
【Plants Creator】 adalah kemampuan untuk menumbuhkan tanaman baru ataupun yang sudah ada, tentu saja ada syarat-syarat dan batasan yang harus dipenuhi untuk melakukan itu.
【Detecless】milik Hajime adalah skill yang dapat menghilangkan keberadaannya dari lawan dengan sempurna. Karena dalam pemakaiannya, kecuali orang yang diinginkan pemakainya- Hajime, semua yang ada di area sekitarnya akan melupakan segala hal tentang Hajime, entah itu keberadaannya sampai fakta bahwa dia pernah ada di dunia ini. Namun tentu saja ada berbagai batasan seperti waktu dan luas area yang membuatnya tidak bisa disebut sebagai skill yang sempurna.
Di sisi lain,【Time Oracle】adalah scared skill Kyoka yang akan memberinya prediksi 100% tentang apa yang akan terjadi dalam 10 detik, 1 menit hingga 30 menit di masa depan. Adalah skill yang sangat ‘curang’ jika dapat mengontrol dan mengeluarkannya kapanpun dia mau-- Tapi itulah yang menjadi batasan dari【Time Oracle】, dimana prediksi masa depan hanya terjadi pada waktu yang acak dalam pertarungan, meski begitu【Time Oracle】akan muncul pada saat yang genting dan berbahaya, jadi itu bukan setidak teratur itu juga dan masih dalam kategori skill yang sangat berguna.
Senjata, pakaian, kotak harta dan semacamnya kami simpan dalam ability【Storage】milik Hajime, dimana ability tersebut mampu menampung 100 jenis item yang berbeda tanpa batasan untuk setiap itemnya- Atau begitulah yang pihak terkait katakan.
Di sisi lain aku memiliki【Analyze】untuk menganalisis objek seperti senjata, monster hingga manusia sebagai informasi dengan batasan tertentu.
Angin berhembus sekali lagi. Semua persiapan telah selesai dilakukan, perjalanan kami akhirnya dimulai.
"Jadi, bagaimana kita harus memulainya? Kalian tahu maksudku, kan?"
Hajime menanyakan itu. Kyoka membuat pose tangan menghalangi matahari seolah melihat sesuatu yang jauh sambil meliuk ke kanan dan ke kiri.
"Kamu melihat sesuatu, Kyoka?"
"Huuu... dimana-mana hanya ada hamparan rumput dan pohon-pohon yang berdiri setiap 10 meter." Lapor Kyoka, mengira-ngira jarak antar pohon itu seenaknya. Sebenarnya, padang rumput dan pepohonan itu terbentang sejauh penglihatan kami, individu dan kelompok binatang- Atau lebih tepat disebut monster terlihat di sekitar tempat itu.
Bersama dengan tiupan angin dingin, menghadap hamparan yang luas itu aku mengajukan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan situasi ini.
"Hajime, kautakut ketinggian?"
"Kenapa kaumenanyakan itu? Mau menerbangkanku?"
"Begitulah-- Tapi sayangnya aku tidak mungkin melakukan itu. Yah, tidak mungkin juga orang yang selalu merasa tinggi sepertimu punya acrophobia, iya kan? Hey, bisa kaunaik pohon itu sebentar?"
Ia melihat arah yang kutunjuk.
"Hey, kautidak berpikir melemparkanku bersama pohon itu, iya kan?"
"Mari kita memikirkannya dari sudut pandang yang lain... Tidakkah harusnya kaumerasa bahagia bisa terbang di atas langit dan melihat semua pemandangan indah bersama pohon yang manis itu? Aku tahu banyak pengudara yang menganggap pesawat mereka sebagai pasangan hidup dan mati."
"Harusnya kautahu untuk tidak mengelompokkanku dengan orang-orang gila itu. Sebaliknya, aku lebih suka menembakkan pesawatku secepat roket dan meledakkannya ke pesawat musuh setelah terjun dengan aman memakai parasut."
"Hey, hey, apa yang sedang kalian bicarakan? Apa ini saat yang tepat untuk membahas pesawat tempur?"
"Ah adikku, Kyoka, ini bukan masalah saatnya ataupun bukan saatnya, tapi kita sendirilah yang harus menciptakan saatnya itu meskipun ini bukanlah saatnya."
