Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan

Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan
Episode 9


__ADS_3

Dengan mengetahui status mereka yang lebih lemah, kami membunuh para monster satu per satu dan mengambil apa yang dapat kami ambil dari mereka.


Ability【Analyze】terbukti sangat berguna untuk bertahan hidup di tempat ini; kami mengetahui apakah daging monster itu bisa dimakan atau tidak, apakah buah dan tanaman-tanaman itu dapat dikonsumsi atau tidak. Meski begitu, satu bulan itu tetap terasa sangat sulit. Malam hari begitu dingin dan kami harus bergantian berjaga hingga pagi hari. Bagaimana kami harus membersihkan darah monster dari pakaian kami, dan bagaimana kami harus melawan monster yang berkelompok.


Untuk itu kami mengatur beberapa strategi sedemikian rupa dan memaksimalkan potensi tempur kami sebaik mungkin. Aku, Kyoka dan Hajime juga bertambah kuat sejak saat itu. Level kami naik dari 1 -> 20 dalam satu bulan. Aku tidak tahu apakah itu adalah level yang cukup tinggi, tetapi hasil dari pertempuran sehari-hari itu kupikir adalah perkembangan yang cukup baik. Kami tidak lagi kesulitan dalam menghadapi musuh, makanan dimasak dengan baik, dan mengubah kulit blue bear menjadi selimut.


"Kyoka, dagingnya belum matang?" Hajime menggigit sate Red Taurus yang diduga adalah satu tusuk terakhir yang ada di alat pemanggang.


"Kamu ini, makan juga sayurannya!"


"Ahaha~ kalian ini tidak bisa tenang sedikit saat makan, ya?" Aku menggigit sate Overall Rabbit yang diduga adalah satu tusuk terakhir yang ada di alat pemanggang.


"Aria juga, jangan hanya mengambil daging Overall Rabbit! Sudah kubilang makan juga sa-yu-ran-nya! Kalian mendengarku?"


"Tidak, kaulihat? Aku mengambil beberapa sayuran juga." Aku menunjukkan satu tusuk yang berisi sayuran di tanganku.


"Hey, satu tusuk itu tidak bisa disebut dengan beberapa." Hajime membuat ekspresi seolah berkata ‘itu curang’ sambil memukulku dengan suatu tingkatan tenaga yang tidak bisa disebut dengan pukulan.


"Setidaknya itu lebih baik daripada seseorang yang hanya makan daging Red Taurus sepertimu." Aku membuat ekspresi seolah berkata ‘aku tidak mau mendengar itu darimu’ sambil memukulnya dengan suatu tingkatan tenaga yang tidak bisa disebut dengan pukulan.


"Nah, kautahu? Sapi itu sudah makan sayur jadi kita tidak perlu makan sayur lagi jika sudah makan sapi. Apa kaulupa ini di dunia lain?"


"Setahuku akal sehat seperti itulah yang sudah keluar jauh dari konsep dunia lain, seperti yang diduga bahkan dunia lain ini tidak sanggup mengimbangi kelainanmu."


"Bisakah kalian berhenti membicarakan itu? Habiskan saja sayurannya atau aku akan berhenti memasak daging!"


Dan begitulah bagaimana keseharian baru kami berlangsung. Sungai yang mengalir di dekat kami adalah tempat yang cocok untuk menangkap ikan, bumbu dan rempah-rempah kami dapatkan dalam perjalanan, diolah oleh seorang koki tertentu membuat barbeque ini menjadi semakin lezat dan menyenangkan. Kami telah belajar bagaimana cara bertahan hidup di tempat ini, bagaimana membuat peralatan memasak, peralatan tidur, tenda dan lain-lain. Meski begitu, mungkin ini adalah barbeque terakhir kami di tempat ini.


Hanya tersisa beberapa mil antara tepi sungai dengan permukiman. Meskipun ini terlalu cepat dari perkiraan, tapi ini sama sekali bukan kebohongan atau ilusi yang kami buat-buat belaka. Poin vit yang terus-menerus bertambah mengikuti level kami membuat jumlah maksmal stamina meningkat, hal itu memperpendek waktu istirahat yang dibutuhkan menjadi sedikit dan mengakhiri perjalanan ini dengan lebih cepat.


