
Dia menunjuk bola yang bersinar kehijauan di atas meja di dekat kasur. “Jadi setidaknya aku tahu bagaimana perkembangan zaman. Yah, melihat-lihat keluar membuatku teringat akan petualanganku di masa lalu, itu tidak seperti aku bisa berpetualang juga saat ini, jadi aku tidak terlalu sering melakukannya, bagaimanapun, aku tidak punya tubuh fisik.”
Apa yang orang ini ceritakan kusadari memiliki banyak kesamaan dengan kisah seorang gadis penyihir yang mengurung dirinya dalam sebuah aula selama 2000 tahun, dengan hanya mengamati dunia luar, tanpa bisa melakukan apa pun, tidak bisa menolong orang-orang yang sangat ingin dia tolong, dan tidak sanggup menyelamatkan dunia yang dia sayangi.
“.... Hmm, kelihatannya begitu. Tapi bukan berarti kau harus selamanya mengikat kebebasanmu di tempat ini. “ Feyrish dan orang itu melihatku, yang memberikan pernyataan yang sifatnya tidak bertanggung jawab itu, aku melanjutkan. “2000 tahun yang lalu, sebuah kelompok berjuang mati-matian untuk meyelamatkan dunia dari dewa. Mereka pada awalnya memiliki 51 anggota... apa kamu tahu kelompok apa itu?”
Dia berpikir, membuat gestur seolah mencari sesuatu dari masa lalu.
“... ... Argonaut... apa itu yang maksudmu?”
Aku menganggukkan kepalaku.
“Benar. Dan apa kamu tahu apa yang terjadi pada mereka?”
“Dulu aku pernah membuat regu pemusnahan aether dengan mereka. Itu sudah lama sekali. Aku tidak mendengar kabar apa pun setelah sang diktaktor dikalahkan. Ada yang bilang mereka semua mati, ada yang bilang mereka masih hidup di suatu tempat.”
“... Baiklah, itu tidak sepenuhnya salah. Seseorang memberi tahuku bahwa sang diktaktor akan bangkit kembali, dan aku perlu menyelamatkan dunia ini entah bagaimanapun caranya... aku masih lemah dan tidak berpengalaman sekarang. Karena itu, bertarunglah bersamaku. Aku butuh rekan-rekan yang akan membantuku di sepanjang jalan. Tidak perlu menghadapi mereka dalam sebuah pertarungan pedang juga tidak apa, tidak apa jika kamu tidak memiliki tubuh fisik; pengetahuanmu tentang dunia ini pasti akan berguna nantinya.”
“... Tapi aku tidak bisa... aku tidak punya kekuatan untuk itu.”
“Kekuatanmu mungkin akan kembali suatu hari.”
”... ... Tapi aku tidak bisa keluar dari sini...”
Pasti ada suatu cara. Pasti. Setidaknya aku ingin meyakinkan diriku sendiri untuk itu.
Tapi cara apa itu? apa yang seharusnya kulakukan untuk mencapainya? Aku tidak tahu.
“!!- Cahaya apa itu... Aria?”
Feyrish mengarahkan matanya menuju leherku, sebenarnya sedikit ke bawah dari leherku, mungkin di antara dadaku, aku mengikutinya. Sebuah cahaya kebiruan muncul di tempat itu, sepertinya dari dalam kaos merahku.
Aku selalu teringat sebuah liontin pemberian Kyoka pada waktu itu kupakai dan menggantung sebagai kalung di leherku. Aku mengeluarkan liontin itu, cahaya biru gelap masih tetap bersinar di telapak tanganku. Orang yang pertama kali memberikan reaksi setelah itu adalah ēnfinity yang sedang duduk di atas kursinya, ia berdiri, dan berkata:
“... !!- Aku pernah membaca sesuatu di buku-- Seperti kita bisa memindahkan sebuah jiwa ke dalam benda...Tapi itu hanya sebatas bacaan, jangankan mencobanya, aku tidak pernah melihat atau mendengarnya secara langsung.”
Membuat sebuah gesture untuk berpikir, Feyrish berkata:
“Artinya kita bisa memindahkan jiwamu ke liontin ini dan membawanya keluar labirin, benar kan?”
“Y-yah... sesuatu seperti itu, kira-kira...” Jawabnya
“... Tunggu, tunggu dulu... kalaupun apa yang kaubaca soal memindahkan jiwa itu memang benar, kenapa liontinku?”