"Permainan kata macam apa yang sedang kaumainkan? Ini bahkan bukan saatnya untuk memikirkan hal itu, kautahu?"
"Jangan terlalu dipikirkan, Kyoka. Maksud dari kata-kata itu adalah untuk mendengarkan pembicaraan orang lain sampai selesai tanpa mengambil kesimpulan apa pun terlebih dahulu."
"Dan siapa lagi itu yang mengambil kesimpulan seenaknya sendiri. Apa yang kaukatakan dan apa yang Hajime katakan jelas sekali adalah dua hal yang berbeda."
"Karena itulah kubilang kamu harus mendengarkan sampai akhir, iya kan, Hajime?"
Hajime meletakkan tangannya yang sedikit bertenaga di atas rambut Kyoka, kemudian mengusap-- Tidak, memberantakkan rambutnya, dia tertawa.
"Haha~ yah, harusnya adik perempuanku yang manis ini bisa mengikuti candaan dari pembicaraan yang dengan penuh ide ini."
"Seperti yang diduga darimu, harusnya kaumengatakannya dengan kalimat yang lebih mudah untuk dipahami. Sudah kuduga kaumenyadarinya, Hajime."
"Hm? Apa cuma aku yang merasa tinggal di dunia yang lain? Ah, ini memang dunia lain sih."
"Haha~ yah, Kyoka, ini tentang scared ability-ku, apa kamu ingat?"
"Maksudmu【Plants Creator】? Seharusnya itu untuk tanaman, hmmm... Dan pohon itu juga tanaman, maksudmu—"
"Begitulah. Kurasa syaratnya telah terpenuhi."
"Lalu kenapa kautidak bilang dari tadi?! Biarkan-aku-yang-melakukannya-Aria!"
"Eh-? Tapi itu sangat berbahaya. Aku pernah bilang sebelumnya, kan? Biarkan aku yang melindungimu, Kyoka."
Gadis itu menatapku dengan mata coklatnya, tapi setelah satu, dua detik, mata itu berubah dengan tatapan yang lebih intens di dalamnya.
"Aku senang, Aria. Tapi kautahu aku tidak suka dibatasi seperti itu. Aku ingin melihat langit dari dekat, dan hamparan padang rumput ini dari ketinggian!"
"Tapi—"
'Buk' Sebuah telapak tangan misterius menempel di pundakku. Pemilik dari telapak tangan misterius itu tidak lain adalah Hajime.
__ADS_1
"Hey, kenapa tidak?" Tanyanya.
"Aku yakin akan jauh lebih baik jika pemanah sepertimu yang melakukannya. Kaupunya mata dan akurasi yang bagus, iya kan?"
"Ah, maaf, aku salah bilang. Maksudku, kenapa tidak kamu naik dengannya?"
Apa yang orang ini katakan? Mungkinkah dia mencoba memberiku waktu berduaan dengan Kyoka dan membuat kami semakin dekat...? Ah, tidak, mungkin juga tidak, bukan itu. Barangkali dia hanya memberikan usul pemecahan masalah secara logis seperti biasanya.
Dan setelah kuproses dengan lebih baik definisi kalimat itu, akhirnya kupikir ‘benar juga apa yang dia katakan’.
Tapi ketika aku melihat gadis terkait yang disebutkan, mata anjing memelas telah tercipta dengan imutnya.
"Tidak boleh~?"
'Gulp' Aku menelan ludahku sekali. Sesuatu yang disajikan di hadapanku ini tidak salah lagi adalah pemandangan yang saaangaaat imuut. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menahan perasaan dimana detak jantungku terus dipercepat. 'Tahan bung~ tahan~' sesekali suara itu berbisik memasuki telinganku, pemilik suara itu sendiri tidak perlu kuperiksa lagi untuk mengetahui kebenarannya.
Aku menyingkirkan wajah Hajime yang terus-menerus mendekati telingaku. Kulirikkan pupil mataku ke arah yang tidak ada apa pun di sebelah kanan, menjauhkannya dari fenomena tak tertahankan di depanku.
"Yah, kupikir tidak masalah, jika aku bersamamu."
Kyoka membentuk pose kemenangan dengan dua tangannya ke atas; menampilkan keceriaan secerah matahari tanpa ditutupi oleh awan apa pun.
