Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan

Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan
Episode 21


__ADS_3

Blue memiringkan kepalanya, kemudian bertanya: “Bagaimana bisa itu bukan hal yang buruk?”


Feyrish menjawab:


“Kebanyakan orang memang hanya peduli pada diri mereka sendiri. Hanya saja mereka juga peduli pada aturan dan opini publik, karena itu mereka bersikap seolah peduli dan melakukannya untuk orang lain. Mereka membantu dan menolong sebenarnya hanya untuk diri mereka sendiri.”


Kami mendengarkannya dengan baik. Elf itu mengatakan kalimat yang bersifat sarkastik pada sesuatu seperti masyarakat dan sosial. “Mereka hanya takut untuk ditinggalkan, mereka takut untuk sendirian, karena itu mereka menggunakan alasan palsu seperti membantu orang lain.”


Ia tersenyum kepadaku. “Jadi tidak apa-apa jika kamu bersikap terlalu egois. Semua orang juga pernah begitu pada awalnya. Suatu hari, kerjasama tim akan terbentuk di antara kita, tanpa sadar kamu akan menganggap kami semua sebagai temanmu, kemudian berkata ‘aku hadapi yang di sini, kamu hadapi yang di sana dan jangan sampai mati’ Ketika saat itu barulah semuanya dimulai. Kebenaran yang selama ini kucari. Petualangan yang Blue inginkan. Dan Suatu hal yang nyata yang telah Aria hilangkan—semuanya akan kita temukan saat itu.”


Biarpun begitu, sungguh, apa yang gadis ini katakan sudah bukan dalam batasan yang dapat kuperkirakan lagi.


~**~


Kami melanjutkan melihat relix yang lain setelah itu. Banyak yang kami ambil di antara semua item-item tersebut, termasuk harta karun sebagai modal keuangan kami. Namun, tentu saja kami tidak bisa mengambil semuanya-- Hanya sampai ability【Storage】Feyrish mencapai batas tampungnya saja, dan itupun sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan kami sampai lima atau enam tahun ke depan.


Aku mengambil beberapa equipment seperti mantel hitam setinggi lutut:【Eternity Midnight Coat Type-0】yang berguna untuk menghilangkan efek negatif seperti membeku, terbakar, ilusi dan racun.


Sarung tangan hitam dengan garis merah menyala:【Finishes Black Light Gloves Type-0】yang memiki efek tambahan untuk menambah ketahanan dan kecepatan penggunanya. Juga sepatu hitam: 【Souling Bottom Boots Type-0】 yang menambah kecepatan dan ketangkasan pemakainya.


Dan yang pasti, Z-13, pedang legendaris berbilah violet atau disebut juga dengan Fairy Sword, yang mampu mengubah bentuknya dalam 12 tipe dengan masing-masing equipment ability yang sangat kuat.


Di sisi lain, Feyrish tertarik dengan kacamata penglihatan khusus jarak jauh: 【Ethelier Crystal 】, yang juga menambah tingkat akurasi pemakainya, membuat relix itu sangat cocok untuk Feyrish yang seorang archer.


Dia juga mengambil sepatu besi ringan yang tidak sama denganku:【Guardian Bottom Boots type-1】yang menambah tingkat kecepatan dan kelincahan penggunanya.


Kami juga mengambil banyak sekali item-item sihir seperti pemulih life, pemulih ether, batu asahan khusus dan lain-lain.


Kami berdiri di depan pintu keluar dari labirin.


“Baiklah, semuanya, kita akan keluar dari sini.” Kata Blue, setelah mengambil bentuk liontin yang menggantung di leherku. “Ah, tunggu. Aku mau mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, ini pertama kalinya aku pergi keluar setelah 2000 tahun... ... yah, ini dia... ok, aku sudah siap. Buka pintunya.”


Sambil berkata: “Jangan menyuruhku.” Aku membuka pintu yang menghubungkan ruangan paling dalam labirin dengan dunia luar. Kami melangkah menuju tempat itu.


Cahaya matahari yang menyilaukan memasuki jarak pandang kami. Suara burung dan aliran air, hembusan angin sepoi-sepoi dan pemandangan hutan yang tidak asing tertangkap melalui panca indera.