“Hmm... sepertinya itu membutuhkan sebuah item yang mengandung perasaan yang sangat kuat di dalamnya. Aku penasaran perasaan seperti apa yang ada dalam liontinmu...”
Aku sedikit ragu pada awalnya, meski begitu aku tetap harus menjawabnya.
“Ini hadiah perpisahan dari sahabat dan kekasihku. Mereka sudah tidak lagi ada sekarang.”
“... Kekasih, kah... ... aku ingin tahu apa tidak apa-apa kupakai itu sebagai wadah untuk jiwaku?”
“Kurasa tidak apa. Ini tidak seperti liontinnya akan hancur juga, iya kan?”
__ADS_1
“Aku tidak bisa menjaminnya...” Kata Fairy itu. “Tapi di buku dikatakan bahwa wadahnya tidak akan hancur, bahkan jika aku mati sekalipun. Dan sebaliknya, aku juga tidak akan mati meskipun wadah yang kugunakan hancur.”
‘Hn’ aku mengangguk. “Tidak apa. itu sudah cukup.”
Aku memegangi tali yang digunakan sebagai pengikat pada liontin ini, dan mengangkatnya ke depan. Fairy itu menjulurkan tangan kanannya ke liontinku. Seketika, kedua hal yang saling didekatkan tersebut beresonansi, cahaya kebiruan turut menyelimuti seluruh tubuh sang Fairy.
“Bagaimana?” Tanya Feyrish
Aku sendiri juga tidak paham dengan apa yang baru saja terjadi, karena itu kami melihat ēnfinity yang diselimuti cahaya biru tua di depan kami dengan penuh tanda tanya.
“Ya! Ini berhasil!” Teriak gembira orang itu, menampilkan sikap yang lebih cocok untuk tubuh bocah laki-laki miliknya. “Akhirnya setelah 2000 tahun aku bisa pergi keluar! Meskipun cuma sebagai benda, sih... tapi, aku akan terus menemani kalian. Pasti!”
Kemudian dia merentangkan tangannya lebar-lebar. Meskipun aku tahu ini bukanlah momen yang tepat untuk saling berpelukan satu sama lain, dan aku juga tahu bahwa itu bukanlah simbol untuk meminta kami melakukannya. Namun, dia tersenyum. menunjukkan senyuman anak laki-laki 10 tahun yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya, berkata:
“Namaku Blue Heavensky. Kalian boleh memanggilku Blue, oke? Mulai sekarang, mohon kerja samanya.”
Bersamaan dengan kata-kata itu berakhir, ia menutup matanya, dengan tetap tersenyum.
“Feyrish Earlyspring. Panggil saja Feyrish mulai sekarang.”
“Aria Horizon.”
~**~
Blue membawa kami menuju tempat harta-harta kerajaan dan artefak disimpan. Di depan kami, pedang panjang satu tangan dengan sarung pedang berwarna hitam berdiri di atas sebuah meja batu berukiran kuno. Ia ditancapkan pada meja itu seolah menyiratkan sebuah pedang yang legendaris.
“Z-13. Itu adalah relix terbaik yang pernah kubuat seumur hidupku. Yah, memang sih pedang itu belum sempurna, hanya 1 dari 12 bentuk saja yang bisa digunakan. Tapi tetap saja itu adalah relix terbaik yang pernah kuciptakan walaupun tidak sempurna.”
Blue memandang pedang itu seolah melihat sesuatu yang jauh di masa lalu. Satu, dua detik kemudian, dia melanjutkan. “Tapi bukan berarti itu akan jadi tidak sempurna selamanya. Aku telah meneliti kembali apa yang dibutuhkan untuk menyempurnakan pedang itu, dan hasilnya, aku menemukan teori yang menyatakan, bahwa ke-11 bentuk lainnya akan terbuka setelah syarat-syarat yang dibutuhkan terpenuhi.”
“... Z-13, atau disebut juga dengan 【Fairy Sword】 diciptakan dari pengorbanan 12 Fairy dan seorang Elf. Itu memliki syarat yang berbeda-beda, tergantung dari bentuk yang akan dibukanya. Yah, bahkan aku sendiri sebagai penciptanya juga tidak tahu bentuk apa saja yang pedang ini miliki.”
“Kalau begitu bagaimana caraku membukanya?”