"Yey~! Terima kasih, Aria, aku senang sekali!"
Ia berlari menuju pohon entah apa yang sebelumnya kusuruh Hajime untuk menaiki itu. Aku mengikutinya dengan langkah pelan tanpa menunjukkan sedikit kebahagiaan dalam bentuk apa pun,. 'Aah, ya ampun' sesekali aku akan memprotes seperti itu. Kamipun memanjat pohon itu beberapa meter ke atas, dan berhasil menduduki cabangnya yang kuat dan tidak terlalu tinggi.
"Yey~ waktunya naiiik~!" Sesekali Kyoka akan menunjukkan semangat dan antusiasme seperti itu, sambil menunjuk ke atas pada langit biru tanpa banyak awan.
Aku meletakkan telapak tanganku pada salah satu permukaan pohon. Dan dengan merespon perintahku 【Plants Creator】aktif, pohon setinggi lima meter tumbuh menjulang menuju langit.
"Whuo~houuu~ iiiniii menakjubkaaaan~!!" Dengan kecepatan pertumbuhan pohon yang sangat tidak masuk akal, Kyoka berteriak seolah mengalami sesuatu yang benar-benar menakjubkan untuk pertama kalinya. Yah, benar juga, ini memang pertama kalinya dia mengalami sesuatu semacam ini.
"Pegangan yang kuat, oke?! Sebentar lagi akan berhenti!"
"Yahaha~! Iyaaaa~!"
Dia memegang- Tidak, memeluk sebuah cabang pohon mengikuti instruksiku. Dalam 5, 6 detik kemudian kami berhenti. Aku melepaskan tanganku dari pohon, sesuatu mulai terlihat dalam jarak yang disebut 'sangaaat jaaauuuuh sekali'.
"Kyoka, kaubisa melihatnya? Sepertinya ada permukinan di sebelah sana."
"Hmm... Aku penasaran apa kaupunya sihir untuk membuat kita sampai di sana dalam sekejap."
"Kalau ada aku pasti sudah mengatakan 'Tenang saja, serahkan ini padaku!' sebelum menanyakan itu, iya kan? Tapi setidaknya aku punya kompas di jam tanganku"
"Haah... kalau begitu seharusnya tidak ada masalah kecuali waktu dan tenaga, huh. Dan meskipun kita punya skill dan senjata yang kuat, aku masih tidak yakin apakah monster-monster yang ada di depan sana itu bisa kita atasi dengan level kita yang sekarang."
"Level, huh... tapi kita juga tidak bisa berhenti di sini begitu saja, jadi satu-satunya pilihan adalah dengan melawan mereka dan sampai dengan selamat, benar?
"Tidak ada pilihan lain, huh...” aku menghela nafas satu kali, menerima kenyataan yang ada di depanku ini, menampilkan image seseorang dengan pandangan mata mengantuk dan tanpa sedikitpun motivasi. Berkata, “Jadi, arah mana permukimannya?"
Kyoka melihat jam tangannya, ia memfokuskan matanya pada jarum dan lingkaran tertentu di dalam sana.
"Ke barat. Sepertinya akan butuh 1-2 bulan untuk sampai ke sana."
"Benar... ... nah, Kyoka, mau di sini dulu sebentar?"
Aku menanyakan itu. Kyoka menunjukkan ekspresi kebingungan yang tidak biasa. Dan sebenarnya aku tahu, bahwa ekspresi yang Kyoka tunjukkan bukanlah sebuah tanda tanya atau semacamnya, melainkan sesuatu seperti, ‘berduaan denganmu di tempat ini?’
"Hm? Bukan berarti aku tidak suka melihat pemandangan dari atas sini bersamamu, Aria, tapi kautahu sendiri jawaban yang tepat untuk itu adalah 'maaf, aku tidak bisa membuat kakakku menunggu terlalu lama' benar?"
"Jadi kamu tidak mau?"
"Tapi kamu sendiri juga tahu orang seperti kakakku tidak mungkin pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti itu jadi... iya, aku ingin di sini dulu."
"Haha~ begitu kah? Yah, aku yakin dia akan dengan senang hati tidur siang jika sadar kalau kita terlalu lama."