--Bagian 2


-- Feyrish Earlyspring pov –


Sejak aku kecil, ibuku sering menceritakan sebuah kisah dari buku untukku, entah itu cerita seperti novel, sejarah atau hanya sekedar dongeng sebelum tidur. Aku menyukai bagaimana cerita itu berjalan, dan bagaimana tokoh-tokoh hidup di dalamnya.


Sejak dulu aku selalu ingin menjadi tokoh perempuan dalam sebuah cerita yang kukagumi.


Mereka itu kuat, menemui banyak masalah, dan hidup bahagia pada akhirnya.


Aku ingin menjadi tokoh perempuan yang seperti itu--- Heroine yang hidup bahagia bersama pahlawannya selamanya.


Namun, seperti halnya ēnfinity pada umumnya yang telah berkembang dengan lebih dewasa, kupikir itu adalah keinginan yang bodoh dan tidak masuk akal, yang sudah lama kulupakan impian itu. Hanya akhir-akhir inilah, aku mulai mengingatnya sedikit demi sedikit.

__ADS_1


~**~


Tujuan kami adalah berpetualang di Verdernia, dan mengumpulkan orang-orang kuat untuk menghadapi ragnarok- Itulah yang kami bertiga sepakati sebelumnya.


Saat ini kami baru saja keluar dari labirin Zefestia(baru saja dinamai) dan menuju ke kota terdekat dari sini. Nama kota itu adalah Liberym. Sebenarnya itu adalah kota yang terakhir kukunjungi sebelum berada di hutan ini.


“Hei, Liberym itu kota seperti apa?” Tanya Aria


“Itu kota dengan banyak pedagang dan petualang. Bahkan aku yang tidak suka berkelompok membuat party sementara dengan seseorang di tempat itu.”


“Tidak suka berkelompok, huh... yah, kaumembuat kelompok denganku saat ini.”


“Hmph~ itu cuma karena keadaan! Ke-a-da-an!”


Blue tertawa ringan. “Tapi kita semua tahu itu cuma sekedar alasan.”


Sebenarnya aku agak marah karena penghinaan itu, sungguh, tapi aku terlalu malu untuk mengungkapkannya, jadi aku hanya mengernyitkan wajahku sambil menahannya.


Aria berkata: “Aku juga tidak suka berkelompok dengan orang lain. Lebih tepatnya, setelah kehilangan mereka aku jadi sangat tidak ingin berkelompok dengan siapa pun. Tapi fakta bahwa aku membuat kelompok denganmu saat ini mungkin memang benar hanya ‘karena


keadaan’ seperti yang kamu bilang.” Dia berhenti sebentar, kemudian membuka bibir tipisnya dan melanjutkan, “Atau mungkin saja, itu karena kita sama-sama tidak suka berkelompok dengan orang lain, makanya aku bisa dengan mudah mengajakmu membuat party waktu itu, dan kamu juga mengajakku membuat party tetap setelahnya.”


Blue lagi-lagi tertawa ringan. “Dalam keadaan normal, aku akan menganggap orang yang berpikir teori ‘negatif bertemu negatif menjadi positif’ berlaku pada keadaan seperti ini, tapi entah kenapa aku setuju denganmu, sepertinya.”


Sambil berjalan kami membuat percakapan seperti itu.


Getaran itu semakin kuat, dan semakin kuat lagi yang membuat 1 detik berikutnya, tanah yang menjadi pijakan kami hancur dan membuat kami terserap ke dalamnya. Lubang terbentuk dengan diameter 4 m-5 m dan kedalaman sekitar 10 m.


“... Feyrish, yang barusan itu apa?” Tanya Aria yang sedang menepuk-nepuk mantel hitamnya untuk menghilangkan debu dan tanah yang menempel.


“... Jujur, aku tidak tahu.” Jawabku, yang segera berdiri menyusulnya dan melakukan gerakan yang sama pada pakaianku. Dua detik berikutnya aku mendengar sesuatu, yang kemudian kugunakan gesture “zzztt” untuk menyuruh semuanya diam agar dapat menfokuskan pendengaranku pada sekitar.


“Ini—“ Aku berguman pelan, kemudian mendongak ke atas sambil menyiapkan【Magic Card】yang belum kuisi dengan perintah apa pun. Mengikutiku, Aria melihat ke atas. Lusinan ular menggeliat di antara tanah-tanah di sekitar dan di atas kami.