Blue Heavensky, yang sekarang adalah rekan kami beberapa saat yang lalu menyatakan bahwa semua harta dan relix yang ada di tempat ini sekarang juga menjadi milik kami, termasuk Fairy Sword yang secara pribadi Blue suruh aku untuk memakainya.
“Fairy Sword juga dilengkapi dengan equipment ability yang sangat kuat, dan itu tidak sama setiap bentuknya. Aku tidak tahu equipment ability seperti apa yang dimiliki bentuk Origin, karena persyaratan yang harus dipenuhi untuk menggunakannya sangat mustahil untukku..... tapi aku yakin, jika itu kamu... pasti akan menggunakannya dengan baik.”
“Seperti apa persyaratannya?” Tanya Feyrish
“Ada tiga persyaratan: keinginan untuk hidup, keinginan untuk melawan ketidakadilan, dan keinginan untuk melindungi seorang teman.”
----Meskipun itu terlihat mudah, sederhana, meskipun itu tidak berat, tapi Itu terlalu sulit untukku... aku tidak bisa... ... karena aku tidak pernah menganggap Feyrish dan Blue sebagai temanku.... aku, tidak akan bisa melakukannya... karena aku tahu sesakit apa rasanya kehilangan seorang teman yang berharga, aku tidak mau menganggap orang lain sebagai temanku. Rekan saja sudah cukup, karena ini hanya hubungan saling menolong untuk mencapai tujuan kami masing-masing.
Suatu hal yang nyata yang telah kuhilangkan, kebenaran yang Feyrish Earlyspring cari, dan petualangan yang Blue Heavensky inginkan. Bukankah kami menjadi rekan satu sama lain karena suatu alasan yang sudah sangat jelas? Hanya itulah yang kuinginkan— hubungan untuk saling membantu dan menolong satu sama lain, bukan sesuatu yang menyakitkan seperti melihat kematian temanmu di saat kamu sendirian tetap hidup.
“...Aku, tidak akan bisa melakukannya...” Kukatakan dengan nada dan volume rendah, namun masih dalam batas yang dapat mereka berdua dengarkan. Feyrish melihatku dengan keseriusan di matanya, memberiku pertanyaan dengan keseriusan di matanya.
“Apa maksudmu dengan ‘tidak bisa’?”
“Tidak bisa ya tidak bisa.” Jawabku, meskipun aku tahu itu tidak akan menjawab apa pun pertanyaannya, dan bukanlah jawaban yang pihak penanya, Feyrish Earlyspring inginkan.
‘Huuuh’ Feyrish mencubit kedua pipiku dengan bunyi itu. Sebenarnya, ini sakit. Sungguh, ini mulai sakit. Hentikan, dasar bego! Aku membalas gadis itu dengan mencubit kedua pipinya juga. ‘Huuuh’
__ADS_1
“Sungguh, kenapa kalian malah bertengkar seperti anak kecil sekarang?”
Dan siapa yang menyangka seseorang dengan penampilan anak berumur 10 tahun akan mengatakan itu kepadaku. Sungguh, aku mulai kesal karena gadis ini, namun malah kulampiaskan itu kepada Blue.
“ “Anak kecil diam saja!” “ Spontan suara kami saling menindihi satu sama lain. Feyrish menengok Blue ketika mengatakan itu, dan kembali menatapku dan mencubitku lebih keras seperti yang kulakukan padanya.
Sepertinya pihak terkait yang sebelumnya tidak berhubungan dengan pertikaian kami mulai menggertakkan badannya, sambil mengepalkan telapak tangan di depan dadanya yang hanya kuanggap sebagai background belaka.
“Horeyaa!!”
Benjolan tercipta di kepalaku dan kepala Feyrish.
“Baiklah, Aria, sekarang jelaskan kepadaku kenapa kau ‘tidak akan bisa melakukannya’!“
Sebenarnya aku mau bilang sesuatu seperti 『aku tidak berkewajiban untuk menjawabnya』 atau 『itu bukan urusanmu』atau『aku tidak akan menjawab apa pun』, tapi itu bukanlah sesuatu yang seharusnya kusembunyikan juga. Biar bagaimanapun, mereka adalah orang-orang yang akan berbagi masalah denganku untuk beberapa tahun ke depan.