"Ara ara~ lihat Aria, ini sudah matang."


"Hey, jangan asal ambil, kubilang habiskan dulu sayurannya!"


"Hm~em~ twapi Arwia swudwah mwemwakan bwebwerwapwa saywurannya, kwan?"


"Kamu ini, tadi yang bilang 'satu tusuk tidak bisa tidak bisa disebut dengan beberapa' itu siapa? Dan pilih salah satu bicara atau makan!"


"Yupz... mwaswakan bwuatwan Kyokwa mwemang pwaling lezwat!"


"Ya ampun, kenapa kaumalah mengikutinya? Dan seharusnya kautahu bahwa masakanku bukan hanya daging Overall Rabbit saja!"


" "Twapwi inwi mwemwang bwenwar-bwenwar enwak!" "


Dan begitulah bagaimana keseharian baru kami berlangsung. Tepi sungai adalah tempat yang paling cocok untuk membuat barbeque. Dan Kyoka adalah koki terbaik di dunia ini yang masakannya pernah kurasakan. Bersama dengan mereka tidak akan pernah membuatku bosan, namun setelah 10, 20 menit berlalu di tempat itu, kami bergegas melanjutkan perjalanan.


~**~

__ADS_1


Padang rumput ini memang selalu terlihat dalam bentuk sebuah hamparan hijau tanpa ujung, tetapi apa yang kami lihat saat ini adalah sesuatu yang akan sama sekali melucuti pemikiran itu. Angin sepoi-sepoi ringan menerpa rambut kami. Di tempat yang tidak jauh di depan sana, terdapat sebuah akhir dari hamparan padang hijau ini, sebuah gerbang besar sederhana.


"Hahaha~akhirnya, ya?" Kataku seolah meluapkan sejumlah kelelahanku.


"Hnh~, kenapa kausenang begitu? Kita tidak tahu ini kota seperti apa." Balas Hajime.


"Setidaknya aku ingin istirahat sebentar di sana." Keluh Kyoka.


Gerbang besar itu hanya terpisahkan oleh satu-dua kilometer rerumputan hijau dari tempat ini. Perasaan lega seketika terbentuk entah dimana di dalam diri kami. Mengiringinya, perasaan khawatir tentang seperti apa atau apakah yang akan bisa dan tidak bisa kami lakukan di tempat itu turut terealisasikan pada suatu tempat dalam diri kami.


Jujur saja, kami memasuki dunia ini tanpa memiliki sepeser uang dalam bentuk apa pun. Aku tidak yakin apakah akan baik-baik saja di tempat itu nanti, dan apakah penjaga gerbang di sana akan membiarkan kami masuk begitu saja. Tetapi niat baik dan beberapa material monster adalah hal yang seharusnya menjadi harapan kami untuk bertahan hidup di tempat itu.


Selama kami tidak memiliki niat buruk, mungkin penjaga gerbang itu akan dengan senang hati membiarkan kami masuk? Yah, aku tahu berangkali tidak akan semudah itu. Selama kami mempunyai material monster, mungkinkah kami bisa menjualnya dan menutupi keadaan tidak punya uang dan membeli kebutuhan hidup untuk kami? Yah, aku tahu barangkali mereka tidak menerima penjualan material monster.


Meskipun begitu, kami tetap tahu bahwa memang ke sanalah satu-satunya pilihan kami. Dengan suatu kepercayaan itu, kamipun melangkahkan satu, dua kali kaki kami, sebelum-sesuatu yang terkesan tidak biasa terlihat.~~~


Moncongnya menonjol beberapa centimeter lebih panjang dari standar kera normal pada umumnya. Bulu-- Atau lebih tepat disebut rambutnya menyelimuti hampir seluruh bagian kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya.


Helaian rambut itu memiliki warna hitam dan putih dengan perbandingan yang barangkali bisa disebut sama, dengan kumpulan rambut itu tidak menggerombol seperti hanya putih ataupun hanya hitam, lebih tepatnya, ia memiliki jarak seolah ada satu warna hitam di samping putih, dan satu warna putih di samping hitam. Primata yang sedikit lebih besar dari pria dewasa pada umumnya itu berdiri menghadap sebuah kota di depan kami. Aku menggunakan【Analyze】pada sosok kera misterius itu.