Spontan aku menggunakan perintah【bakar】pada【Magic Card】tingkat 1 dan langsung melemparkannya ke atas. Api-api menyebar untuk waktu yang tidak lama di permukaan dinding, membakar beberapa di antara ular-ular itu dan membuat sisanya masuk lagi ke dalam tanah.


Setelah api padam mereka muncul kembali satu per satu. Aria menyiapkan Fairy Sword-nya dan menyelimuti pedang itu beserta sarung tangannya dengan api putih.


“Araa... soreaaaa!!”


Dia menebas beberapa ular dalam tiga detik. Kemudian melihatku, berteriak kepadaku:


“Feyrish, cepat keluar dari sini!!”


Aku mengangguk. “Kaujuga!” dan segera mengumpulkan kekuatan pada kakiku sebelum melepaskannya menjadi tenaga untuk melompat keluar. Aria menyelimuti sepatunya dengan api putih dan mengikutiku keluar dari lubang ini.


“Kamu tidak apa-apa?” Tanyaku pada Aria, yang hanya dijawab dengan:


“Kaupikir siapa yang kaukhawatirkan?” dia katakan tanpa mengurangi keseriusaan dan kewaspadaan pada raut mukanya.

__ADS_1


“Setidaknya kaubisa menjawab ‘aku baik-baik saja, bagaimana denganmu’ bodoh.” Sangat pelan kukatakan itu dengan kekesalan.


“Huuh... yang tadi itu hampir saja.” Kata Blue, yang suaranya berasal dari dalam liontin yang sedang Aria kenakan.


Ada banyak pertanyaan untuk kejadian yang baru saja kami alami ini. Seperti, ‘kenapa tiba-tiba terbentuk lubang di permukaan tanah yang kami pijak?’ karena normalnya, hal itu hanya terjadi karena kebetulan. ‘kenapa tiba-tiba lusinan ular muncul ketika kami terjatuh ke dalam lubang itu?’ karena normalnya, itu hanya terjadi karena kebetulan juga. Jadi, kenapa rangkaian kebetulan ini bisa terjadi dan menimpa kami?


Kemungkinan kecilnya ini memang terjadi karena kebetulan- Yah, bagaimanapun juga itu disebut kebetulan karena kemungkinannya kecil. Kemungkinan lainnya ini terjadi karena keberadaan seseorang yang sengaja menjebak kami.


- Pak pak pak~


Seseorang bertepuk tangan dari sisi lubang yang berlawanan dengan kami. Kami berada di sisi keluar hutan, dan orang itu berdiri pada sisi satunya.


“Yah, yah~ itu hebat sekali. seperti yang diduga perangkap kecil seperti itu tidak mungkin cukup untuk membunuhmu ya~ Feyrish(?)”


“Kau--!!!” Aku menggertakkan gigiku saat melihatnya. Gadis manusia berambut putih itu mengenakan jubah merah seperti yang kulihat di Liberym.


“Kaumengenalnya?”


“Bukan, dia bukan kenalanku... lebih tepatnya, dia adalah orang yang ber-party denganku di kota Liberym seperti yang kukatakan sebelumya. Tapi bagaimana bisa dia ada di sini..?”


“Kamu kejam sekali ya~ Feyrish, tentu saja aku mengikutimu. Hahaha~ yah, kupikir kamu adalah seorang bangsawan yang sedang berpetualang atau semacamnya, jadinya aku mengikutimu, karena kupikir kamu membawa beberapa barang yang bagus untuk kurampas. Ahahaha~” Dia tertawa keras untuk satu, dua detik, dan mulai lagi berbicara, “Apalagi saat kudengar kamu akan pergi menjelahi labirin? bagaimana bisa aku melewatkanmu begitu saja, ya kan, Fe-i-ry-su~”


Lilith menggunakan ekspresi yang berlebihan ketika mengatakan namaku dengan nada yang dibuat-buat, aku tahu dia sedang dalam suasana hati penuh kesenagan saat ini.


“Kamu sudah gila ya, Lilith. Jangan mengharapkan belas kasihan karena sudah melakukan ini kepadaku.”