“Jujur saja, aku tidak pernah menganggap kalian berdua sebagai temanku... benar-benar tidak pernah, dan tidak akan pernah, sampai kapanpun.”
Blue dan Feyrish memberikan respon mereka masing-masing. Blue berpikir sejenak, setelah itu tertawa ringan. Feyrish mengangkat kedua tangannya dan membuatnya berbentuk seperti capit.
“A-ri-a, jika kamu bercanda seperti itu terus aku akan mencubitmu lebih keras!”
“Coba saja, aku akan mencubitmu lebih keras lagi.” Faktanya, aku mulai menikmati sensasi ketika mencubit pipi gadis ini, rasanya seperti bermain dengan adik perempuan temanku di masa lalu, tapi siapa pun bisa hidup tanpa harus mengatakan itu.
“... Ini tidak bercanda. Aku benar-benar tidak pernah menganggap kalian berdua sebagai temanku. Karena itu aku tidak bisa menggunakan equipment ability dari Fairy Sword, dengan kata lain aku tidak bisa memanfaatkan kemampuan pedang itu sepenuhnya.”
Feyrish menurunkan wajah dan tangannya, mengatakan sesuatu dengan volume rendah.
“Itu tidak adil.” Sekarang dia mendongak. “Bu- Bukan berarti aku benar-benar ingin berteman denganmu atau semacamnya, ya?! Hanya saja... ... saat, kupikir, kamu serius mengatakan itu... aku merasa tidak adil karena sudah menganggapmu sebagai temanku. Aku bahkan merasa nyaman saat bersamamu.... bodoh, ya? Untukku yang langsung merasa seperti itu. Padahal, kita baru saja bertemu. Bahkan aku percaya kesan pertama kita bukanlah sesuatu yang baik, karena saat itu kamu mencuri makananku...”
“... Maaf untuk itu.”
“Karena mencuri makananku?”
“Bukan, tentu saja bukan. Maaf karena telah membuatmu merasa tidak adil. Aku benar-benar minta maaf untuk itu. Tapi aku tidak mau lagi membuat hubungan pertemanan dengan siapa pun.”
Blue melihatku dengan serius, mata kemerah hijauan berkilau setiap kali cahaya kekuningan terpantulkan dari matanya. “Tapi kenapa kaumenghindari hubungan pertemanan dengan orang lain?” Tanya Blue.
“Karena aku tahu sesakit apa rasanya kehilangan seorang teman....” Hanya diam, kesunyian dan ketenangan terbentuk seketika. Setelah 5 detik berlalu aku berkata lagi. “... Itu sakit. Sangat sakit.... rasanya sangat-sangat sakit sampai kamu akan berpikir untuk sebaiknya mati saja bersama mereka daripada hidup seorang diri tanpa keberadaan temanmu di sisimu.”
Blue menjawab, “Yah, aku tahu. Karena aku juga pernah kehilangan seorang temanku yang berharga, aku tahu bagaimana perasaanmu... itu sakit, kan...? Tapi, kautahu? Kita tidak harus terlalu menyesali sesuatu yang telah hilang itu. Saat satu bintang redup, bintang yang baru lahir, tapi kita seringkali terlalu menyesali bintang yang redup itu, sehingga tidak menyadari adanya bintang baru yang lahir.”
Aku tahu itu. Dulunya, kupikir dunia ini memiliki sistem berputar yang seperti itu. Tapi kenapa apa yang kurasakan sekarang adalah perasaan takut untuk memulai kembali suatu hubungan seperti yang pernah mereka berdua alami di hari itu? Kenapa apa yang sekarang kurasakan adalah perasaan pahit seperti saat kematian Hajime dan Kyoka? Dan kenapa aku yang sekarang terlalu takut untuk menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain? Hei, beri tahu aku. Aku terlalu terikat dengan masa laluku, dan keras kepala akan hal ini, aku jadi tidak berguna.
Dengan nada rendah yang disertai kemarahan Feyrish berkata:
“Kamu terlalu egois.”
Namun aku tidak bisa memberi pembelaan apapun atas kata-katanya.
“Seperti katamu, kupikir juga begitu. Maaf karena aku yang terlalu egois ini. Kamu marah, ya. Tidak apa. Marah saja padaku.”
Tapi kemudian dia tersenyum.
__ADS_1
“Tapi itu tidak apa-apa. Bukan hal yang buruk juga, kurasa.”