Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan

Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan
Episode 15


__ADS_3

【Pahlawan】, pada sesuatu seperti apakah kata ‘pahlawan’ itu merujuk? Jika mereka adalah orang-orang dari dunia lain yang sama sepertiku, akankah aku mendapat suatu keuntungan jika menemui mereka? Aku tidak tahu. Tapi aku akan coba mencaritahunya.


"Kenapa kalian tidak memberi tahuku dari tadi ada sesuatu seperti itu. Jadi, apa yang kalian maksud dengan pahlawan?"


Char tertawa ringan selama 2 detik, lalu membuka mulutnya dan menjawabku.


"Maaf maaf, sebenarnya aku baru ingat tentang itu. Baiklah, pahlawan...? Seharusnya kamu bertanya pada mereka yang hidup di dekat ibu kota jika ingin informasi detailnya, tetapi sejauh yang kutahu, mereka adalah orang-orang yang raja manusia panggil dari dunia lain satu tahun yang lalu. Yah, kudengar mereka sangat kuat, seluruh prajurit dan petualang di kota ini tidak akan sanggup menyentuh mereka dalam pertarungan langsung. Ada empat dari mereka, tapi kudengar salah satunya mati ketika menjelajahi dungeon."


Satu tahun yang lalu, raja manusia memanggil empat orang dari dunia lain dan meminta mereka untuk memberikan bantuan kepadanya, tapi, kenapa? Bantuan seperti apakah yang ia butuhkan? Tentunya seseorang dari kota kecil seperti ini tidak akan mengerti hal seperti itu.


Baiklah, mari kita mereview kembali semua informasi tentang dunia ini. Pertama, benua-tidak, dunia ini bernama【Verdernia】. Di Verdernia, bentuk kehidupan kecuali tumbuhan dibagi menjadi 2: ēnfinity, yang terdiri dari seluruh ras termasuk ras besar seperti manusia, demon, angel, Elf, Dwarf dan werebeasts; juga ras kecil seperti vampir, mermaid, centaur dan dan lain-lain. Juga aether, atau yang kusebut sebelumnya dengan sebutan ‘monster’ seperti goblin, orc, ogre, dragon dan sebagainya.


Untuk mata uang sendiri dibagi menjadi 3 koin: gold, silver, dan copper. Tiap satu gold dapat diartikan juga dengan 100 silver, dan satu silver sama dengan 100 copper, pembagian desimalnya dapat dibilang cukup mudah. Dalam pemakaiannya, koin copper adalah mata uang yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, diikuti silver dan gold.


Sebagai contoh kamu bisa membeli kebutuhan sehari-hari seperti makanan pada rumah makan biasa dengan harga sekitar 5-20 copper. Sedangkan koin silver dan gold lebih sering dipakai untuk keperluan yang sifatnya relatif jarang seperti pakaian, kuda, rumah dan sebagainya.


Untuk Job dan Class, kamu bisa mendapatkannya melalui pendaftaran pada satuan seperti guild petualang, guild pedagang, sampai prajurit kerajaan dan semacamnya. Tempat dimana kamu bergabung, itulah yang disebut dengan【Job】.【Class】 adalah pilihan yang lebih spesifik dari Job. Ada keuntungan tersendiri dari tiap-tiap Job dan Class.


Sebagai contoh, besok aku akan mendaftar sebagai petualang dan mendapat Job sebagai seorang petualang, yang keuntungan dari Job tersebut adalah pemerataan pendapatan experience point, atau disebut juga exp pada seluruh party. Exp digunakan untuk naik level, dan party adalah istilah untuk menyebut sebuah kelompok petualang.


Dalam Job itu juga akan terdapat banyak pilihan Class seperti witch, wizard, magician, sorcerer, mage, warlock, enchanter, lancer, spearman, warrior, Swordman, tanker, sword master, knight, assasin, healer, thief, dan Class lainnya entah itu Class tempur utama ataupun support, yang dalam setiap Class akan memiliki keuntungannya masing-masing.


Berikutnya adalah ability. Seperti dugaanku, scared ability adalah skill yang sangat jarang ēnfinity miliki, yang perbandingannya mencapai 1:10.000.000 dengan pemilik scared skill adalah 1, dan orang sepertiku yang memiliki lebih dari satu bahkan 3 scared skill sekaligus bisa disebut sebagai sesuatu seperti mitos.