Hembusan angin menerpa kami lebih kuat dari sebelumnya. Dua bulan, huh... itu akan jadi perjalanan yang panjang. Dan setelah itu aku akan menyatakan perasaanku kepada gadis ini. seharusnya ini adalah saat yang tepat jika aku mengikuti suasananya. Bukan berarti aku tidak mau, aku hanya tidak ingin mengganggu perjalanan berbahaya yang menanti kami nanti, yang mungkin berarti merusak konsentrasi untuk melawan monster. Karena itulah aku menunggu.
"....Kyoka..."
Menatap warna kebiruan di atas, lusinan gumpalan awan terlihat, ia mendengarkanku dengan baik.
"Hm? Ada apa, Aria?
__ADS_1
"Setelah kita sampai di sana... ada sesuatu yang ingin kukatakan."
".... Apa di sini tidak bisa?”
"Tidak... Harus di sana."
Kyoka memalingkan wajahnya ke arahku, menarik sebuah garis di antara pipinya, tersenyum, dan berkata:
"Begitu ya... Aku menantikannya."
Lima belas menit telah berlalu, aku mengembalikan bentuk pohon ke ukurannya semula. Tubuhku terasa berat setelah itu, sekali lagi aku mengecek statusku dan tanpa kusadari angka pada bagian ether telah berkurang menjadi 20/100.
"Ini melelahkan. Dan di lain sisi kaumalah seenaknya tidur?"
"Hey hey, yang meninggalkanku sendirian di sini siapa? Lagipula kautidak terlihat seperti iri atau semacamnya."
Meski begitu, sambil merasakan sensasi berlalu lalangnya hembusan angin di atas hijaunya padang rumput yang luas, berdiri menghadap arah matahari di sebelah barat, perjalanan kami akhirnya dimulai.
~**~
---Bagian 2
Ada dua alasan kenapa seseorang tetap berjuang meskipun itu sulit: karena ia mempunyai sesuatu yang ingin ia capai, atau karena ia mempunyai teman-teman yang tetap mendukung dan menemaninya dalam kesulitan itu. Untuk orang sepertiku mungkin adalah alasan yang kedua. Aku tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga lagi. Aku tidak ingin ditinggalkan lagi. Aku ingin menjaga dan melindungi waktu kami untuk tetap melakukan semua hal bersama.
Kakek, Yuuki, Hugo, Alice... ... kenapa aku harus kehilangan waktuku untuk terus bersama dengan mereka? Kenapa kita harus saling meninggalkan satu sama lain? Dan kenapa aku tidak bisa bersama dengan mereka lagi?
Aku tidak ingin itu. Aku sudah muak. Aku sudah tidak mau kehilangan orang-orang yang berharga lagi bagiku. Aku tidak mau itu. Dan karena itu, karena itulah, aku akan melindungi mereka tidak peduli apa pun yang harus kukorbankan. Akan kugunakan tanganku, kakiku, tubuhku, dan jika perlu, akan kugunakan nyawaku, seluruh kehidupanku. Untuk alasan itulah aku mengangkat pedangku sekali lagi; untuk melindungi mereka.
Satu bulan telah berlalu. Kami menemui banyak monster dalam perjalanan kami. Untuk menghindari resiko terburuk aku menggunakan【Analize】pada mereka terlebih dahulu: Goblin, Orc, Blue Bear, Ballon, Overall Rabbit, Red Boar dll.
<<【】>>
Name : None Type : Humanoid Species : Goblin Level : 10 Rank : E
Life : 100/100 Ether : 20/20 Strength : 70 Vitality : 100 Defense : 80 Agility : 60 Accuracy : 50
Intelligence : 1
Art : -
Ability : -
Scared ability : -
Equipment ability : -
<<【】>>
Name : None Type : Humanoid Species : Goblin (Archer) Level : 10 Rank : E
Life : 100/100 Ether : 20/20 Strength : 60 Vitality : 60 Defense : 50 Agility : 80 Accuracy : 85
Intelligence : 1
Art : -
Ability : -
Scared Ability : -
Equipment Ability : -
<<【】>>
Name : None Type : Humanoid Species : Orc Level : 15 Rank : E
Life : 200/200 Ether : 50/50 Strength : 100 Vitality : 70 Defense : 90 Agility : 80 Accuracy : 60
Intelligence : 1
Art : -
Ability : -
__ADS_1
Scared Ability : -
Equipment Ability : -