Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan

Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan
Episode 16


__ADS_3

- Chapter 04: Seandainya, Apakah Bintang yang Baru Dapat Terlahir Kembali? -


Sebenarnya apa yang berusaha dia lakukan, gadis ini?


Akal sehatku tiba-tiba tefokus pada kalimat itu.


Memang benar orang yang sebelumnya meminta untuk membentuk sebuah party adalah aku, orang yang seenaknya muncul dan meminta makanan sebelumnya jugalah aku, dan yang seenaknya makan tanpa persetujuan sekali lagi jugalah aku. Tapi apa yang dia lakukan sekarang adalah sesuatu yang sudah begitu melampaui perkiraanku.


~**~


-- 12 jam yang lalu –


Ketika aku berada di dalam hutan yang orang tua dari kota Canavar itu maksudkan, persediaan makananku telah tanpa kusadari habis menjadi makanan aether kecil mirip kucing di saat aku sedang menjalani tidur siangku.


Aku tidak tahu nama aether kecil itu, dan sebelum aku menggunakan【Analyze】untuk mengidentifikasinya, dia sudah tidak ada di sekitarku. Aku mulai berpikir apakah aether kecil itu memiliki sejenis skill kamuflase atau semacamnya.


Yah, kalau kutemukanpun tidak mungkin dapat kuminta kembali makananku, jadi tidak ada gunanya kupikirkan lebih dalam tentang aether ini. Dengan begitu, aku berkeliling mencari sesuatu untuk dimakan sebelum hari semakin gelap.


Meski begitu ini adalah hutan jadi kupikir akan entah bagaimana menemukan sesuatu untuk dimakan, tetapi anehnya aku tidak menemukan satupun pohon buah selama aku mencari selama ini- Tidak, tidak juga, aku menemukan satu tepat setelah aku memasuki hutan, tetapi tidak peduli bagaimana aku mencarinya kembali, pohon buah itu tidak kutemukan sekali lagi.


Cahaya matahari terlihat semakin redup, tanda hari ini akan segera memasuki fase malamnya, dan perutku masih kelaparan dengan tidak ada sedikit makanan dan sebutirpun bahan makanan.


Namun, kusadari sebuah aroma dari rempah-rempah tertentu memasuki indra penciumanku. Bau ini mirip dengan daging Overall Rabbit yang pernah Kyoka masak sebelumnya, tapi setelah kucoba untuk memastikan aroma ini sekali lagi, di balik semak-semak yang tidak ada siapa pun di sekitarnya, satu set peralatan memasak seperti penggorengan, tempat meletakkan penggorengan, kayu bakar yang terbakar, pisau, piring dan peralatan memasak lainnya diletakkan dengan rapi di tempat itu.


Aku melirik dan mencari keberadaan seseorang yang mungkin adalah yang 'bertanggung jawab' atas hal ini, tetapi apa yang kutemukan hanya semak-semak yang berjejer setengah lingkaran mengelilingi tempat itu, dan hamparan rumput luas di sisi lainnya. Bisa dibilang tempat ini adalah sisi tepat di luar hutan.


Menyadari tidak adanya penanggung jawab dari semua peralatan memasak ini, aku mendekati tempat itu. Aroma daging aether tipe hewan memasuki indera penciumanku lebih dalam.


Melihat tepat di atas penggorengan terdapat sepotong daging kecoklatan dengan tebal sekitar 3 cm dan luas 15 cm x 20 cm membuat rasa laparku lebih sulit untuk kutahan.


"Jangan menyalahkanku, ok? Yang salah adalah yang tidak bertanggungjawab meninggalkan daging ini sendirian.... bagaimanapun, apa yang seseorang temukan di alam liar bukan milik siapa pun, kan?"


Kucoba meyakinkan diriku sendiri dengan cara berpikir yang menyedihkan. Aku mengambil daging itu dengan garpu dan menaruhnya di atas piring. Dengan cara makan gaya bangsawan, aku memotong daging tersebut menggunakan pisau, kemudian mengambilnya dengan garpu dan memasukkannya ke dalam mulutku.


"Inwi... inwiii... bwagwaimwanwa bwiswa dwagwing swedwerhanwa inwi mwenjwadwi seenwak inwi...?"


