjungkurkan mereka ke tanah. Lalu pergi meninggalkan lapangan dan anak anak Graxen.


Arka langsung menghampiri Key. Membopongnya dan menaikkannya ke motor miliknya. Tak menghiraukan temannya yang menatapnya bingung.


"Ke rumah gue, Ka" teriak Enggar. Tak di dengar Arka.


"Lo masih kuat kan?" tanya Arka pada Key


"Thanks" jawab Key samar.


Arka lalu mengambil tangan Key. Memegangnya erat dengan tangan kirinya. Arka benar benar dalam kecepatan tinggi saat ini.


Di perjalanan Arka terus menanyai Key. Takut jika Key tak sadar diri dan dia tidak tahu. Wajahnya merah padam dan matanya merah berair.


***


ini visualnya:

__ADS_1




__ADS_2