Bahkan aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku mendapatkan semua scared ability ini. Jika kupikir-pikir, waktu ketika aku mendapatkan【Map】dan【White Flame】adalah sesaat sebelum kesadaranku menghilang di padang rumut pada waktu itu, tetapi meskipun aku mengetahui fakta ini, sesuatu seperti apakah lebih tepatnya yang membuatku mendapat kedua scared ability ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.


Berikutnya adalah tempat-tempat yang identik dengan aether. Selain padang rumput yang kulewati sebelumnya, ada juga tempat seperti hutan, kuburan, gurun dan sebagainya.


Ada juga tempat-tempat yang disebut sebagai sesuatu yang khusus seperti labirin: tempat dimana harta milik seseorang di masa lalu tersimpan dan terjaga di dalamnya, biasanya, tempat ini dihuni oleh aether penjaga yang sangat kuat dan memiliki berbagai jebakan juga. Dan harta itu sendiri juga tidak selalu berupa uang, tetapi juga item, perlengkapan dan relix-relix kuno.


Ada juga tempat mirip seperti yang disebut dungeon, yang tidak seperti labirin yang hanya memiliki 1-3 lantai, dungeon memiliki puluhan, ratusan, bahkan ribuan lantai di dalamnya.


--- Baiklah, kembali ke topik. Setelah menyelesaikan pembicaraan kami, aku, Char, dan Claude melanjutkan kembali kegiatan kami masing-masing. Char sepertinya pergi ke dapur untuk mencuci piring dan pekerjaan rumah yang lain, Claude pergi ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai dokter, dan meskipun tidak melakukan kegiatan yang terkesan berguna, tidur malam di awal waktu adalah suatu hal yang sangat kubutuhkan saat ini.


Claude akan mengumpulkan penduduk sekitar untuk membantuku memakamkan mereka besok pagi, meskipun sudah kubilang aku bisa melakukannya sendiri. Yah, kupikir dia akan membawa sekitar 5-10 orang bersamanya.


Setelah itu aku akan mendaftar di guild petualang dan menjual material-material monster yang kumiliki, yang ada pada kotak kecil perwujudan ability【Storage】setelah pemiliknya tiada. Kemudian membeli semua keperluan yang kubutuhkan untuk memulai perjalananku di keesokan harinya.


Selagi kupikirkan semua rencananya, rasa mengantuk yang tak tertahankan memenuhi mataku dan membutakanku dengan warna hitam setelah satu, dua menit berlalu.


~**~


Keesokan paginya, aku bangun cukup pagi untuk ukuran seseorang yang biasanya bangun siang. Jadwal aktivitasku segera kulaksanakan dengan tubuhku yang telah pulih meskipun belum sepenuhnya.

__ADS_1


Aku ingin tahu kenapa tubuh ini mampu memulihkan diri dengan sangat cepat dari yang sebelumnya penuh luka hanya dalam semalam. Tetapi entah kenapa aku tahu akan jadi seperti ini, yang kemungkinan adalah salah satu kemampuan dari stasus dasar yang telah meningkat dibandingkan seorang remaja 18 tahun pada umumnya.


Setelah memakamkan Hajime dan Kyoka, aku pergi beristirahat untuk sekedar menenangkan diriku dari kesedihan yang mendalam sebelum berangkat kembali menuju sebuah bangunan besar satu lantai yang ketika kumasuki terdapat sebuah bar yang di bagian belakang berdiri seorang resepsionis manis di balik mejanya.


Aku mendaftar dan mengisi Class-ku sebagai【Swordman】yang unggul dalam kecepatan reaksi menggunakan pedang yang mana sangat cocok dengan status dasarku yang lebih dominan pada agility.


Penjualan material monster-ku berjalan dengan lancar, hasilnya kupakai untuk membeli beberapa peralatan seperti pedang dan masih cukup untuk kebutuhan di perjalanan selama dua minggu ke depan. Setelah itu aku akan mengambil istirahat untuk hari ini di rumah dokter tua itu, Claude Kimberly, dan anaknya, Charlotte Kimberly.


Sebenarnya aku berniat untuk memberi mereka beberapa persen dari uangku sebelum mereka menolaknya karena mereka pikir merekalah yang seharusnya berterima kasih, jadi mereka juga berniat memberiku banyak uang sebelum kutolak karena aku tidak mau merepotkan mereka lebih dari ini.