<<【】>>


Name : None Type : Humanoid Species : Toxilion Ape Level : 50 Rank : B


Life : 2000/2000 Ether : 1500/1500 Strength : 800 Vitality : 900 Defense : 700 Agility : 800


Art : · Strengthening · Poison Breath


Ability : · Hand To Hand Combat LV 7


Scared Ability : -


Equipment Ability : -


Terlalu kuat- Adalah istilah yang kurang lebih tepat untuk menggambarkan makhluk berekor panjang itu. Meskipun Hajime, Kyoka dan aku telah bertambah kuat sejak saat itu, dan telah menaikkan level kami sebanyak mungkin, tetapi monster ini, Toxilion Ape sudah berada dalam tingkatan yang sama sekali tidak sebanding dengan kami.


Memang benar jumlah kami lebih banyak, dan skill kami lebih tinggi, dan memang benar ada fakta bahwa monster itu tidak memakai senjata ketika di sisi lain senjata kami sangat jauh di atas rata-rata, tetapi, meskipun begitu, aku yakin bahwa kami tidak bisa membuat kemenangan melawan monster itu tanpa mendapatkan luka yang serius. Dan karena itulah, aku membuat laporan mengenai sesuatu yang terkesan buruk, atau setidaknya, itu bukanlah sesuatu yang bisa kusebut dengan kata baik.


"Hajime, Kyoka, monster itu bukan sesuatu seperti yang pernah kita lawan sebelumnya. Levelnya berada dua kali lipat di atas kita, status dasarnya sangat tinggi dan termasuk dalam kategori monster rank B. Sebaiknya kita menghindarinya dan bersembunyi kali ini... tch, aku tidak tahu ada monster seperti itu di tempat ini."


"Jika Aria sudah bilang begitu pastinya dia sangat kuat... Aku tidak akan keras kepala."


"Aku juga tidak akan keras kepala, tapi... dia sudah melihat kita." Kata Hajime


Aku menoleh Toxilion yang memandangi kami tanpa membuka mulutnya, yang memiringkan kepalanya 90 derajat, dan tiba-tiba berteriak,


"ROOAAARR"

__ADS_1


Raungan parau itu memberiku perasaan yang tidak enak. Aku mengeluarkan instruksi untuk Kyoka dan Hajime


"Tetap tenang! Kyoka, lindungi aku dari belakang! Hajime, bantu Kyoka!"


Menyadari itu Toxilion berlari ke arah kami. Aku memberikan perintah selanjutnya.


"Hajime, tembak! Kyoka, siapkan jebakan sihir: pola pertama!"


Merespon dengan baik, dua orang itu bergerak sesuai instruksiku. Anak panah cahaya yang ditembakkan Hajime lepas untuk menujukan dirinya pada Toxilion, lurus, dan tetap pada lintasannya... meski begitu Toxilion berhasil menepisnya. Keseimbangannya agak goyah sedikit, dan pergerakannya terhenti seketika.


Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tercipta untuk sebentar, sesuatu telah tanpa disadari merambat di bawah kaki monster tersebut. Sesuatu itu memiiki panjang yang cukup untuk melilitnya, mereka dengan cepat merambat lebih jauh lagi mencapai tangan dan lehernya.


Sihir Kyoka aktif. Empat dinding tebentuk seketika, mengisi ruang di sebelah kanan dan kiri, depan dan belakangnya, tumbuh dan mengurungnya dalam sebuah ruangan tanpa tutup.


Toxilion bergerak dengan cepat. Mengerahkan beberapa persen tenaga yang ia miliki, lilitan rumput itu robek, meninggalkan 8-10 bekas tanaman yang telah mati, dan membebaskannya dari keterbatasan gerak pada tubuhnya.


Ia melompat, kurungan dinding tanah sekilas akan jadi tidak berguna, sebelum sesuatu menabrak tubuhnya 4, 5 kali karena lompatannya. Anak panah cahaya yang tidak terlihat mengenainya dengan telak, menjatuhkan Toxilion kembali ke dalam kurungan.