Teksturnya sangat lembut dengan cita rasa yang dapat kukatakan dengan kata yang paling sesuai adalah 'sempurna'. Ketika kugigit, daging itu terbelah seolah teksturnya berubah menjadi selembut jelly, rasanya tidak terlalu asam, manis, ataupun asin.


Akan ada sedikit rasa asam entah dimana yang berpadu dengan manisnya saus yang digunakan pada bagian atasnya, yang rasa keseluruhannya didominasi dengan rasa asin yang akan membuatmu ingin menggigitnya terus-menerus tanpa berhenti.


Aku meggigitnya terus-menerus, melupakan gaya makan bangsawan dan cuma menggunakan garpunya saja tanpa memotongnya. Terus, menggigitnya, mengunyahnya, menelannya, menggigitnya, mengunyahnya, menelannya, kuulangi semua proses itu hingga kusadari tidak ada lagi daging yang tersisa.


- Shreek... shreek..


Bunyi semak yang bergesekan terdengar samar-samar dari barat-- 5 m dari tempatku. Mengikutinya tiga, empat detik kemudian, seorang gadis keluar dari tempat itu. Pandangan mata kami bertemu selama satu, dua, tiga detik sebelum—


" "Whoaa~!!" " Kedua belah pihak terkejut dan hampir saja terjatuh.


Seseorang- Tidak, sekilas aku tidak yakin apakah yang kulihat itu dapat disebut dengan 'seseorang', tetapi sejumlah pengetahuan tentang dunia fantasi membuatku teringat akan sesuatu.

__ADS_1


Rambut merah muda itu terkesan seperti bunga camelia yang mekar menjelang musim semi, yang memanjang mencapai punggung dan pinggang rampingnya. Parasnya sangat jauh dari sekedar kata 'cantik'. Matanya yang merah muda mengikuti rambutnya memiliki proporsi yang sangat imut jauh melebihi manusia manapun sejauh yang kuketahui.


Bibirnya yang tipis dan merah muda akan memberikan sebuah godaan sebelum dapat pemiliknya sendiri sadari. Hidungnya tidak terlalu mancung dan pesek membuatnya cocok dengan image seorang gadis super cantik abad pertengahan yang pernah kulihat dalam film-film bertema fantasi. Dan yang membuatnya paling berkesan sebuah fantasi adalah telinga runcing yang tidak dimiliki ras manusia pada umumnya.


Elf-- Ras itu termasuk ke dalam salah satu dari keenam ras besar yang terdapat di dunia ini. Tidak butuh waktu lama untuk menyimpulkan ras apakah yang ia miliki. Telinga runcing dan posturnya yang langsing telah menunjukkan ciri-ciri dari ras-nya.


Yah, sebenarnya ada banyak ras yang juga memiliki telinga runcing sepertinya, dan tubuh yang langsing juga dapat dimiliki hampir setiap ras di Verdernia. Jadi melihatnya hanya dari postur dan bentuk telinganya tidak akan cukup untuk secara pasti mengidentifikasi tipe ras seseorang. Namun, seluruh ras bertelinga runcing sejauh yang kutahu selalu memiliki ciri khas tersendirinya yang lain, seperti tanduk, ekor dan sebagainya.


Gadis Elf yang terlihat seperti lebih muda dariku (meskipun sebenarnya usia mereka jauh lebih tua tetapi dengan tittle khusus ras Elf--【Ageless】yang efeknya membuat mereka terlihat seperti selamanya menjadi muda) terkejut melihatku yang telah menghabiskan sepotong daging aether tertentu yang rasanya akan kukatakan sebagai rasa terbaik yang pernah kurasakan selama hidupku.


Menilai dari semua situasi yang telah terjadi selama ini, kusimpulkan bahwa pemilik dari daging misterius di atas penggorengan adalah seorang gadis Elf berambut merah muda ini.


"Ekhm... begini... apa kaupunya makanan yang lain lagi? Yah, sebenarnya aku masih kelaparan karena—" Tetapi sebelum aku sempat menyelesaikan seluruh kalimatku, dia menyela.


"Ap- Apa yang kau—tidak hanya mencuri makananku tapi juga memintanya lagi?! Pelajarilah sopan santun!! Huh, karena inilah aku tidak suka dengan ras manusia!” Kata gadis itu, sambil menodongkan sebuah busur yang telah dilengkapi dengan anak panah, yang diarahkan tanpa ragu dengan kepalaku sebagai targetnya. “Pergilah, dasar pencuri!!!"