Dengan begitu, aku meninggalkan rumah di pagi harinya, dan kutemukan Claude dan Char sedang berdiri di gerbang barat kota.


Dari kejauhan aku melihat padang rumput sekitar 50 m di depan, dan di dekat sana, Char dan Claude menungguku.


Sekarang aku tahu kenapa mereka menungguku di sini bukannya menemani kepergianku sejak aku masih berada di rumah mereka.


Itu karena dalam jarak 50 m , berkumpul di dekat dua orang itu 20-25 penduduk yang sebagian besarnya belum dapat kukenali. ‘Haah~’ Aku menghela nafas satu kali sebelum berjalan menuju gerbang.


"Hai, bagaimana kabarmu, itu, Aria, ya?" Tanya pria berotot dengan perawakan seorang petarung. Aku bertemu dengannya kemarin di guild petualang, yang tidak lain adalah guildmaster itu sendiri.


"Kalian adalah orang-orang bodoh yang terlalu baik sampai repot-repot datang untuk menyergapku di pagi hari yang cerah, ya ampun, bahkan bandit sekalipun tahu untuk tidak menjarahku di kota. Jadi, apa yang kalian inginkan? Asal kalian tahu saja aku tidak punya banyak uang."


"Fuhahahaha~ kanapa orang kuat sepertiku harus menjarah pria miskin sepertimu. Ya ampun. Lebih tepatnya guild master baik hati ini akan memberimu beberapa uang, ini, terimalah."


Guildmaster itu, yang bernama Arnold menyerahkan sekantong penuh uang padaku. Sekilas aku tidak mengerti tetapi satu detik berikutnya aku paham kenapa mereka melakukan ini.


Tapi bagaimanapun juga aku telah mendapatkan balasan yang cukup dengan perawatan dan obat-obatan yang Char dan ayahnya berikan kepadaku, jadi aku tidak berniat untuk mengambil sekantong uang yang dia sodorkan.


"Maaf saja jika aku miskin, tapi setidaknya kalian tahu orang terhormat sepertiku tidak akan merampok apa pun dari bandit."


Mendengar elakanku, wali kota yang sudah tua dengan tubuh berisinya berkata kepadaku:


"Apa yang kaubicarakan? Ini adalah pemberian- Tidak, rasa terima kasih kami karena telah menyelamatkan kota dari monster itu. Dan maafkan aku untuk temanmu... aku sungguh tidak enak karena itu, jadi kumohon, terimalah ini. Meskipun aku yakin uang sekecil ini tidak akan cukup untuk membalas jasamu dan teman-temanmu, tapi kumohon, ambillah uang ini, bukan untuk dirimu, tapi untuk kepuasan diri kami sendiri."


【Canavar】adalah nama kota kecil ini. Dan orang itu tersenyum ketika Arnold mengulurkan tangannya yang terdapat sekantong uang koin kepadaku.


Mengikutinya, penduduk yang lain turut menunjukkan senyuman sederhana.


Yah, ya ampun, kalo begini aku tidak punya pilihan lain, kan?


“Terimakasih telah menyelamatkan kota kami!" Kata mereka serempak. Aku ingin tahu apakah mereka sudah melatih itu sebelumnya, tetapi manusia bisa tetap hidup tanpa perlu bertanya apapun. Wali kota itu membuka mulutnya sekali lagi.


"Aria Horizon, anggap saja kota ini sebagai tempat kepulanganmu, perjalananmu mungkin akan sangat panjang tapi berkunjunglah sesekali. Kami menerimamu kapan saja... ah, iya, kudengar dari Claude kamu berpetualang untuk bertambah kuat, iya kan? Jika begitu, tolong bawa ini bersamamu."

__ADS_1


Wali kota itu memberiku sebuah kunci dengan desain yang sangat rumit untuk digambarkan. Dan aku tetap menerimanya meskipun aku tidak tahu bagaimana benda ini akan berguna di masa depan.


"Kunci itu adalah harta kota ini yang telah diwariskan secara turun-temurun. Semalam kami membahasnya bersama dan memutuskan untuk memberikan itu kepadamu. Kudengar itu adalah kunci untuk labirin rahasia yang lokasi tepatnya tidak kami ketahui... Aria, carilah tempat itu. Di sebelah barat kota ini, setelah berjalan satu atau dua hari akan terlihat sebuah hutan, labirin itu ada di sekitarnya, tersembunyi harta yang melimpah di dalam sana. Aku percaya jika itu kamu pasti bisa melakukannya dengan baik."