Kyoka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Hajime berikan, sesuatu secara horizontal terbentuk, dinding yang lain tercipta di atas keempat dinding yang lainnya, menutup tempat itu dan menjadikannya sebagai satu kurungan yang utuh. Seolah melengkapi sebuah aksi tersebut, tekanan udara tercipta dari kurungan tanah, ledakan berapi besar terealisasikan seketika.


- KABOOM!!


Hanya ada satu penjelasan mengenai hal ini. Jebakan sihir Kyoka yang kusebut dengan ‘pola pertama’ adalah taktik untuk mengurung target dalam ruangan tertutup dan membubuhi setiap dindingnya dengan sihir tipe api yang siap untuk diledakkan. Di bantu olehku dengan scared ability:【Plants Creator】dan Hajime yang telah mengaktifkan scared ability-nya:【Detecless】yang juga dapat mengilangkan tampilan anak panahnya bahkan efek angin dan suara lintasannya itu telah membantu keberhasilan jebakan ini.


Tapi aku tahu bahwa lawan kami kali ini bukanlah monster yang selemah itu sampai akan terbunuh hanya dengan ini. Dengan menyadari fakta yang sama, Hajime menerbangkan lusinan anak panah ke arahnya satu, tidak- Dua per dua, tiga per tiga. Suara lain memasuki telingaku,


"Aria! Menyingkir dari situ!"


Aku bergerak tanpa butuh waktu untuk berpikir sama sekali. Scared ability Kyoka:【Time Oracle】aktif, memberikannya gambaran tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Seolah mengikuti perkiraan Kyoka, sesuatu ditembakkan menuju ke tempat berdiriku sebelumnya. Sesuatu itu memiliki warna keunguan dengan bentuk gas/udara yang terkesan sangat beracun, membentuk putaran horizontal mengenai udara tanpa ada seorangpun di dalamnya. Tidak butuh waktu lama untuk berpikir skill apakah itu; art:【Poison Breath】, yang kutebak dari namanya.


Toxilion sekali lagi bergerak, melompat maju dengan kecepatan mengerikan ke arahku, membentuk kuda-kuda yang siap untuk menyerangku dengan【Hand to Hand Combat lv 7】-nya.


Kugerakkan pedangku diagonal ke kanan atas untuk menepisnya sekuat tenaga. Tetapi perbandingan strength yang jelas membuatku berguling ke kiri belakang. Menyambut mangsa empuk, Toxilion maju mengulangi langkah sebelumnya. Sebatang anak panah cahaya tidak terlihat terbang mengenai kepala Toxilion dari samping. Bergetar sedikit, ia kembali bersiap menyerangku tanpa mempedulikan seseorang(Hajime) yang dianggapnya tidak pernah ada.


Namun eksistensi yang dicarinya sudah menghilang dari matanya. Sesuatu bergerak sedikit ke bawah dari arah pandangnya.


"【Asterial Stlye: Upstair Sky Sword】!"


Mengikuti perkataanku, Lambent Gladius menembas diagonal ke kanan atas. Pergerakan yang cepat itu telah mengelabui monster kera tersebut dengan sukses. Satu, dua detik kemudian, sepotong telapak tangan misterius terbang di udara. Dalam kemarahan, ia berbalik untuk melihat ke arahku.


Namun 15-20 helai rumput telah melilitnya hingga pinggang sebelum monster itu sempat bergerak. Seorang gadis dengan tongkat sihir berlari ke arah Toxilion yang terhenti karena lilitan rumput. Hingga hampir dua meter dari tempat monster tersebut berdiri, ia mengarahkan tongkat sihirnya pada Toxilion. Monster terkait itu melirik untuk melihat si gadis di belakangnya. Dan kemudian, gadis yang disebutkan itu meneriakkan kata terakhir dari susunan kalimat mantra sihirnya,


"Terbakar dan meledaklah-- Explosion!!"


Ditemani Hajime yang telah menonaktifkan scared skillnya: 【Detecless】,Kyoka dengan cepat mundur. Ledakan baru terbentuk sesaat setelahnya, membakar tubuh Toxilion dalam selimut-selimut api bertekanan tinggi.


Namun 4, 5 detik kemudian, ia lolos dari kematian. Tubuhnya diselimuti dengan cahaya cardinal yang agak samar. Satu-satunya hal yang dapat kupikirkan tentang itu adalah art: 【Strengthening】.

__ADS_1


__ADS_2