Saat di Liberym- Bukan, bukan itu. Lebih tepatnya adalah sejak memasuki kerajaan manusia, aku selalu menggunakan tudung untuk menutupi identitasku sebagai seorang Elf, karena bagaimanapun, aku tidak ingin menjadi target diskriminasi dari ras manusia. Sudah hampir tiga bulan sejak aku memulai perjalananku, dan hanya pernah satu kali identitasku sebagai Elf diketahui. Itu adalah ketika aku sedang berada di kota Liberym. Di sebuah gang yang agak sempit, seorang gadis berjubah merah berlari ke arahku, dan menyenggolku sedikit.


Tudungku terbuka, dia melihat telinga runcingku yang menjadi simbol bahwa aku seorang Elf. Aku tidak terjatuh, begitu pula dengannya, tapi dia mengulurkan tangannya kepadaku, berkata: “Hey, kauseorang Elf? Kereen~ apa kaukuat? Hey hey, mau party denganku?”


‘Gawat’- Itulah yang kupikirkan. Meski begitu, dia tersenyum seolah tidak mempedulikan perbedaan ras di antara kami.


“Namaku Lilith. Meski begini, sebenarnya aku sangat kuat, tahu.”


Sebenarnya, mungkin saja aku punya kesempatan untuk menolaknya jika aku segera pergi dari kota itu. Tapi kenyataan yang menyatakan bahwa aku ingin menjelajahi dunia satu per satu membuatku tidak bisa meninggalkan tempat itu begitu saja, sampai setidaknya dua/tiga hari, tentu saja ada pengecualian untuk keadaan darurat, dan tidak seperti dia akan mendiskriminasiku juga- Begitulah yang kupikirkan. Akhirnya, aku membentuk party dengan Lilith.


Lilith adalah salah satu dari sedikitnya orang-orang di dunia ini yang dianugerahi dengan scared ability- Skill langka yang hanya muncul setiap 1:10.000.000 ēnfinity di Verdernia. Meski begitu, scared ability yang Lilith miliki tidak terlalu langka seperti scared ability milikku atau milik Aria, bisa dibilang itu adalah scared ability yang paling umum di Verdernia, yang membuat mereka memperoleh julukan sebagai seorang ‘summoner’.


Sebagai seorang summoner, mereka mampu menangkap dan menjadikan aether sebagai budak mereka. Tapi seperti halnya scared ability yang lain, hal itu hanya bisa mereka lakukan setelah syarat-syarat yang diperlukan untuk melakukannya tepenuhi.


Lalu bagaimana dengan Lilith? Apa dia memiliki aether yang kuat? Jujur saja, aku tidak tahu. Aku hanya membuat party sementara dengannya untuk membasmi aether-aether yang tidak terlalu kuat, jadinya aku tidak tahu bagaimana jika dia serius dan koleksi aether seperti apa yang ia miliki.


“Kamu benar-benar jadi kejam ya, Feyrish. Tadi kamu bilang ‘tidak akan mengkasihaniku’, kan? Fufufu... atau kamu sudah tidak akan mengkasihani dirimu sendiri karena berkata begitu padaku...? Yah Baiklah, kenapa tidak kalian serahkan saja item-item kalian dan item yang baru saja kalian temukan di labirin itu? Aku tidak keberatan jika kamu mau memberikannya.”


“Maaf saja ya, Lilith. Ada tiga kata yang paling tidak kusukai di dunia ini: memberikan, menyerahkan, dan mengorbankan. Biar bagaimanapun juga, tidak akan kuberikan semua ini pada siapa pun- Mau itu dewa, raja dan para petinggi, apalagi kepada bandit rendahan yang berpura-pura jadi teman se-party-ku.”


“Kaumulai sombong, Feyrish. Jangan menyesal jika aku mengambilnya secara paksa setelah membunuhmu.”


Ketika pemilik ability【Storage】mati, sebuah kotak kecil akan muncul sebagai perwujudan dari skill-nya. Orang yang tidak ada hubungannya dengan si pemilik sekalipun juga dapat membuka dan mengambil sesuatu dari kotak kecil tersebut. semua item yang sebelumnya tersimpan dalam Storage dapat diambil dari kotak itu.

__ADS_1


__ADS_2