Harta? Labirin? Apa yang orang ini katakan? Berlebihan juga ada batasnya!


Kunci ini adalah kunci labirin misterius dengan harta yang melimpah di dalamnya, yang merupakan harta kota ini yang telah diwariskan secara turun-temurun, dan mereka memberikannya begitu saja? Apa yang orang-orang ini pikirkan?


Kugelengkan kepalaku satu, dua kali dan kuserahkan kembali kunci itu.


"Maaf tapi aku tak bisa menerima ini. Kunci ini adalah harta turun-temurun dari leluhur kalian, benar kan? Jaga baik-baik benda ini, kenapa kalian memberikannya pada orang sepertiku yang baru kalian temui? Harusnya kalian lebih menghormati leluhur kalian." Kataku. Menanggapinya, Claude mengambil satu langkah ke depan.


"Apa yang kaubicarakan? Justru kami tidak bisa menghormati leluhur kami jika tidak memberikan sesuatu yang pantas untuk menghargai penyelamat kota kami. Bahkan kunci itu masih belum cukup untuk menutupi seluruh pengorbanan yang kalian lakukan untuk kota ini, tapi hanya inilah yang terbaik yang bisa kami berikan kepadamu. Jadi terimalah itu, Aria, untuk menebus rasa bersalah para penduduk terhadap teman-temanmu."


"Tapi aku—^uch~^"


Sensasi lembut menyentuh pipiku sebelum seluruh kata-kata yang kuinginkan telah selesai untuk kukatakan. Tanpa kusadari tanganku berada dalam genggaman tangan seorang gadis bermata mint yang terdapat kunci tersebut di dalamnya.


Char tersenyum dan memejamkan matanya untuk menunjukkan suatu keimutan. Tidak perlu ditanyakan sesuatu seperti apa yang menyebabkan sensasi lembut yang baru saja kurasakan. Suara lembut terdengar memasuki telingaku dari mulutnya,


"Hei, sering-sering berkunjung ke rumah, oke?" Kata gadis berambut emerald itu.


Siulan dan sorakan turut memasuki telingaku setelah itu. Kalimat 'haha~ ya ampun' dapat didengar dari dokter berkacamata itu sambil menggeleng dan tersenyum lemah.


Dan, baiklah, aku menerimanya(kuncinya). Kemudian, petualanganku akhirnya dimulai.


"Baiklah, selamat tinggal, semuanya, terimakasih untuk 2 hari ini. Aku akan berkunjung di lain waktu, tapi itu bukan untuk kalian, itu karena dua sahabatku dimakamkan di tempat ini, jadi berikan sambutan terbaik ketika aku pulang nanti. Selamat tinggal, Claude, Char, terimakasih karena telah merawatku."


"Fufufu~ Aria, kenapa harus bilang selamat tinggal? Sampai jumpa itu lebih baik. Artinya kita akan bertemu lagi suatu hari nanti." Kata Char secara pribadi.


"Ya ampun, aku penasaran apakah suatu hari aku bisa punya menantu seorang pria dari dunia lain- Ah, aku kelepasan. Hahaha~ yah, sampai jumpa, Aria!" Kata Claude, yang mengucapkan sebuah kata tabu dimana aku menyuruhnya untuk merahasiakan itu dari orang lain. Yah, sekarang kupikir tidak apa jika mereka tahu. Penduduk lainnya melihat Claude seolah menuntut suatu penjelasan darinya, mungkin dia akan dibanjiri dengan pertanyaan setelah ini. Dan untuk Char, aku menatapnya dangan lembut, mengatakan ini:


"Akan kujaga cincin ini. Sampai jumpa, Charlotte, jaga dirimu baik-baik."


"Iya, jaga dirimu juga, Aria."


Dengan meninggalkan kata-kata perpisahan itu, tirai baru diangkat! Petulanganku baru saja akan dimulai!


--- ---- -----


“AKU INGINNYA KAMU YANG MENJAGAKU DENGAN BAIK~!!”


“Harusnya kamu katakan itu dari tadi, dia sudah tidak bisa mendengarmu, Charlotte.”

__ADS_1


- Chapter 03: Namun, Akankah Kudapatkan Semuanya Kembali? End –



__ADS_2