Setahuku, ras Elf adalah ras yang terkenal dengan kesombongan dan harga diri mereka yang tinggi. Gadis itu, yang menodongkan sebuah anak panah ke arahku sedang bersemu dengan warna kemerahan yang menjadi simbol dari kemarahan dan sedang menatapku dengan kebencian.


"Tidak, tidak, tunggu, tunggu dulu. Berpikirlah lebih tenang, ok?" Sambil mengangkat kedua tangan, kukatakan kata-kata itu, tetapi dengan mendengarnya, respon yang ia berikan adalah menarik busur itu lebih kuat.


Saat itu aku berpikir untuk berusaha menghindar dan menghadapinya secara langsung, tapi dengan memastikan statistik gadis itu, aku sadar, bahwa itu adalah hal yang tidak dapat kulakukan.


<<【】>>


Name : Feyrish Earlyspring Race : Elf Level : ??? Job : Adventurer Gender : Female Class :


Life : 3000/3000 Ether : 5500/5500 Strength : ??? Vitality : ??? Defense : ??? Agility : ???


Accuracy : ??? Intelligence : ???


Art : ???


Ability : ???


Scared ability : ???


Equipment ability: ???


Tittle :


【Elf Race】 【Archer】 【Acc Blesser】 【Ether Blesser】->???->


Party Member : -


Aku tahu setelah melihatnya. Hanya ada dua kondisi dimana ability【Analyze】akan menampilkan sebuah data seperti ini: ketika target memiliki level yang jauh lebih tinggi dariku atau ketika target memiliki skill yang dapat menyembunyikan data statusnya dengan baik.


Untuk gadis Elf itu, dengan statistik life dan ether yang tinggi, kemungkinan pertama dimana dia memiliki level yang jauh lebih tinggi dariku adalah suatu dugaan yang menjadi perkiraan utamaku.


Adalah suatu tindakan yang bodoh dengan melawannya, dan barangkali, aku telah melakukan suatu tindakan yang bodoh juga dengan mencuri makanannya.

__ADS_1


Terdesak oleh kejadian yang mungkin akan menjemput kematianku, pikiranku menjadi kacau, aku tidak dapat berpikir dengan jernih saat ini. Namun suatu pemikiran melintasi otakku begitu saja, yang mungkin adalah inisiatif yang buruk—meski begitu aku tetap mengatakan itu padanya.


"Akan kuberikan kompensasi. Aku punya uang, lihat? Jadi turunkan senjatamu."


Tapi Elf itu bahkan tidak memberi rasa peduli apa pun untuk menanggapi sekantong uang yang baru saja kukeluarkan. Ia mendengus dengan angkuh, dan berkata:


"Hmph~! Kaupikir seorang Elf terhormat sepertiku akan begitu saja melupakan hal ini hanya dengan uang? Jangan anggap remeh ras Elf! Sekarang, terimalah hukumanmu!!"


"Tunggu, tunggu tunggu. Jika kautidak mau uang aku masih punya hal yang lain."


"Kubilang harga diriku tidak bisa dibeli dengan apa pun, kaudengar?"


"Tidak, aku punya hal yang lain. Kaupasti tertarik setelah melihat ini."


Itu adalah kata-kata yang keluar sendiri sebelum sempat otakku proses sebelumnya. Dan dia menunjukkan rasa keingintahuan dengan tetap menjaga ‘harga diri’nya yang tinggi.


"Sesuatu yang membuatku ter-tertarik. Hmph~! Baiklah, a-aku memberimu hak untuk menunjukkannya kepadaku... bu-bukan berarti aku akan benar-benar tertarik atau semacamnya, oke?! Ini cuma... aku ingin tahu seperti apa usaha terakhirmu sebelum aku menembakmu, kaumengerti?!"


Sekarang aku merasa telah benar-benar berada dalam masalah. Aku tidak bisa kabur begitu saja karena gadis ini lebih kuat dariku, tidak bisa meloloskan diri dengan berharap pada rasa kasihan karena harga diri yang dia miliki, dan tidak bisa melalui negosiasi karena ‘sesuatu yang membuatnya tertarik’ adalah sepenuhnya karanganku belaka.


Tetapi setelah aku menilai keadaannya sekali lagi, dengan lebih cermat dan lebih baik, pemikiran baru terlintas di otakku. Pemikiran teresebut adalah sesuatu dimana aku mengajak gadis Elf ini menjelajahi labirin rahasia bersamaku.


Namun, dengan mengajaknya juga berarti bahwa aku harus membagi harta itu dengannya. Meski begitu aku mendapat seorang partner yang sangat kuat untuk menjelajahi labirin yang berbahaya bersama-sama. Setelah mempertimbangkan semua nilai baik dan buruknya, meskipun sebenarnya aku tidak mau, terdesak oleh keadaan, aku mengajaknya.


"Sebenarnya aku datang ke hutan ini untuk mencari sebuah labirin." Aku mengatakannya dengan sedikit mengangkat kacamata dengan jari tengahku, membuat pose seorang berkacamata yang keren. Dan balasan yang Elf ini berikan adalah sebuah keraguan, tetapi dengan keingintahuannya dia bertanya.


"Sebuah labirin katamu? Maksudmu di tempat seperti ini ada sebuah labirin?!"


"Ya, dan kudengar itu bukan labirin biasa; tempatnya sangat tersembunyi dan kauharus memiliki sebuah kunci khusus untuk membukanya. Ah, tentu saja aku memiki kuncinya, untuk lokasinya sendiri... yah, bisa kubilang sesuatu seperti aku sudah mengetahinya." Kataku.


Meskipun aku tidak tahu dimana letak pasti tempat tersebut, namun bukan kebohongan juga dengan berkata 'sesuatu seperti aku sudah mengetahiunya'.


Karena scared abilityku:【Map】berguna untuk mencari labirin tersebut selama aku memiliki suatu item yang berhubungan dengan labirin; Kunci yang wali kota Canavar berikan adalah sesuatu yang sudah lebih dari cukup.


"Hmph~! Jangan menipuku! Mana mungkin hal seperti itu bisa ada di tempat seperti ini?! dan orang sepertimu yang memiliki kuncinya...?" Kata Elf itu, meragukanku. Tapi melalui kata-kata berikutnya aku tahu bahwa dia tertarik dengan labirin tersebut.


"Ekhm~ Tapi jika, misal, misalkan saja apa yang kamu katakan adalah suatu kebenaran, dan labirin itu benar-benar ada dan kita bisa menemukannya, aku akan 'dengan baik hati’ membiarkanmu hidup dan melupakan kejadian ini.... dengan satu syarat, kauharus membiarkanku memasuki labirin tersebut!" Tuntut gadis Elf ini, yang nama pada statusnya adalah Feyrish Earlyspring (tetapi aku belum mendengar dari orangnya secara langsung jadi akan lebih baik dengan merahasiakannya agar tidak membongkar ability【Analyze】-ku), yang menunjukkan suatu reaksi 'tsundere' tanpa menurunkan busurnya sama sekali.


(*Tsundere: orang yang awalnya kasar atau dingin tapi sebenarnya dia lembut dan penuh kasih sayang. Biasanya tokoh bersifat tsundere ini sangat tidak mengakui perasaan sukanya ke suatu tokoh, sehingga untuk menutupinya dia akan berbuat kebalikan dari yang sebenarnya ingin dia lakukan untuk menunjukkan perasaan sukanya. Kalau bisa saya bilang, sifat tsundere ini pride-nya terlalu besar, membuatnya jadi malu mengakui perasaan sukanya.)


"Apa-apaan itu, membiarkanmu memasukinya? Meskipun aku bukan ras terhormat seperti Elf tapi aku tetap memiliki harga diri sebagai manusia. Apa rasmu sudah sebusuk itu sampai menganggap ēnfinity lain sebagai anjing yang akan menurutimu kapan saja?"


Feyrish Earlyspring menurunkan senjatanya, membuat ekspresi yang diwarnai dengan rasa bersalah yang samar.


"... Yah, kaubenar, maafkan aku. Kupikir bukanlah tindakan yang terhormat dengan menyuruhmu melakukan sesuatu seegois ini.... baiklah, akan kuulangi sekali lagi. Aku akan membayarmu dengan bayaran yang sesuai, jadilah bawahanku!"


--Feyrish Earlyspring pov--


Bagiku, ēnfinity hanya dibagi menjadi 2: mereka yang berkerja di atas orang lain dan mereka bekerja di bawahnya.

__ADS_1


__ADS_2